Strategi Meningkatkan Keterampilan Karyawan Dengan Metode 70, 20 dan 10
Karyawan berkualitas, sangat berperan dalam keberhasilan organisasi perusahaan di pasar industri. Maka, mau tidak mau organisasi harus dapat meningkatkan keterampilan karyawan bahkan ketika mereka baru memasuki kerja dengan berbagai pelatihan. Pelatihan dan orientasi diperlukan agar karyawan dapat memahami ritme kerja perusahaan. Baru setelah tenaga baru memahami dan bisa beradaptasi dengan ritme kerja perusahaan, harapan peningkatan produktivitas bisa diwujudkan.
Lalu bagaimana cara meningkatkan keterampilan dengan sumber daya manusia yang dimiliki?
Irwan Dewanto, Vice President Human Resources Taco Group menjelaskan bahwa meningkatkan keterampilan karyawan adalah hal yang perlu dilakukan, dan setiap perusahaan meemiliki cara dan strategi masing-masing. Menurutnya, salah satu strategis paling praktis dalam meningkatkan keterampilan karyawan adalah dengan metode 70, 20 dan 10.
“Bagi saya meningkatkan keterampilan karyawan atau melakukan people development di perusahaan itu adalah sebuah hal yang penting. Strategi yang paling praktis dalam melakukannya adalah dengan pendekatan atau metode 70, 20, 10. Yaitu sebuah metode yang meyakini bahwa 70 persen dari keterampilan itu bisa langsung didapat karyawan dari langsung melakukannya sendiri, 20 persen lagi bisa dilakukan degan cara coaching, conselling maupun mentoring. Sedangkan yang sisanya, 10 persen bisa didapatkan karyawan melalui dengan formal training atau dengan in class training”, jelas Irwan.
Irwan menerangkan bahwa melakukan aksi langsung oleh karyawan adalah hal yang paling utama. Dimana mereka melakukan segala keterampilan dengan langsung mempraktikannya dibanding hanya mempelajari, membacanya saja atau mengikuti kelas dan mendengarkan persentasi orang lain.
“Jadi pemahaman yang selama ini diketahui orang bahwa in class training itu adalah segalanya, itu salah. Itu hanya 10 persen dari total pemahamannya, masih ada 20 persen dari mentoring dan coaching dan 70 persen dari langsung melakukannya”, ungkapnya.
Selain itu, dalam meningkatkan keterampilan karyawan, penting untuk memberikan motivasi mereka terlebh dahulu, karena perkembangan tidak akan terjadi tanpa adanya kesadaran. Motivasi ini dasarnya jelas, yakni jika perusahaan ini tetap eksis, maka perusahaan harus mengikuti perkembangan yang terjadi. Dalam skala kecil, perkembangan ini menuntut skill baru dan semangat kerja yang stabil.
Kemudian, berikan mereka berbagai program pelatihan yang jelas, tepat sasaran dan berdasarkan data yang valid, agar menghasilkan output yang optimal pula. Dengan memahami hal ini, program pelatihan yang diberikan idealnya akan dapat meningkatkan skill karyawan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Setelah itu, berikan mereka tujuan dan target organisasi yag jelas. DImana target ini ditetapkan atas perhitungan yang detail, dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan kemampuan SDM yang dimiliki.
Kemudian yang terakhir adalah mengapresiasi pekerjaan mereka. Karyawan yang senang akan memberikan effort yang lebih pada pekerjaan. Apresiasi ini perlu dilakukan dalam bentuk sekecil apapun, agar karyawan merasa berpartisipasi dalam pencapaian yang dilakukan perusahaan. Selain itu, tentu juga mereka akan meningkatan keterampilan yang dimiliki maupun hal baru ketika motivasi berada di sisi mereka.(Artiah)
Sumber/foto : sleekr.co/