Faktor Kedekatan Antara Atasan Dengan Bawahan Dapat Menekan Tingkat Stres di Kantor

Stres menjadi salah satu masalah yang sering dialami oleh karyawan di tempat kerja. Sehingga sering kali menyebabkan gangguan psikologis seperti insomnia, depresi bahkan hingga penyakit jantung. Stres kerja umumnya dihadapi oleh karyawan yang memiliki ekspektasi dan harapan terlampau tinggi atas pekerjaan yang dihadapi. Hal tersebut akan menjadi serius ketika harapan belum juga terwujud. Tentu saja hal ini akan memengaruhi motivasi kerja dan penurunan konsentrasi serta berdampak pada hubungan kerja yang kurang baik dengan rekan maupun atasan. Hal lain yang menjadi penyebab stres adalah karena pekerjaanya yang tidak dihargai, banyaknya beban dan waktu kerja yang dihadapi. Juga sering terjadinya bullying oleh rekan kerja dan merasa tersingkir dari karyawan lain. Hal tersebut disampaikan oleh Miftahudin Amin, EVP & Chief HR Officer PT Paragon Technology and Innovation kepada Redaksi Intipesan dalam Seminar Psychology At Work yang diadakan pada Rabu (26/2) di Ritz Carlton Jakarta.
Lebih jauh juga dijelaskan bahwa ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan karyawan stres. Pertama job insecure, dimana karyawan merasa pekerjaanya tidak aman untuk dirinya sendiri. Kedua, kompetensi gap antara tanggung jawab dengan individu itu sendiri. Semakin besar kompetensi gap, akan semakin stress pula karyawan karena apa yang menjadi kebutuhan mereka di pekerjaanya tidak terdeliver dengan baik.
Hal lain yang juga dapat mengganggu adalah tentang manajemen waktu yang kurang, trust yang berlebihan, hubungan antara atasan dan bawahan yang kurang baik. Juga atasan yang berbeda karakter dan gaya manajemen yang bertolak belakang dengan karakter karyawan.
Lebih lanjut Amin menjelaskaan bahwa sebagai pemimpin kita harus bisa mengenali dan melihat apakah karyawan dikantor mengalami stress atau tidak. Hal itu bisa dilihat dari tanda-tanda dari karyawan itu sendiri.
“Kalau misalkan orang sudah mulai sakit-sakitan misalnya, absen, motivasi sudah mulai menurun itu satu sebab yang menandakan bahwa dia mungkin sedang stress,” kata Amin.
Tentu sebagai atasan dan pimpinan, tambahnya, kita harus memperhatikan kesejahteraan dan kesehatan karyawan termasuk melihat gejala stres.
“Kalau misalkan sakit-sakitan tidak bersemangat, kita mesti tanya, ada apa,”jelasnya lebih jauh.
Namun dengan keterbukaan antara pimpinan dan karyawan, bisa menjadi peluang untuk melihat keadaan karyawan. Baik itu kesehatan, kebahagiaan atau stress mereka. Hal lainnya juga pimpinan bisa melakukan pencegahan, agar karyawan tidak stress dan tetap produktif. Jikapun mengalami stress, perusahaan bisa menanganinya dengan baik.
Amin juga memaparkan, program pengembangan bisa menjadi salah satu tools perusahaan agar stress bisa ditangani dengan baik. Menciptakan suasan atau lingkungan kerja yang menyenangkan, menyediakan fasilitas-fasilitas yang memungkinkan orang untuk rileks sesaat. Hal itu juga menjadi salah satu insiatif-inisiatif yang bisa disediakan untuk memanage stress karyawan.
Perlu diingat bahwa stress tidak selamanya merugikan. Ada porsi dimana stress bisa memotivasi lebih kepada karyawan untuk meraih achievement mereka.
“Tapi sebagai perusahaan, kita juga harus bisa memanage stress dengan baik,” katanya.
Tak jarang pula ada karyawan yang merasa tersingkirkan dengan karyawan lain, misalnya saat sama-sama mampu untuk menyelesaikan target yang telah diberikan tetapi yang mendapatkan bonus hanya rekan kerjanya saja. Tentunya hal ini akan menimbulkan kecemburuan, bagi karyawan yang tidak mendapat bonus. Biasanya karyawan yang merasa tersingkirkan dari rekan kerjanya, akan selalu menyendiri ketika rekan kerjanya berkumpul.
Solusi untuk mengatasi ini adalah dengan memberikan bonus yang sama rata dengan rekan kerja yang lain. Tidak lupa juga untuk memberikan motivasi kerja, agar karyawan tersebut bersemangat saat bekerja. Kita dapat menyarankan karyawan tersebut untuk lebih membuka diri kepada karyawan lain, agar dapat menumbuhkan ikatan antar rekan kerja yang baik.(Artiah)


Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS