• Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikology Anak
    • Education
    • Entrepreneurs
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • More
    • My account
    • Konfirmasi Pembayaran
    • HR Career
    • Kirim Karir
    • Contact
IntiPesan.com
  • Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikologi Anak
    • Education
    • Entrepreneur
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • Book
  • More
    • Konfirmasi Pembayaran
    • Login / Register
    • View Cart
    • Contact
    • HR Career
    • Kirim Karir
  • Facebook

  • Twitter

  • Instagram

  • YouTube

  • RSS

Industrial Relation

Apakah Pekerja Generasi Baby Boomer Memiliki Masa Depan ?

Apakah Pekerja Generasi Baby Boomer Memiliki Masa Depan ?
Redaksi
January 6, 2020

Apakah Pekerja Generasi Baby Boomer Memiliki Masa Depan ?

Seiring dengan semakin meningkatnya tenaga kerja dari generasi milenial, telah membuat generasi pekerja yang lebih senior seperti Baby Boomer semakin tersisih. Namun benarkah hal tersebut terjadi ? Ternyata dari sebuah hasil penelitian yang dilakukan oleh Glassdoor “Jobs and Hiring Trends for 2020”, justru membuktikan hal yang sebaliknya. Pekerja dari generasi Baby Boomer menjadi salah satu angkatan tenaga kerja yang tumbuh paling cepat.

Laporan tersebut juga menyebutkan mengapa hal itu bisa terjadi. Diantaranya bahwa para peneliti di Glassdoor sepakat menyebutkan adanya fenomena “gray wave” yang banyak timbul di negara Eropa dan Amerika, ini juga diprediksikan akan mengalami peningkatan di tahun 2020. Penelitian mereka juga mengutip informasi dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS yang menemukan bahwa tenaga kerja Amerika diperkirakan akan tumbuh lebih dari 5% pada dekade berikutnya. Sedangkan tenaga kerja untuk mereka yang berusia 65 tahun ke atas akan berkembang menjadi 61% di AS. Ini hampir identik dengan apa yang terjadi pada tenaga kerja di Inggris, dimana pekerja dari kalangan usia 65+ meningkat hampir 60% selama 25 tahun ke depan.

Glassdoor juga menggarisbawahi adanya banyak pihak yang berpendapat bahwa ada banyak manfaat, ketika sebuah perusahaan mulai melirik Baby Boomer sebagai pekerja mereka. Salah satu keuntungan terbesar dengan merekrut generasi ini adalah tingginya tingkat pengetahuan dan jejaring komunikasi yang dimiliki oleh pekerja tersebut. Selain itu Baby Boomer juga lebih terbuka untuk berinvestasi dalam melanjutkan pendidikan mereka, dan mendapatkan lebih banyak keterampilan seperti halnya generasi milenial dan generasi yang lebih muda lainnya.

Selain itu masuknya pekerja dari generasi yang lebih senior juga lebih mudah diterima, oleh berbagai kalangan generasi pekerja lainnya. Memang ada berbagai tantangan yang dapat menjadi rintangan, seperti perbedaan budaya dan perilaku. Namun berbagai pihak sependapat bahwa generasi Baby Boomer akan dapat mengatasinya dengan mudah.

Tren pergeseran tenaga kerja yang lebih tua tidak terlalu mengejutkan. karena dalam sebuah laporan baru-baru ini yang diterbitkan oleh New American menemukan, meskipun generasi pekerja generasi milenial berpendidikan lebih baik daripada Baby Boomer namun ternyata mereka hanya mampu memperoleh penghasilan 20% lebih rendah daripada orang tua mereka pada usia yang sama.

Lebih jauh juga dijelaskan oleh laporan tersebut, bahwa kurangnya tingkat pendapatan pekerja generasi milenial ini lebih terkait dengan budaya kerja mereka sendiri yang tidak terlalu berfokus pada nominal. Selain itu dengan meningkatnya pekerjaan lepas dan kontrak, juga telah memberikan pengaruh terhadap para pekerja dengan masa kerja yang lebih pendek. Namun memberikan keuntungan yang lebih tinggi, dalam membantu mereka mencapai keseimbangan antara kerja dan kehidupan sosial.

Sumber/foto : theladders.com/shrm.org

Related ItemsFeatured
Industrial Relation
January 6, 2020
Redaksi
Related ItemsFeatured
Scroll for more
Tap

Psychology More Psychology

  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Persaingan untuk menarik perhatian manusia telah meningkat...

    Redaksi March 22, 2023
  • Read More
    Psychology
    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras

    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras Banyak orang mempertanyakan mengapa mereka tidak...

    Redaksi February 20, 2023
  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Situs-situs di internet adalah surga sekaligus neraka...

    Redaksi February 17, 2023
  • Read More
    Psychology
    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya

    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya Saya berkesempatan untuk...

    Redaksi February 8, 2023

Web Analytics

IntiPesan.com

INTIPESAN adalah perusahaan yang fokus dalam pengembangan SDM, baik untuk perusahaan maupun masyarakat umum di Indonesia. Kegiatan yang dilakukan dalam proses pengembangan SDM adalah melalui Conference, Training, Media Online, Media Cetak dan event-event yang berkaitan dengan pengembangan SDM. Intipesan didirikan pada bulan September tahun 1995, dengan modal semangat dan bagian dari passion pendirinya.
Visi : Menjadi media perubahan kehidupan orang untuk menjadi lebih baik.
Misi : Bekerja dengan standar moral yang baik dan menjunjung tinggi profesionalisme dalam setiap pekerjaan yang dilakukan.

Facebook

Contact of Redaksi

KONTAK REDAKSI : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

Telepon : (021) 781 9844

IKLAN : Telepon : (021) 781 9844, Fax. (021) 7883 8781

Email : sales[at]intipesan.com

Contact of Conference

OFFICE : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.
CP : Winda
Telepon : (021) 781 5858 (hunting), (021) 781 9844

, Fax. (021) 7883 8781

Email : info[at]intipesan.co.id

Contact of Training

Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

CP : Sisca
Telepon : (021) 7815858 ext. 107

Fax. (021) 7883 8781

Email : learningcenter[@]intipesan.co.id

Newsletter (Every Week)

Get all the latest information on Events, and News. Sign up for newsletter today. [mc4wp_form id="2001"]

Copyright © 2011 - 2025 IntiPesan.com!. All Rights Reserved.