• Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikology Anak
    • Education
    • Entrepreneurs
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • More
    • My account
    • Konfirmasi Pembayaran
    • HR Career
    • Kirim Karir
    • Contact
IntiPesan.com
  • Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikologi Anak
    • Education
    • Entrepreneur
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • Book
  • More
    • Konfirmasi Pembayaran
    • Login / Register
    • View Cart
    • Contact
    • HR Career
    • Kirim Karir
  • Facebook

  • Twitter

  • Instagram

  • YouTube

  • RSS

psychology

Cara Mendukung Teman Saat Mengalami Krisis

Cara Mendukung Teman Saat Mengalami Krisis
Redaksi
December 16, 2019

Cara Mendukung Teman Saat Mengalami Krisis

Sangat sulit bagi seseorang untuk berjuang sendirian, pada saat mereka mengalami krisis karirnya. Jadi pada waktu seperti itu, teman yang baik sangat dibutuhkan. Mengerti apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh teman kita pada waktu itu, memang lebih mudah dikatakan daripada dilakukan.

Brene Brown, psikolog menyebutkan bahwa ada perbedaan antara menyatakan empati dengan simpati, ketika kita berhubungan dengan perasaan orang lain.

Intinya ketika seseorang berjuang mengatasi krisis, dia tidak ingin dikasihani oleh siapapun. Dia hanya ingin dipahami dan didengar. Untuk menjadi teman yang baik, kita harus masuk ke dalam bagian kehidupannya. Dengan begitu kita dapat merasakan hal yang sama buruknya, seperti yang dia alami saat itu.

Jangan mencoba untuk menghibur dirinya. Untuk memahami perasaannya,kita harus dapat merasakan ketidaknyamanan yang dialaminya, merefleksikan perasaan yang sedang diperjuangkan dan mengingatkan bahwa apa yang dia rasakan adalah sesuatu yang masuk akal.

Selain itu jangan mencoba untuk langsung memberikan solusi kepada teman kita. Ada baiknya kita bertanya lebih dulu sebelum memberikan saran.

Terkadang ada teman yang telah siap untuk hal itu dan menunggu seseorang membantu memecahkan masalahnya. Tetapi, seringkali saat karirnya mengalami krisis, seseorang perlu waktu untuk menyendiri. Dan itu sebuah hal yang wajar.

Jika teman kita sudah merasa tenang dan siap untuk berbicara tentang karir dan pekerjaan selanjutnya,katakan bahwa kita ada di sini bersamanya untuk membantu. Kita bisa berkata,

“Kalau kamu sudah siap untuk mencari pekerjaan baru, saya akan mencoba menghubungkan kamu dengan beberapa kenalan saya. Tetapi sebelumnya,kita bisa makan atau minum dulu sambil ngobrol yang lain. ”

Untuk itu kita bisa menjelaskan kepadanya, bahwa kegagalan memberi pelajaran tersendiri. Kita mungkin diingatkan untuk mengambil inisiatif agar mencari peluang lain, daripada menunggu kerja keras kita diperhatikan dan dihargai.

Hidup terkadang terasa tidak adil, meski kita sudah bertindak sesuai aturan. Walaupun kita telah melakukan segalanya dengan benar, tetapi terkadang hal-hal yang tidak adil tetap terjadi. Ketika masalah seperti itu menimpa teman kita, jelaskan kepada teman kita bahwa dia tidak perlu terlalu mengoreksi ketidakadilan tersebut.

Bantu dia untuk mengambil pelajaran dari kejadian itu. Cobalah untuk mendorong dirinya guna mengambil langkah selanjutnya. Kemudian ingatkan bahwa dia tidak perlu menjadi seseorang yang sempurna. Yang penting, dia dapat melakukan yang terbaik.

Akhirnya kita juga harus mengingatkannya, bahwa dia pernah mengatasi berbagai tantangan sebelumnya dan yakinkan bahwa dia akan mampu melakukannya lagi. Berikan kepadanya contoh-contoh keberanian yang pernah dilakukannya. Kemudian katakanlah bahwa kita percaya pada kemampuannya, untuk mengatasi tantangan yang sedang dihadapi saat ini.

Sumber/foto : theladders.com/indiatimes.com

Related ItemsFeatured
psychology
December 16, 2019
Redaksi
Related ItemsFeatured
Scroll for more
Tap

Psychology More Psychology

  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Persaingan untuk menarik perhatian manusia telah meningkat...

    Redaksi March 22, 2023
  • Read More
    Psychology
    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras

    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras Banyak orang mempertanyakan mengapa mereka tidak...

    Redaksi February 20, 2023
  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Situs-situs di internet adalah surga sekaligus neraka...

    Redaksi February 17, 2023
  • Read More
    Psychology
    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya

    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya Saya berkesempatan untuk...

    Redaksi February 8, 2023

Web Analytics

IntiPesan.com

INTIPESAN adalah perusahaan yang fokus dalam pengembangan SDM, baik untuk perusahaan maupun masyarakat umum di Indonesia. Kegiatan yang dilakukan dalam proses pengembangan SDM adalah melalui Conference, Training, Media Online, Media Cetak dan event-event yang berkaitan dengan pengembangan SDM. Intipesan didirikan pada bulan September tahun 1995, dengan modal semangat dan bagian dari passion pendirinya.
Visi : Menjadi media perubahan kehidupan orang untuk menjadi lebih baik.
Misi : Bekerja dengan standar moral yang baik dan menjunjung tinggi profesionalisme dalam setiap pekerjaan yang dilakukan.

Facebook

Contact of Redaksi

KONTAK REDAKSI : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

Telepon : (021) 781 9844

IKLAN : Telepon : (021) 781 9844, Fax. (021) 7883 8781

Email : sales[at]intipesan.com

Contact of Conference

OFFICE : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.
CP : Winda
Telepon : (021) 781 5858 (hunting), (021) 781 9844

, Fax. (021) 7883 8781

Email : info[at]intipesan.co.id

Contact of Training

Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

CP : Sisca
Telepon : (021) 7815858 ext. 107

Fax. (021) 7883 8781

Email : learningcenter[@]intipesan.co.id

Newsletter (Every Week)

Get all the latest information on Events, and News. Sign up for newsletter today. [mc4wp_form id="2001"]

Copyright © 2011 - 2025 IntiPesan.com!. All Rights Reserved.