• Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikology Anak
    • Education
    • Entrepreneurs
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • More
    • My account
    • Konfirmasi Pembayaran
    • HR Career
    • Kirim Karir
    • Contact
IntiPesan.com
  • Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikologi Anak
    • Education
    • Entrepreneur
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • Book
  • More
    • Konfirmasi Pembayaran
    • Login / Register
    • View Cart
    • Contact
    • HR Career
    • Kirim Karir
  • Facebook

  • Twitter

  • Instagram

  • YouTube

  • RSS

Culture

Memahami dan Mengatasi Tantangan dalam Membangun Budaya Kerja Positif di Perusahaan

Memahami dan Mengatasi Tantangan dalam Membangun Budaya Kerja Positif di Perusahaan
Redaksi
March 1, 2024

Memahami dan Mengatasi Tantangan dalam Membangun Budaya Kerja Positif di Perusahaan

 


Setiap perusahaan memiliki warisan budaya kerja yang khas dan menjadi tulang punggung produktivitas. Serta sebagai pegangan dalam pencapaian tujuan sesuai visi perusahaan.

Budaya kerja tidak sekadar terdiri dari peraturan formal seperti peraturan perusahaa atau tata tertib kantor, melainkan juga mencakup dinamika hubungan antar karyawan dan gaya kepemimpinan yang diterapkan.

Pada hakikatnya, budaya kerja bukanlah sekadar himpunan norma perilaku yang mengikat karyawan, tetapi merupakan cerminan nilai bersama, keyakinan, dan prinsip-prinsip yang menjadi landasan perusahaan.

Dalam membangun budaya kerja yang positif di perusahaan, langkah kunci yang harus diperhatikan adalah keterlibatan karyawan dan komitmen dari pimpinan. Keterlibatan karyawan dan dukungan dari pimpinan sangat penting dalam menggerakkan kegiatan dan program-program budaya perusahaan.

Menurut I Gede Eke Djajasaputra, Corporate Culture and Knowledge Management dari Pama Persada saat ditemui Intipesan pada Rabu (6/2) pada Seminar Performance Management 2024, tantangan utama dalam mengembangkan budaya kerja yang baik ? yang pertama adanya perubahan.

“Perubahan itu sangat-sangat cepat pada saat ini. Jadi orang bilang ada VUCA ya, volatility, uncertainty, complexity sama ambiguity. Semakin hari perubahan ini semakin cepat dan itu dipercepat dengan adanya disruption,” jelasnya.

Menurutnya hal yang paling mengkhawatirkan saat ini, bukan lagi disruption dari luar tapi disruption dari dalam. Ketika karyawan-karyawan itu belum memahami atas value yang dianud ataupun yang ditetapkan oleh perusahaan, sehingga sinertisitas tanggung jawab yang ucungnya adalah militansi karyawan itu akan hilang.

“Untuk itu kegiatan sosialisasi, internalisasi atas value operation itu kami bangun semaksimal mungkin dengan melibatkan karyawan, bahkan kami punya KPI sampai 100% dan juga komitmen dari para pimpinan di tempat kami,” tambahnya.

I Gede juga menambahkan bahwa ada dua hal yang paling mendasar pada saat ini adalah, satu terkait dengan perubahan, dan yang kedua adalah sekarang adanya third generation, ada baby boomers, generasi X, Y, Z, bahkan nanti akan mulai lagi dengan generasi alpha.

“Ini yang menjadi satu tantangan tersendiri bagi kita, terutama bagaimana cara mengkolaborasikan mereka. Sehingga satu sama lain bisa memahami dan itu menjadi satu perhatian, yang dapat membantu kami untuk meminimalisir gap-gap tersebut,”ungkapnya.

Lantas bagaimana cara mengukur kualitas budaya kerja di perusahaan ?

I Gede menjawab, ya untuk hal itu kami kembali lagi pada esensinya. Untuk mengukur efektivitas, maka kami tentunya mengukur tentang bagaimana keterlibatan karyawan itu di dalam organisasi.

“Kemudian yang kedua bagaimana para leader-leader itu mensupport dari kegiatan dari budaya perusahaan. Jadi kalau Edgar Schein itu bilang bahwa budaya adalah bayangan dari seorang leader, maka yang menjadi perhatian utama kita pada saat ini adalah bagaimana leader-leader itu dapat membangun, memotivasi, support dinat, mengajak orang-orang yang untuk mencapai tujuan yang kita harapkan. Terlebih-lebih seperti yang nanti kita coba sharingkan adalah high performance culture, bagaimana budaya perusahaan yang berorientasi pada kinerja yang tinggi, tutupnya.

Related ItemsFeatured
Culture
March 1, 2024
Redaksi
Related ItemsFeatured
Scroll for more
Tap

Psychology More Psychology

  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Persaingan untuk menarik perhatian manusia telah meningkat...

    Redaksi March 22, 2023
  • Read More
    Psychology
    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras

    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras Banyak orang mempertanyakan mengapa mereka tidak...

    Redaksi February 20, 2023
  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Situs-situs di internet adalah surga sekaligus neraka...

    Redaksi February 17, 2023
  • Read More
    Psychology
    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya

    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya Saya berkesempatan untuk...

    Redaksi February 8, 2023

Web Analytics

IntiPesan.com

INTIPESAN adalah perusahaan yang fokus dalam pengembangan SDM, baik untuk perusahaan maupun masyarakat umum di Indonesia. Kegiatan yang dilakukan dalam proses pengembangan SDM adalah melalui Conference, Training, Media Online, Media Cetak dan event-event yang berkaitan dengan pengembangan SDM. Intipesan didirikan pada bulan September tahun 1995, dengan modal semangat dan bagian dari passion pendirinya.
Visi : Menjadi media perubahan kehidupan orang untuk menjadi lebih baik.
Misi : Bekerja dengan standar moral yang baik dan menjunjung tinggi profesionalisme dalam setiap pekerjaan yang dilakukan.

Facebook

Contact of Redaksi

KONTAK REDAKSI : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

Telepon : (021) 781 9844

IKLAN : Telepon : (021) 781 9844, Fax. (021) 7883 8781

Email : sales[at]intipesan.com

Contact of Conference

OFFICE : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.
CP : Winda
Telepon : (021) 781 5858 (hunting), (021) 781 9844

, Fax. (021) 7883 8781

Email : info[at]intipesan.co.id

Contact of Training

Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

CP : Sisca
Telepon : (021) 7815858 ext. 107

Fax. (021) 7883 8781

Email : learningcenter[@]intipesan.co.id

Newsletter (Every Week)

Get all the latest information on Events, and News. Sign up for newsletter today. [mc4wp_form id="2001"]

Copyright © 2011 - 2025 IntiPesan.com!. All Rights Reserved.