• Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikology Anak
    • Education
    • Entrepreneurs
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • More
    • My account
    • Konfirmasi Pembayaran
    • HR Career
    • Kirim Karir
    • Contact
IntiPesan.com
  • Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikologi Anak
    • Education
    • Entrepreneur
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • Book
  • More
    • Konfirmasi Pembayaran
    • Login / Register
    • View Cart
    • Contact
    • HR Career
    • Kirim Karir
  • Facebook

  • Twitter

  • Instagram

  • YouTube

  • RSS

Leadership

Tujuh Prinsip Kepemimpinan Ketika Menghadapi Krisis Global

Tujuh Prinsip Kepemimpinan Ketika Menghadapi Krisis Global
Redaksi
April 28, 2020

Tujuh Prinsip Kepemimpinan Ketika Menghadapi Krisis Global

Ketika organisasi menghadapi sebuah krisis, maka hal pertama yang akan dicarinya adalah seorang pemimpin. Karena di mereka menganggap bahwa pemimpin merupakan orang yang paling mengetahui, tentang bagaimana cara menghadapi masalah ataupun krisis yang terjadi. Serta sekaligus mencari solusi melalui langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menghadapinya.

Oleh karena itulah penting bagi seorang pemimpin untuk memiliki skill crisis leadership, apalagi di tengah situasi penuh ketidakpastian seperti yang terjadi pada beberapa waktu terakhir ini.

Menurut John Quelch, dekan dan professor di Charles Edward Wilson of Business Administration, Harvad Business School menyebutkan bahwa dalam menghadapi krisis yang terjadi pemimpin harus mampu menunjukkan tujuh kemampuan yang berbeda. Ini kemudian disebutnya dengan 7C of Capabilities.

Calm. Your folks, your employees, your customers, your suppliers, are going to be looking to you as a leader to project a sense of calm through this difficult, uncertain situation.
1.Calm (Ketenangan).

Semua orang yang memiliki hubungan dengan kita, baik itu saudara, karyawan, pelanggan ataupun teman telah mengaggap kita sebagai seorang pemimpin. Tentunya kita akan tetap menjaga hal ini melalui ketenangan diri, dalam menghadapi situasi yang sulit sekalipun. Tunjukkan ketenangan tersebut agar mereka juga bisa merasa nyaman di tengah ketidakpastian.

Confidence. You have to be calm, but not still-water calm. You have to project confidence that you’re going to be able to see this through successfully, with a minimum amount of hurt to the company, but also to all of the stakeholders who are relying on your leadership to get them through the difficult days and months ahead.

2.Kepercayaan (Confidence)

Sebagai pemimpin kita harus tetap tenang, dan selalu memproyeksikan keyakinan dalam memahami setiap kejadian yang berlangsung. Memahami setiap masalah yang terjadi secara akurat dan mampu melihat celah (opportunity) yang mungkin ada. Sehingga setidaknya bisa memiliki beberapa alternatif solusi untuk jangka pendek maupun jangka panjang.

3.Communication (Komunikasi)

Dalam situasi krisis seorang pemimpin harus tetap menjalin komunikasi yang baik diantara semua pihak yang terlibat. Ini penting untuk menghindari berbagai hoax yang tidak jelas. Selain itu juga untuk menjaga agar konsolidasi diantara anggota tetap terjalin dengan baik lewat komunikasi secara langsung. Komunikasi yang baik tidak harus menunggu lama, ketika harus ada yang disampaikan segeralah mengomunikasikannya secara cepat. Karena hanya berdiam saja merupakan hal yang paling burukdalam sebuah kepemimpinan.

4.Collaboration (Kerjasama)

Seorang pemimpin tidak harus mengetahui semua jawaban secara tepat, namun sebagai pemimpin kita memiliki sekelompok orang dengan keahliannya masing-masing. Dengan menyatukan semua kemampuan semua karyawan dalam gugus tugas, sub-gugus tugas akan memberikan sebuah potensi besar. Selain itu melibatkan karyawan dengan cara ini juga akan mengurangi desas-desus itu, memberi keyakinan kepada anggota tim bahwa ini akan dapat memproyeksikan pada sebuah solusi.

5.Community (Komunitas)

Setiap orang tinggal dalam sebuah komunitas tertentu. Pabrik dan kantor merupakan komunitas kerja, begitu pula halnya dengan sekolah ataupun universitas. Setiap pemimpin dalam komunitas harus mampu memberikan contoh tidak hanya bagi anggota timnya sajaa, tetapi juga bagi komunitas yang lain. Sehingga dalam hal ini sangatlah penting untuk memberikan contoh perilaku yang baik dan dukungan dari seorang pimpinannya kepada setiap orang.

6.Compassion (Kebersamaan)

Rasa kebersamaan sangat penting dalam situasi krisis. Setiap orang akan memiliki harapan untuk bangkit, memiliki tim yang baik di sekitar kita, akan merupakan nilai positif terbesar. Ada banyak orang di organisasi yang bergantung satu sama lain, mulai dari karyawan senior yang memerlukan perawatan kesehatan lanjutan hingga kepada anggota tim yang tengah menantikan anak mereka. Semua ini membutuhkan dukungan dan rasa kebersamaan yang tinggi untuk mengatasinya. Sehingga tugas terbesar pemimpin adalah mengembangkan rasa kebersamaan itu secara lebih mendalam. Menumbuhkan rasa kebersamaan dalam tim merupakan manifestasi kepemimpinan yang sangat penting

7.Cash (Kemampuan keuangan)

Kemampuan keuangan atau kepemilikan modal merupakan hal yang sangat penting dalam krisis. Oleh karena itu semua hal harus diperhatikan secara seksama, agar kemampuan finansial organisasi tetap terjaga. Baik dalam jangka pendek ataupun jangka panjang. Pemimpin yang baik harus memiliki kemampuan manajerial keuangan yang baik. Karena siapapun mereka, baik itu karyawan, supplier ataupun teman telah melihat kita sebagai pemimpin dan semua keputusan dibuat akan menjadi hal yang sangat berharga bagi mereka. Apa pun yang dilakukan untuk menghemat uang akan menjadi sangat penting, karena itulah yang akan menentukan apakah karyawan akan dibayar tepat waktu di akhir bulan.

 

Sumber/foto : hbr.org/stanford.edu

Related ItemsFeatured
Leadership
April 28, 2020
Redaksi
Related ItemsFeatured
Scroll for more
Tap

Psychology More Psychology

  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Persaingan untuk menarik perhatian manusia telah meningkat...

    Redaksi March 22, 2023
  • Read More
    Psychology
    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras

    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras Banyak orang mempertanyakan mengapa mereka tidak...

    Redaksi February 20, 2023
  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Situs-situs di internet adalah surga sekaligus neraka...

    Redaksi February 17, 2023
  • Read More
    Psychology
    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya

    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya Saya berkesempatan untuk...

    Redaksi February 8, 2023

Web Analytics

IntiPesan.com

INTIPESAN adalah perusahaan yang fokus dalam pengembangan SDM, baik untuk perusahaan maupun masyarakat umum di Indonesia. Kegiatan yang dilakukan dalam proses pengembangan SDM adalah melalui Conference, Training, Media Online, Media Cetak dan event-event yang berkaitan dengan pengembangan SDM. Intipesan didirikan pada bulan September tahun 1995, dengan modal semangat dan bagian dari passion pendirinya.
Visi : Menjadi media perubahan kehidupan orang untuk menjadi lebih baik.
Misi : Bekerja dengan standar moral yang baik dan menjunjung tinggi profesionalisme dalam setiap pekerjaan yang dilakukan.

Facebook

Contact of Redaksi

KONTAK REDAKSI : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

Telepon : (021) 781 9844

IKLAN : Telepon : (021) 781 9844, Fax. (021) 7883 8781

Email : sales[at]intipesan.com

Contact of Conference

OFFICE : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.
CP : Winda
Telepon : (021) 781 5858 (hunting), (021) 781 9844

, Fax. (021) 7883 8781

Email : info[at]intipesan.co.id

Contact of Training

Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

CP : Sisca
Telepon : (021) 7815858 ext. 107

Fax. (021) 7883 8781

Email : learningcenter[@]intipesan.co.id

Newsletter (Every Week)

Get all the latest information on Events, and News. Sign up for newsletter today. [mc4wp_form id="2001"]

Copyright © 2011 - 2025 IntiPesan.com!. All Rights Reserved.