Robert Half Survey : 43% Karyawan Merasa Lebih Nyaman Bekerja Dari Rumah
Dengan semakin meluasnya tingkat kasus pandemi Covid19 di seluruh dunia, telah membuat banyak perusahaan menerapkan sistem kerja secara flexible atau yang sering disebut dengan istilah Work From Home. Menurut data dari Global Workplace Analytics penerapan sistem kerja WFH ini, telah tumbuh sebesar 159% selama 12 tahun terakhir. Sehingga diramalkan hal tersebut akan menjadi sistem kerja di masa depan
Bahkan dalam sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh Robert Half perusahaan konsultan HR dari Amerika menyebutkan kini banyak karyawan mulai menyadari, bahwa sebenarnya mereka dapat bekerja di luar kantor tanpa harus kehilangan produktivitas. Ini dinyatakan oleh sekitar 63% responden mereka yang bekerja di berbagai bidang di Amerika.
Penelitian yang melibatkan lebih dari 1.000 responden yang bekerja 30 negara bagian di AS, juga memperlihatkan adanya banyak keuntungan yang bisa diperoleh dengan penerapan sistem kerja WFH bagi para pekerja. Enam puluh persen responden mengatakan keseimbangan kehidupan kerja mereka telah meningkat, tanpa mereka harus bersusah payah berangkat kerja di pagi hari dan pulang larut malam. Kemudian hampir setengah dari responden menyatakan (43%) bahwa mereka merasa lebih nyaman bekerja dari rumah dengan bantuan teknologi digital yang ada sekarang, bila dibandingkan dengan sebelumnya.
Bahkan hampir seperempat responden mengatakan bahwa dengan penerapan kerja flexible tanpa bertemu secara fisik dengan rekan kerja, justru semakin meningkatkan ikatan dan hubungan yang lebih kuat dengan kolega mereka.
Namun demikian banyak ahli merasa bahwa masih terlalu dini untuk memastikan, bahwa sistem kerja semacam ini akan menjadi tren di masa depan. Sehingga banyak perusahaan belum mengadopsi sepenuhnya sistem tersebut. Walaupun demikian 79 % responden menginginkan tempat kerja, yang memungkinkan mereka untuk bekerja dari jarak jauh lebih sering. Bahkan mungkin setelah krisis berakhir.
Sebagian dari mereka (70%) juga menyatakan mulai terbiasa dengan pertemuan kantor ,melalui berbagai aplikasi yang tersedia secara bebas ataupun berbayar di internet. Seperti Zoom ataupun Google Hangouts. Namun demikian mereka tetap bersedia untuk beraktivitas di kantor secara fisik dalam waktu yang terbatas, dengan menerapkan standar pencegahan secara ketat. Seperti mengenakan masker ataupun faceshield seperti yang diungkapkan oleh sekitar 50% responden.
Sedangkan 46% lainnya menginginkan adanya perubahan desain tata letak ruangan di kantor, yang lebih mengakomodasi kebutuhan social distancing diantara mereka. Selain itu sebanyak 72% responden juga mulai mempertimbangkan untuk mengadopsi pertemuan tanpa melibatkan kontak fisik, seperti bersalaman ataupun bertukar kartu nama dan mempersingkat pertemuan mereka dengan klien.
Sumber/foto : theladders.com/flexjobs.com